Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)

Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)
BAB 1:29


__ADS_3

"Sudah tidak ada waktu lagi, kita harus segera keluar dari rumah ini" ujar Jeon seraya mengusap airmata dipipi Mayla dengan ibu jarinya


Mayla tersenyum haru kemudian mengangguk pelan "terima kasih" gumamnya membuat Jeon mengulas senyumnya disana


Baru saja beberapa langkah Mayla berjalan tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan angkuh dari salah satu pintu didekat tangga, menampilkan Devan dalam keadaan telanjang dada dan dibelakangnya Ellena memunculkan dirinya dengan balutan gaun malam transparan sepanjang setengah paha berwarna hitam, wanita itu tersenyum miring pada Mayla dan Jeon.


"Kau terlihat seperti ****** Ellena!" pekik Mayla


"Apa bedanya dengan dirimu Mayla, hm?" balas Ellena dengan senyum smirk


Jeon berdecak "Mengapa adikku ini selalu ikut campur hah?!"


Mayla menatap Devan dan Ellena dengan airmata yang menggenang dipelupuknya, hatinya berdenyut nyeri melihat pemandangan ini, biar bagaimanapun Devan masih berstatus suaminya.


Jeon menggeser tubuhnya untuk berdiri didepan Mayla, menghalangi pandangan Mayla pada dua bajingan itu.

__ADS_1


"Biarkan aku membawa Mayla, lelaki bajingan sepertimu tidak pantas mendapatkannya, kau lebih pantas dengan ****** disampingmu" ujar Jeon dengan nada dingin


Devan tersenyum smirk "Coba saja kalau kau bisa"


Setelah Devan mengatup bibirnya, tiga orang berbadan besar muncul dari tangga. Jeon melirik Mayla yang masih berada dibelakangnya "Kau tetaplah disini Nonna"


Tiga pria berbadan besar itu berlari ke arah Jeon, lagi-lagi ia berterima kasih pada ibunya karena pernah memasukkannya ke pelatihan tekwondo.


Jeon mempersiapkan diri, beberapa tinju pun diarahkan pada Jeon namun ia berhasil meghindar, ia membalasnya dengan tendangan, pukulan pada salah satunya hingga pria itu tak berdaya.


Satu orang tersisa yang tiba-tiba mendaratkan pukulannya pada bagian belakang kepala Jeon hingga terjatuh, Jeon meringis merasakan pusing dan nyeri hebat yang menjalar dikepalanya, ia memegangi bekas pukulan itu dan mendapati darah segar ditelapak tangannya, sepertinya jahitan dikepalanya terbuka akibat pukulan itu.


Seseorang itu menyeringai yang membuat Jeon menatapnya marah, ia lantas bangkit dan menubruk orang itu secepat kilat, ia menduduki perut pria itu dan melayangkan beberapa pukulan diwajah orang itu sampai--


DARR!!

__ADS_1


"JEON!!!" teriak Mayla


Kedua mata Jeon membelalak lebar merasakan rasa panas dan nyeri dipunggungnya saat timah panas itu menembus tubuhnya, aroma besi berkarat menyeruak seketika. Perlahan tatapan matanya mulai sayu dan tubuhnya mulai melemah.


Mayla berlari menghampirinya, ia menarik Jeon untuk menepi dari atas tubuh orang yang sudah kehilangan kesadarannya itu.


"Jeonn..Jeon bangun.." tangis Mayla, ia menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Jeon, kekhawatirannya menyergap melihat keadaan Jeon yang tak berdaya


Jeon tersenyum lemah "A..aku baik baik saja No..na.." ucapnya dengan terbata menahan rasa sakit yang menjalar disekujur tubuhnya.


Mayla menggeleng kuat dengan airmata yang membasahi kedua pipinya, ia tahu Jeom tidak baik-baik saja, ia bersumpah ia takut kehilangan Jeon. Pria yang dengan beraninya mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya.


Rasa sakit itu semakin menguasai Jeon, bahkan kaus belakangnya sudah dipenuhi oleh cairan merah, pandangannya mulai mengabur, ia mulai kesulitan untuk bernafas, namun menguatkan diri untuk mengangkat tangannya yang bergetar lalu mengusap lembut wajah Mayla untuk menghapus airmatanya. Jeon mengulas senyum, sebuah senyum tulus yang berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam


"A..aku mencintaimu..Nonna"

__ADS_1



__ADS_2