
Di apartemen, sudah ada yang 2 wanita yang menunggu Dev . karna apartemen yang ditempati Dev dan putri adalah milik orang tua Dev . maka kapan saja orang tua nya datang, mereka bisa masuk
"Tan,,? kok ada sepatu wanita?". ucap Aliyah.
deg.
mama Dev mulai kepikiran dengan apa yang dilihatnya di cafe tadi .
"jangan jangan..,". batin mama Dev.
ceklek.
sorot mata kedua nya langsung ke pintu utama . Dev dan putri pun belum menyadari .
"sayang,, kamu langsung istirahat aja ya", ucap Dev.
"apaa!!! sayang???!!!!! ...... Dev!!! apa maksudnya semua ini???."bentak mama
deg.
"mama?".ucap Dev.
"jelaskan Dev,,, kalian tinggal bersama??" marah mama sambil terisak .
"ma, aku bisa jelasin . ayo duduk dulu". ucap Dev.
mereka pun duduk di ruang tamu . Dev terus menggenggam tangan putri . Aliyah yang melihat itu merasa muak .
"Aku dan putri sudah menikah ma". ucap Dev tegas.
deg.
__ADS_1
"Dev....!!!". mama terkejut.
Aliyah pun terkejut atas penuturan Dev .
"kamu tidak menganggap mama dan papa lagi?"ucap mama.
"bukan begitu ma. kalok aku izin pasti mama dan papa gak akan kasih restu. " ucap Dev.
" itu kamu tahu.. kenapa kamu malah menikahi perempuan penggoda ini!!". ucap mama marah .
"ma putri bukan perempuan seperti itu". tekan Dev
"terus perempuan seperti apa yg mau menikah dengan calon suami orang lain???!!". ucap mama.
"ma,, Dev mohon restui kami,"ucap Dev memohon.
"tidak!! tinggalkan Dy Dev!!".ucap mama.
"kalau begitu, pergi dari sini dan jangan pernah anggap mama dan papa ini orang tua mu!!, ucap mama .
"ma jangan seperti ini,". ucap Dev.
"Tante jangan seperti ini Tante... aku akan tinggalkan Dev Tante,". ucap Dev terisak.
" enggak enggak put . aku gak mau!!". ucap Dev tegas .
"pergi dari sini kalau kamu mau meninggalkan Dev!!" ucap mama menunjuk putri .
"ok ma,, Dev akan pergi bersama putri!!" tegas Dev .
"kamu tega ninggalin mama dan papa hanya demi Dy!!" ucap mama.
__ADS_1
"bukan kan tadi mama yang minta agar Dev pergi dari sini ??"ucap Dev.
mama tertegun.
"ayo put . kita pergi".lirih Dev .
putri mematung .
"Dev,, kamu gak akan mampu bertahan hidup hanya dengan mengandalkan menjadi pelayan cafe... kamu juga kuliah, kamu gak akan bisa hidup tanpa mama dan papamu!!" ucap Aliyah meremehkan.
"akan ku buktikan!!" tekan Dev .
"ayo syang". ucap Dev menarik tangan putri.
Dev dan putri mencegat taxi, karna mobil yang Dev pakai adalah pemberian orang tua nya . tujuan utama mereka adalah cafe .
sesampainya di cafe.. Dev dan putri masuk ke ruangan Dev, disana hanya ada sofa dan karpet .
"maaf ya sayang untuk sementara kita disini dulu . ini udah sore, gak mungkin kita cari rumah sekarang ." ucap Dev
"iya gkpapa kok Dev . disini juga nyaman." ucap putri .
"besok kita akan beli rumah, tapi yg kecil dulu ya . mungkin uangku gak akan cukup kalok yang gede, kamu tahu aku masih belum wisuda . tabungan ku belum sebanyak itu . lirih Dev.
"Dev, uang kamu simpan aja ya,, aku ada uang hasil penjualan rumah almarhum ayahku .. kita pakai uang itu aja ya,, " ucap putri.
" tapi put, itu kan uang kamu..". lirih Dev .
" paman ku juga sudah bilang ke aku kalok uang ini untuk beli rumah untuk aku di kota ini". ucap putri meyakinkan.
"baiklah kalau begitu,, suatu saat pasti aku ganti". ucap Dev .
__ADS_1
"Dev rumahnya juga untuk kita yang menempati,,, kenapa harus d ganti .. udah kamu gak usah pikirin yaa.." ucap putri.