Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)

Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)
BAB 1:22


__ADS_3

Flasback on


"Sayang aku hamil"


Anggara menoleh pada Sandra yang dimana gadis itu tengah bersandar manja pada pundaknya, sebuah senyuman yang tadinya terukir indah di bibir Anggara kini perlahan memudar.


"A..apa?!"


Sandra mengangkat kepalanya dari sandaran pundak Anggara lalu tersenyum manis padanya, senyuman yang terlihat sangat cantik bagi siapapun yang meilhatnya.


"Aku hamil sayang" bisik Sandra seraya tangaannya bergerak untuk mengelus perut ratanya "Kau tau? aku sangat bahagia sekali"


Anggara mengeraskan otot-otot wajahnya "Siapa yang menghamilimu?!" tanyanya sarkas


Gadis berusia 20 tahunan itu mengernyit tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Tentu saja anakmu sayang, memangnya siapa lagi?"


Anggara tersenyum smirk, ia menarik diri manjauh dari Sandra dan berjalan ke arah jendela besar diapartemen milik gadis itu.


"Kau itu seorang jal*ng, aku yakin kau bahkan akan kebingungan untuk menebak siapa ayah dari bayimu itu" ucapnya dengan nada datar seraya kedua matanya memandangi langit sore yang terhampar luas diluar sana.


Sandra terdiam, ia meremas kaus yang ia kenakan, merasakan sesak yang teramat dalam saat mendengar hinaan dari kekasih yang sangat ia cintai. Entah apa yang membuat Anggara berubah dengan cepat, ia bahkan tidak meyangka deretan kalimat kasar itu terlontar dari mulutnya.

__ADS_1


Sandra berjalan perlahan menghampiri pria itu dan berdiri disisinya "Tapi kau tau kalau aku sudah berhenti dari pekerjaan itu semenjak aku mengenalmu sayang" ucap Sandra dengan nada yang bergetar


Anggara menoleh, mimik wajahnya sama sekali tak berubah, dingin dan datar, pertama kalinya Sandra melihat ekspresi sang kekasih yang seperti ini.


Selama tujuh bulan mereka berkencan, Anggara selalu bersikap manis pada Sandra, ia tidak pernah menyakiti Sandra, ucapannya selalu terdengar manis, sikapnya yang selalu hangat membuat Sandra sangat mencintai Hwan, hingga ia rela berhenti dari pekerjaannya sebagai wanita penghibur.


Ibunya pergi meninggalkannya bersama ayahnya yang pecandu Alkohol dan seorang penjudi, Sandra terpaksa melakukan pekerjaan kotor itu demi bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dan membayar hutang-hutang ayahnya.


"Aku tidak percaya, bisa saja kau tidur dengan laki-laki lain dibelakangku karena kau kehabisan uang dan--"


PLAKK!!


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Anggara, nafasnya menggebu-gebu, gadis itu tidak memperdulikan airmatanya yang sedari tadi sudah mengalir membasahi pipinya, ia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat menahan emosi dan juga rasa sakit yang tengah mengumpul penuh dalam dadanya.


Pria ity menatap Sandra dengan mata yang mulai memerah, ucapannya pada Sandra sebenarnya hanyalah sebuah alasan, ia tau jika Sandra sangatlah mencintainya begitupun dengan dirinya yang juga sangat mencintai Sandra, Namun hari ini ia harus mengambil keputusan demi masa depannya.


"Maaf aku tak bisa menikahimu"


Rentetan kalimat yang diucapkan pria itu membuat tubuh Sandra gemetar, airmatanya sudah mengalir melimpah ruah membasahi kedua pipinya "K..Kenapa??"


Tatapan Anggara menyendu, hatinya juga terasa sakit namun ia harus tetap mengatakan kebenarannya pada Sandra "Karena aku sudah berkeluarga"


Kedua mata Sandra membelalak tak percaya, lagi-lagi airmata itu mengalir dari pelupuknya tanpa bisa dicegah "A..Apa?"

__ADS_1


Anggara menunduk, tanpa terasa setetes air matanya pun terjatuh, penyesalan itu menghantamnya dengan kuat membuat dadanya terasa begitu sesak.


"Maaf aku telah membohongimu, sebenarnya aku sudah menikah 3 tahun yang lalu dan sudah memiliki seorang putra, aku tidak bisa melanjutkan ini semua"


Anggara yang saat itu hanya sekedar mencari kesenangan datang ke sebuah club, ia bertemu Sandra dan saat itu ia terjatuh dengan pesona seorang gadis bernama Sandra hingga ia melupakan statusnya yang telah menikah. Hubungan itu semakin lama semakin dalam tanpa Sandra tau kebenaran yang sesungguhnya. Namun Anggara berani bersumpah jika ia benar-benar mencintai Sandra.


Bebarapa bulan berlalu Anggara baru menyadari bahwa hubungan ini tidak benar, ia tidak mau terus menerus membohongi istrinya dengan bermain api dibelakangnya seperti ini, apalagi saat ini ia mendengar bahwa Sandra tengah hamil anaknya, rasa takut dan bimbang itu benar-benar menghantuinya dalam sekejap, hingga ia harus mengambil keputusan untuk meninggalkan Sandra.


Pria itu tahu jika anak dalam kandungan Sandra memanglah darah dagingnya namun jika istrinya sampai tahu keadaan ini, ia takut wanita itu menceraikannya dan ia kehilangan harta bendanya, Renata adalah putri semata wayang dari seorang konglomerat, hal itu lah yang menjadi alasan Anggara tega meninggalkan Sandra dan darah dagingnya sendiri.


"Bagaimana denganku? dengan anak kita?" Sandra mulai terisak, ia seolah sampai pada jalan buntu yang tidak tau harus berbuat apa


Anggara menggeleng pelan seraya menghapus airmata dipipinya dengan ibu jarinya "Terserah padamu, tapi hubungan kita harus berakhir"


Kalimat itu menjadi kalimat penutup Anggara sebelum pria itu berjalan pergi meninggalkan Sandra dengan tubuh yang meluruh ke lantai disertai dengan tangisan pilu yang sangat menyayat hati, gadis itu memeluk perutnya sendiri.


"Ibu akan mempertahankanmu Nak"


Flasback off


^Happy Reading^


Jangan lupa tinggalkan Vote, Like dan Komennya Readers:)

__ADS_1


__ADS_2