Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)

Terjebak Hasrat Kakak Ipar (REVISI)
BAB 1:26


__ADS_3

"Sayang! ku mohon biarkan aku keluar dari sini!" Mayla menangis, tangannya tak berhenti menggedor-gedor satu-satunya pintu diruangan itu setelah Devan memasukkannya pada sebuah ruangan gelap dan menguncinya dari luar. Mayla tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, yang jelas ini bukanlah kediamannya ataupun mertuanya.


Devan menyandarkan punggungnya dibalik pintu itu, merasa tak tega mendengar sang istri merintih dengan pilu dari dalam sana, ia menatap kedepan dengan pandangan yang sulit diartikan. Sampai saat ia menoleh ketika mendengar suara high heels yang terketuk nyaring mendekat padanya.


"Kau sudah memergokinya sayang?" tanya wanita itu seraya menggenggam tangan Devan yang hanya dibalas anggukan oleh pria itu.


Wanita itu adalah Ellena yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat dari Mayla, ia tersenyum penuh kemenangan lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Devan.


"Kan aku sudah bilang berulang kali padamu kalau Mayla memang benar-benar mengkhianatimu sayang, kau tau? bahkan ia sendiri yang memintaku untuk memberikan nomer Jeon saat itu" ujarnya penuh kebohongan


Selama ini Ellena sengaja menjebak Mayla agar ia bisa merebut Devan dari sahabatnya itu.


Mayla dan Ellena sudah berteman sejak dibangku sekolah menengah atas, saat itu Mayla memperkenalkan Devan padanya seminggu sebelum pernikahan itu berlangsung, Ellena yang mengetahui Devan adalah anak semata wayang dan pewaris utama dari salah satu perusahaan terkaya dinegaranya mengatur rencana untuk menjebak Mayla yang seolah telah berselingkuh dibelakang Devan.


Devan mengidap sebuah penyakit yang membuat pola pikirnya tidak stabil dan mudah terpengaruh, itu membuat Ellena semakin terobsesi untuk memiliki Devan, dan juga Mayla yang selalu menceritakan bagaimana suaminya yang jarang pulang, bagaimana suaminya bermain kasar setiap berhubungan intim, itu pun menjadi salah satu alasan Ellena membulatkan tekadnya demi bisa mendapatkan suami sahabatnya. Ia sangat menyukai permainan kasar sama seperti yang Devan lakukan.


Sejujurnya Mayla merasa tidak nyaman setiap kali berhubungan intim dengan suaminya, ia merasa tersiksa setiap kali mendapatkan cambukan, ikatan dan tamparan saat mereka melakukan itu, Mayla membutuhkan sosok yang memperlakukannya dengan lembut namun terkesan penuh gairah seperti yang dilakukan Jeon selama ini, itulah alasannya kenapa sampai saat ini Mayla masih membutuhkan Jeon.


Jika ditanya Mayla mencintai Devan atau tidak? jawabannya adalah Ya, itulah sebabnya ia masih bertahan meski diperlakukan bak seorang jal*ng oleh suaminya.


Dan untuk Devan, apakah ia mencintai Mayla atau tidak? jawabannya Tidak tau, karena saat ini ia telah memilih langkah untuk masuk ke dalam perangkap Ellena.


......................


"NONNA!!"

__ADS_1


Jeon berteriak bangun dari tidurnya dengan nafas yang menggebu-gebu.


"Jeon tenanglah!" Jimin memegang kedua pundak Jeon, menahan sahabatnya itu agar tak banyak bergerak dan kembali ke posisi berbaringnya, namun Jeon memberontak, ia menghempaskan kedua tangan Roy dan berusaha untuk bangkit.


Dua jam yang lalu Jeon ditemukan oleh petugas keamanan apartemen tengah tergeletak pingsan dengan darah memenuhi kaosnya, petugas itu yang juga teman dekat dari Roy segera menghubunginya, ia meminta Roy datang ke apartemen Jeon dan membawanya kerumah sakit.


"JEON!!" bentak Roy seraya mengguncang bahu Jeon "Kumohon tenanglah"


"Bagaimana aku bisa tenang jika Mayla membutuhkan bantuanku saat ini!"


"M..Mayla?" tanya Stella yang baru saja masuk dan saat ini tengah berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh pertanyaan "Siapa Mayla?"


Jeon dan Roy terdiam sejenak, kemudian Jeon memilih untuk bangkit dari posisi berbaringnya dan Roy tidak menahannya lagi.


Stella merasakan sesak menjalar di dalam dadanya saat mendengar apa yang baru saja Jeon katakan, pasalnya ia memang benar-benar menyukai Jeon saat pertama kali memandang wajah tampan pria itu yang menatapnya khawatir beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat Jeon menemukannya tengah terkunci dalam gudang sekolah.


"J..jadi Mayla yang kau maksud adalah Tante yang di apartemenmu waktu itu?" lirih Stella


Jeon terdiam beberapa saat, menyadari bahwa ia baru saja membongkar salah satu rahasianya, tetapi bagaimanapun juga ia tidak bisa terus menerus menutupi semuanya, Stella sudah seperti adiknya sendiri baginya, pada akhirnya ia juga akan tau dengan sendirinya.


"Roy akan menjelaskan semuanya padamu" ucap Jeon seraya melangkah keluar dengan terburu-buru


"Hey kau mau kemana!?" pekik Roy mengejar Jeon "Lihatlah kondisimu sekarang Jeon! sebenarnya apa yang telah terjadi?!"


Jeon menghentikan langkahnya "Suaminya itu memukul Mayla dan membawanya secara paksa, aku tidak bisa tinggal diam"

__ADS_1


"Kalian ketauan?" tanya Roy


"Saat aku ingin mengejarnya, dua bodyguard itu menghalangiku dan memukul kepalaku"


Stella yang mendengar percakapan itu hanya terdiam dengan sesak didadanya, ia baru saja tau kalau Jeon tengah terlibat hubungan yang tidak seharusnya.


"Yak! Jeon tapi kondisimu sekarang tidak memungkinkan, kau tau?!" pekik Roy khawatir, ia tidak mau sampai terjadi hal buruk pada sahabatnya itu.


Jeon menghela nafas pelan lalu berbalik menghadap Roy dan menepuk kedua bahu sahabatnya itu "Tenanglah, aku akan baik-baik saja" ucapnya lalu menyadari Stella berdiri mendengarkan percakapan mereka, Jeon menghampiri Stella lalu mengusap lembut kepala gadis itu "Jangan merasa tertolak olehku, Roy sangat menyukaimu kau tau?"


Stella menahan bibirnya agar tidak bergetar, mungkin sudah saatnya untuk ia membuka hati untuk Roy, lalu ia tersenyum tipis pada Jeon.


Roy menatap Jeon sendu, ia tahu betul Jeon selama ini sudah banyak menderita.


"Kalau begitu biarkan aku ikut denganmu" ucap Roy


Jeon menggelangkan kepalanya "Aku tidak mau melibatkanmu dengan masalah yang aku buat"


Jeon melangkah pergi meninggalkan Roy dan Stella yang hanya memandangi punggung lebar Jeon hingga menghilang dari pandangannya.


"Semoga Tuhan melindungimu Je"


^Happy Reading^


Jangan lupa Like, Vote dan Komennya Readers:)

__ADS_1


__ADS_2