
Kinan dilarikan kerumah sakit, tubuh bergetar saat ikut menggotong tubuh Kinan yang bersimbah darah kedalam mobil ambulance.
Aku menghubungi kedua orangtua Kinan, astaga ... Jika orangtua Kinan tahu jika akulah pemicu kecelakaan, mereka pasti akan mencabut beasiswaku.
Orangtua Kinan adalah salah satu pemilik universitas ternama, dan mereka termasuk orang terpandang dikota ini
Karena Kinanlah aku bisa masuk ke universitas ternama ini. Sebenarnya aku sangat mencintai Kinan, tapi karena mengikuti logikaku aku menghianati hubungan kami.
Nisa hanya pelampiasan nafsu untukku, disaat aku tidak mendapatkannya dari Kinan. Kinan benar-benar menjaga marwahnya sebagai seorang wanita, itu yang membuatku segan untuk menyentuhnya, dan dia lebih pantas untuk menjadi istriku kelak.
Dan untuk penggantinnya aku mencari kesenangan diluar, aku hanya main-main dengan Nisa saudara sepupunya Kinan, akhirnya Kinan memergokiku sedang berciuman dengan saudaranya.
Aku tidak menyangka hubungan yang kami jalin sejak lama akhirnya kandas juga, Kinan yang mengakhirinya.
Disaat aku sedang termenung, tepukan dipundakku membuyarkan lamunanku. Ternyata orangtua Kinan yang melakukannya.
"Apa yang terjadi dengan putriku? Ujar papanya Kinan cemas."
"Ki-kinan kecelakaan om?" ucapku terbata.
"Jelaskan lebih detail dimas, kenapa Kinan bisa kecelakaan." tekan papanya Kinan.
"Tadi Kinan bilang dia akan terlambat pulang, karena dia ingin mampir dulu ketempatmu."
"Apa perlu om cari tahu sendiri?"
"Jelaskan Dimas ..." bentak papanya Kinan.
"I-iya om ... Kinan kecelakaan setelah pulang dari rumahku."
__ADS_1
"jadi darimana kamu mengetahui jika Kinan kecelakaan?" selidiknya.
"Ki-Kinan memergokiku be-berselingkuh om."
Sebuah tamparan mendarat dipipiku.
"Berani sekali kamu menghianati putriku." teriak mamanya Kinan, sedari tadi dia hanya diam, tapi saat aku mengatakan jika aku berselingkuh mamanya Kinan langsung mengamuk.
"Jika terjadi sesuati terhadap putriku, aku akan membunuhmu." Mamanya Kinan histeris sambil memukulku.
Aku bersujud dikaki mereka, aku bena-benar menyesal.
"Maafkan aku om, tante ... Aku khilaf."
"Kami tidak akan memaafkanmu, pergi kamu Dimas." mamanya Kinan mendorongku.
"Putri kita sedang berjuang didalam sana, Kita lebih baik mendoakan keselamatan Kinan."
"Dimas ... pergilah." ujar papanya Kinan.
Tidak ingin menambah masalah, akhirnya aku pergi
"Pa ... Mama takut terjadi sesuatu dengan putri kita."
"Papa harus kasih Dimas pelajaran, dia telah berani menyakiti Kinan, putri kesayangan mama." aku menangis dipelukan suamiku.
"Mama harus tenang, papa akan buat perhitungan dengannya, apapun akan papa lakukan demi Kinan.
Kami semakin gelisah menunggu dokter didalam sana.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali pa?"
"Tenanglah ma, dokter pasti melakukan yang terbaik untuk putri kita.
Sekian lama menunggu, akhirnya pintu ruangan operasi terbuka, kami melangkah kearah dokter yang menangani operasi Kinan.
"Ba-bagaimana keadaan putriku dokter?"
"Maaf buk ... Dengan berat hati kami menyampaikan putri ibu koma."
"Ko-koma dok?"
"Iya bu ... karena benturan dikepalanya sangat keras, membuat otaknya cedera."
"Apakah putriku akan sadar dokter?" ujar papanya Kinan, dia sedikit lebih tenang dariku.
"Aku tidak bisa memastikan kapan pasien akan sadar, kesembuhannya tergantung pada keparahan penyebab dan respon pasien terhadap pengobatan."
"Ti-tidak mungkin putriku koma, pa ..."
"Ma, sadar ma." aku menepuk pipi istriku.
Dokter meminta suster membawa istriku kesalah satu ruang inap.
Putriku Kinan dpindahkan keruang ICU, banyak selang-selang terdapat ditubuhya.
Lama aku terdiam menatap putriku yang terbaring lemah. Aku masih ingat selama belasan tahun pernikahan kami menantikan buah hati, dan akhirnya penantian kami tidak sia-sia sembilan belas tahun yang lalu istriku melahirkan putri yang sangat cantik yang kami beri nama KINANTI.
By : mikhayla92
__ADS_1