
6 bulan kemudian...
kicauan burung di pagi hari yang cerah, disebuah rumah minimalis di komplek tengah kota, dimana terdengar celotehan suara bayi berusia 6 bulan yang begitu gembul dan menggemaskan .
"halo baby Rendra,,, selamat pagi, sudah mandi ini iyaa..". ucap bibi Nina sambil mengajak baby Rendra berceloteh .
ya selama Putri koma, bibi Nina memutuskan untuk menetap di kediaman Dev dan putri . karna ia ingin merawat putri dan juga bayi nya . bibi Nina sangat antusias merawat baby Rendra . karna dia sendiri tidak memiliki anak, jadi bibi Nina dan paman bagus begitu menyayangi Rendra . paman bagus harus bolak balik ke kampung karna harus mengurus ladang mereka .
Putri sendiri juga sudah dirawat dirumah dengan alat alat yang terpasang di tubuhnya . karna mereka ingin fokus merawat nya dirumah agar nyaman . Dev juga bisa bisa fokus ke cafe mereka tanpa harus bolak balik ke rumah sakit .
mama dan papa Dev juga sudah kembali ke kampun . tapi setiap Sabtu Minggu mereka akan mengunjungi baby Rendra .
"Pagi sayang,,". ucap Dev pada Putri yang terbaring lemah di tempat tidur .
dia seakan sudah terbiasa dengan keadaan putri saat ini .
"Put ayo bangun . sudah pagi sayang.." ucap Dev menggenggam tangan putri .
"sekarang kita mandi ya sayang ". ucap Dev sambil mengelap tubuh putri yang kian kurus .
Dev setiap hari mengurus istri nya dengan sayang . membuat putri cantik setiap hari .
Dev juga membawa Rendra untuk bertemu mama nya .
"hallo mama,, Dev sudah tampan ini.. sudah mandi sama nenek Nina . mama bangun dong ayo main sama Rendra". ucap Dev menirukan suara anak kecil
setelah selesai Dev pun pamit pada putri untuk ke cafe .
__ADS_1
"sayang kamu sudah selesai . sekarang istirahat lah, mas akan ke cafe . sampai bertemu nanti sore ya sayang ". ucap Dev mengelus kepala putri lalu mengecup keningnya .
Namun tiba tiba.
Putri meneteskan air mata, dan dia mulai menggerakkan jari jari nya .
Dev yang melihat itu segera menelpon dokter pribadi nya .
"halo dok,, putri menggerakan jari jari tangan nya dan meneteskan air mata,,". ucap Dev
"wah itu bagus . sepertinya ibu putri akan segera sadar pak,, baiklah, saya akan kesana sekarang". ucap dokter .
kebetulan dokter Arkan tinggal di komplek yang sama dengan mereka . maka mereka menetap kan dokterr Arkan yang menjadi dokter pribadi mereka .
"saya tunggu dokter". ucap Dev antusias.
kemudian putri mulai menggerakkan matanya perlahan,, dan...
"sayang,,, kamu sadar sayang,,,??? ucap Dev senang .
bibi Nina pun masuk ke kamar putri dan Dev.
"kenapa dengan putri nak Dev?? ucap bibi Nina sambil menggendong baby Rendra.
"putri sadar bibi". ucap Dev bahagia .
dokter Arkan pun tiba .
__ADS_1
"dokter, Putri sudah sadar dok,,," ucap Dev senang .
"biar saya periksa dulu pak". ucap dokter.
dan dev mengangguk patuh .
"semuanya sudah sangat bagus pak, selamat ya pak. ibu putri sudah melewati masa koma nya . sekitar 1 jam lagi saya akan mencabut semua alat yang di pasang di tubuh ibu putri, jika keadaan ibu putri sudah benar benar stabil pak.". ucap dokter menjelaskan.
"terimakasih dokter". ucap Dev yang tidak bisa membendung rasa bahagia nya .
"Putrii,, mas senang akhirnya kamu sudah sadar put", mas rindu sama kamu sayang..". Dev memeluk putri dengan sayang .
"mas,, anak kita,,".putri tidak menyadari bahwa dia sudah tidur terlalu lama .
"kamu tahu,, anak kita sudah besar sayang,,, lihat sayangg,, namanya Rendra,,, anak kita begitu tampan kan yang...". ucap Dev sambil menggendong Rendra .
"berarti...", putri menyentuh anaknya dengan air mata menetes di pipinya.
"iya syang,, kamu tidur begitu lama,,, anak kita sudah berusia 6 Bulan". ucap Dev menjelas kan .
"maafin aku ya mas... maafin mama sayang... mama sudah mengabaikan kalian begitu lama,,". ucap putri menangis.
"gakpapa sayang, yang terpenting.. sekarang kamu sudah sadar. sekarang kita sudah bisa berkumpul dan merawat anak kita sama sama ." ucap Dev.
mata putri pun tertuju pada bibi Nina..
"bibi..., maafkan putri ya bi harus merepotkan bibi lagi,, putri juga berterimakasih karna bibi selalu ada buat putri". ucap putri memeluk bibinya .
__ADS_1
"tidak apa apa sayang bibi senang menjalani nya . kamu sudah seperti anak bibi sendiri". ucap bibi yang juga menangis .
mereka pun berbagi cerita kegembiraan mereka dan berpelukan..