Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)

Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)
BAB 1:24


__ADS_3

Bagi Jeon, Mayla adalah sebuah misteri, teka-teki atau apapun kau ingin menyebutnya, seperti sesuatu yang sangat sulit terpecahkan.


Mayla masih menginginkan Jeon disaat suaminya sendiri sudah berada dalam pelukannya.


Jeon tak ingin menaruh harapan apapun pada gadis itu sekalipun ia menyadari bahwa hatinya telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Mayla.


Jeon menyadari bahwa tak semua yang ia inginkan dapat berada dalam genggamannya, seperti sang Ayah yang tadinya ia kira akan tersenyum dan menyambutnya ke dalam pelukan, namun nyatanya hanya sebuah penolakan yang ia dapatkan.


Ibunya telah mengajari banyak hal, untuk menjadi anak yang baik, peduli terhadap sesama dan tidak menaruh kebencian pada siapapun, termasuk ayahnya. Jeon sudah melakukannya, menjadi anak yang baik dengan tak menyisakkan makanan dipiring, peduli terhadap sesama seperti saat menolong Stella yang menjadi korban Bullying, dan tidak mengkhianati Roy dengan menolak secara halus pernyataan cinta Stella padanya, karena ia tau Roy sangat menyukai gadis itu.


Namun untuk tidak menaruh kebencian pada siapapun rasanya sangat sulit sekali, ia merasa tertekan karena otak yang menjadi pusat sistem syarafnya menyuruhnya untuk membenci ayahnya, sementara hati kecilnya bergumam pilu, ia sangat merindukan sosok Ayah.


Tapi ibu, bolehkah aku menjadi anak nakal? hanya sekali lagi..


Karena yang Jeon lakukan saat ini adalah menggagahi menantu dari ayah kandungnya sendiri.


Di apartemen miliknya tepatnya dengan posisi Mayla yang terduduk diatas meja makan, membuka kedua pahanya lebar-lebar untuk memudahkan Jeon menghujam miliknya dibawah sana.


Ini sudah dua bulan sejak pertemuan Jeon dengan Ayah kandungnya untuk pertama kali, entah apa yang terjadi dengan pekerjaannya hingga Devan yang biasanya jarang pulang kini diam menetap dirumah mewah itu beberapa bulan terakhir. hal itu sedikit menyulitkan Mayla karena ia tidak bisa bebas untuk bertemu dengan Jeon.


Dan kali ini adalah kali kelima Mayla mendesah akibat perbuatan Jeon terhitung dari dua bulan yang lalu.


"AH Je..Jeon"


Mayla menancapkan kuku-kuku panjangnya pada punggung lebar Jeon, memeluknya erat untuk melampiaskan gejolak nafsu yang semakin membara.


Mereka sudah tak memperdulikan peluh yang semakin bercucuran, pakaian yang berserakan, kemeja Mayla yang kancingnya sudah berhamburan dilantai karena ulah Jeon yang menariknya tidak sabaran.


Bukan karena Mayla adalah pelanggannya, bukan juga karena ia ingin membalas dendam pada Ayahnya, namun kali ini Jeon benar-benar merindukan gadis itu, ia benar-benar telah jatuh pada gadis yang telah bersuami.

__ADS_1


"AHH..Je..Jeeoonnn.."


Jeon menatap kedua manik Mayla dengan jarak yang sangat dekat, kemudian menyeringai melihat wajah Mayla yang sudah sangat kacau dibuatnya lalu meraup bibir manis Mayla mel*matnya tanpa menghentikan pergerakan dibawah sana.


"Mmmhh..Ah you Like it Hmm?"


Mayla membalas l*matan itu, menyelipkan lidahnya kedalam sana, dan tetap menikmati walau ciuman Jeon terkesan rakus dan kasar.


"Hmmp!!"


******* Mayla tertahan saat diberi kenikmatan yang bertubi-tubi, membuat tubuhnya lemas seolah kehilangan gravitasi karena Jeon membuatnya seperti sedang melayang diudara.


Jeon melepaskan tautan bibir itu lalu menjilat bibir Mayla yang sudah sangat basah dan membengkak, ia berbisik ditelinga Mayla,


"Sedikit lagi sayang.."


Jeon menambah tempo gerakannya semakin cepat dan tak beraturan membuat Mayla memekik keras karena nikmat


"Hh F*ck!"


"AHHH!!"


Jeon menarik keluar miliknya sebelum cairan itu menyembur kedalam dinding rahim, ia memompanya dengan tangan membiarkan cairan itu keluar memenuhi perut ramping Mayla.


Keduanya menatap sayu dengan nafas yang terengah beberapa detik lalu setelahnya terlihat sebuah senyuman dari bibir keduanya.


"Kau menakjubkan" gumam Mayla


Pria itu terkekeh kemudian mengecup pucuk hidung Mayla "Dan kau sangat mengagumkan"

__ADS_1



Mayla memperhatikan wajah Jeon yang tengah tertidur dengan tenang, terkadang ia tertawa melihat wajah polos Jeon yang menggemaskan saat keadaan tertidur seperti ini.


Mata kelam yang tertutup kelopak, hidung mancung bak prosotan anak-anak, juga bibir kemerahan yang sangat mengundang gairah untuk dikecup.


Mayla menarik nafas pelan, entah sampai kapan ia akan melakukan hal buruk ini pada Jeon, bermain dibelakang Yongie dan membohonginya berulang kali. Yang membuat rasa bersalahnya saat ini adalah ia merasa seperti ada sesuatu yang berbeda, merasakan getaran-getaran aneh setiap kali mendapati Jeon memperhatikannya, juga merasakan kebahagiaan saat Jeon memberinya perhatian kecil.


Seperti saat pria kecil ini mengirimkannya sebuah kotak makanan ke kantornya saat itu, dengan sebuah tulisan didalamnya,


Nonna harus makan ya, kau lebih ringan dari yang terakhir kali aku menggendongmu, aku memasaknya sendiri loh! meskipun tidak seenak masakanmu, setidaknya tidak akan membuat perutmu sakit.


Pipi Mayla bersemu merah saat mengingat tulisan itu kembali, sangat manis.


Mayla tersenyum lalu membelai lembut kepala Jeon yang masih tertidur disampingnya dengan posisi saling berhadapan, Ia memajukan wajahnya lalu mengecup bibir Jeon lembut.


Masih dengan mata yang tertutup Jeon bergumam pelan "Nonna jangan nakal, aku ingin tidur"


Semburat merah seketika langsung muncul dari kedua pipi Mayla, ia sontak menjauhkan wajahnya membuat Jeon membuka matanya perlahan.


"Ya..yasudah sana tidur" ucap Mayla kikuk


"Bagaimana aku bisa tidur kalau Nonna terus saja memandangiku? bahkan tadi menciumku, kau ingin lagi ya?" balas Jeon dengan polosnya


Mimik wajah Mayla seketika berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.


"ISSSHH KAU!"


^Happy Reading^

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like, Vote dan Komennya Readers :)


__ADS_2