Terjebak Ditubuh Istri Yang Terabaikan

Terjebak Ditubuh Istri Yang Terabaikan
penghianat


__ADS_3

"Ki ... Berhenti ki, ini tidak seperti yang kamu lihat." aku menangkap basah kekasihku sedang berciuman dirumahnya.


"Tega kamu menghianati hubungan kita ya Dim, apa kurangku?"


"Apa tidak ada wanita lain yang bisa kamu jadikan selingkuhan ha." aku memukul dada bidang kekasihku."


"Dia itu saudaraku dimas!"


"Dia yang menggodaku duluan kinan."


"Oh ... Jadi dia yang menggodamu?"


"Lalu kenapa kamu mau berciuman dengannya? kamu mau bilang kalau dia yang memaksamu."


"Dasar Laki-laki brengsek." aku memukul dimas dengan tas yang aku jinjing."


"Sudah berapa lama hubungan kalian ha."


"Sakit ki ... kamu apa-apaan sih." aku terus menghajar Dimas dengan tas jinjingku.


"A-aku khilaf ki, Aku hanya main-main saja dengannya."


"Kurang ajar kamu ya Dim, berani-beraninya kamu menghianatiku."


"Main sana sepuasnya dengan wanita itu."


"Kamu dengar baik-baik ... kita putus!" Akan aku buat kamu menyesal karena telah menghianatiku Dimas."

__ADS_1


Setelah puas menghajar penghianat itu, aku pergi membawa motor matik kesayanganku dengan kencang.


"Kinan .. Maafkan aku ki." teriakku


"Ahhhh ... Sial." Aku mengendarai motorku mengejar kinan.


Aku hanya main-main dengan Nisa saudara sepupunya kinan, karena dia selalu menggodaku dan akhirnya aku terperangkap dalam godaannya.


Akhir-akhir ini aku mulai jenuh dengan hubungan kami. jangankan untuk berciuman, memeluk Kinan saja aku belum pernah. Kami pacaran benar-benar secara sehat, palingan hanya sebatas pegangan tangan.


Awalnya aku tidak mempermasalahkan itu semua karena aku mencintai Kinan, tapi makin kesini aku semakin jenuh, ditambah lagi jika berkumpul dengan teman-temanku, mereka selalu mengejek cara berpacaran kami.


Disaat aku dilanda jenuh, Nisa saudaranya Kinan selalu menggodaku awalnya aku cuek karena aku tidak tertarik sama sekali dengannya.


Tapi dia semakin gencar mendekatiku, apalagi dengan penampilan seksinya, sangat jauh berbeda dengan penampilan Kinan yang peminim.


Aku laki-laki normal, tidak mungkin menolak jika disuguhkan hal semacam ini apalagi aku tidak pernah mendapatkannya dari Kinan.


Aku benar-benar tergoda dengan kemolekan tubuh Nisa walaupun wajahnya tidak secantik Kinan tapi aku mendapatkan kepuasaan dari Nisa.


Wanita ini benar-benar mampu membangkitkan gairahku. Kami memang belum pernah melakukannya, karena aku masih menjaga keperjakaanku untuk Kinan wanita yang sangat aku cintai.


tapi cara berpacaran kami benar-benar telah melewati batas.


"Kinan ... Dengerin penjelasanku dulu." aku tetap berteriak memanggil nama kinan.


"Aku tau apa yang kamu takutkan Dimas, aku tidak akan memaafkan kamu kali ini."

__ADS_1


"Apa kurangnya aku selama ini, tega sekali kalian berdua menghianatiku."


Aku mengusap airmataku dengan kasar, aku bukan wanita yang mudah ditindas. Akan kupastikan kalian berdua akan membayarnya.


Tenang Kinan, kamu bukan wanita yang cengeng, tidak pantas kamu menangisi penghianat seperti mereka.


Hiks, Hiks ...


"Aku tidak boleh nangis, tidak boleh."


Wuaaahhaaa ... akhirnya tangisku pecah, beberapa orang melirik kearahku.


"Apa kalian lihat-lihat, tidak pernah melihat orang nangiskah."


Aku menambahkan kecepatan laju motorku Dan dari arah berlawanan muncul sebuah mobil dengan kecepatan tinggi


Tabrakan tidak bisa dihindari, motorku hilang kendali lalu ...


aaaaaaaaa ...


Bruaaakkk ... Tubuhku terpental kejalanan lalu kepalaku membentur trotoar.


"Kinaaaan ... Aku membuang motorku sembarang arah, lalu berlari kearah Kinan yang tidak sadarkan diri, darah mengalir dari kepalanya membasahi bajuku.


Tubuhku bergetar menyaksikan kejadian ini, semua ini terjadi karenaku, Kinan tidak akan begini jika aku tidak menghianatinya.


"Ki ... Bangun ki." aku menangis memeluk tubuh Kinan yang terkulai tidak sadarkan diri.Jika terjadi sesuatu dengn Kinan, ini akan menjadi penyesalan seumur hidupku.

__ADS_1


By : mikhayla92


__ADS_2