Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Demi Planet Sogus


__ADS_3

Mendapati ajakan Husgar Vize, Mustofa cukup bingung. Tetapi Mustofa tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Husgar Vize yang sudah bergerak menuju Jendral Rojab dan pasukannya. Mustofa masih terus berfikir tentang kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Husgar Vize. Husgar Vize mengucapkan tidak perlu membatasi diri.


"Apakah selama ini Telekinesis masih menahan diri dan belum mengeluarkan kemampuan sesungguhnya?" Mustofa yang tidak dapat menebak kemampuan Husgar Vize, hanya terus mengikuti Husgar Vize dari belakang.


Di saat mereka berdua telah sampai pada rombongan Jendral Rojab, Husgar Vize bertanya tentang keadaan terkini. Mendapati pertanyaan dari seorang Telekinesis yang sudah tidak mungkin dia ragukan lagi. Jendral Rojab mulai menceritakan keadaan area yang sebentar lagi akan menjadi arena pertempuran. Jendral Rojab juga menyampaikan tentang kekuatan musuh yang sedang menuju dan telah memasuki langit Planet Sogus. Mendengarkan cerita Jendral Rojab bahwa belum semua pasukan roh merah yang masuk ke langit Planet Sogus, Husgar Vize menunjukkan raut wajah kecewa.


Setelah mendapat jawaban tersebut, lagi-lagi Husgar Vize mengajak Mustofa tanpa memberi petunjuk sedikitpun kepada Mustofa. Tetapi Mustofa kini lagi-lagi harus mengikuti Hushar Vize yang mulai pergi dan melesat maju menuju datangnya pasukan khusus roh hitam yang di pimpin oleh Komandan senior. Tanpa dapat memilih, Mustofa kembali mengikuti Husgar Vize dari belakang dan juga melesat ke arah datangnya pasukan khusus roh hitam.


Jendral Rojab yang melihat Husgar Vize dan Mustofa pergi ke arah datangnya pasukan roh hitam hanya melihat dengan keheranan tanpa tau maksud sebenarnya.


Sedangkan Husgar Vize yang melesat ke arah datangnya pasukan roh hitam, membuat terkejut Komandan senior yang melihat dua sosok melesat ke arah datangnya Komandan senior dan pasukannya. Mendapati ada kedua sosok yang tidak Komandan senior kenali dan hanya melesat melewatinya, membuat Komandan senior tidak terlalu mempedulikan. Karena Komandan senior menganggap ke dua sosok tersebut hanya makhluk yang memiliki pilihan yang tepat agar mereka berdua tidak mati, Komandan senior melepaskannya dan tidak menghiraukan Husgar Vize yang melesat melewati Komandan senior beserta pasukannya.


Melihat Komandan senior seakan melepaskan kedua sosok yang baru saja berpapasan dengan mereka. Seorang prajurit mengatakan kepada Komandan senior bahwa kedua makhluk yang mereka cari adalah yang baru saja berpapasan dengan mereka.

__ADS_1


Setelah mendapat informasi dari salah seorang yang mendengar dan pernah melihat wajah Husgar Vize dan mengenali Mustofa dari baju perangnya yang menandakan adalah seorang penjaga inti api. Komandan senior tersebut berhenti yang juga di ikuti pasukan khususnya.


Mendapati laporan tersebut, Komandan Senior mengajak semua pasukannya untuk mengejar Husgar Vize yang merupakan seorang Telekinesis dan seorang penjaga inti api.


"Rencana ku berjalan dengan sempurna." Husgar Vize membatin setelah melihat Komandan senior bersama pasukannya mengikutinya. Setelah beberapa saat kemudian, Husgar Vize sudah bisa melihat rombongan pasukan lainnya di kejauhan. Rombongan tersebut adalah rombongan Komandan Kupri yang sedang menunggu hasil dari serangan pertama yang di lakukan oleh Komandan Senior.


****


"Siapa mereka yang melesat ke arah kita? Apa mungkin Komandan senior telah tewas? Padahal aku belum melihat adanya serangan langsung jarak dekat. Apa mungkin Komandan Senior kalah dan lenyap hanya dengan tembakan laser Planet Sogus?" Komandan Kupri membatin dalam hatinya. Tetapi belum sampai terlalu jauh untuk berfikir macam-macam, Komandan Kupri melihat rombongan Komandan senior beserta pasukan khususnya juga terbang ke arah mereka dengan jarak yang cukup jauh dari Husgar Vize.


"Telekinesis? Ada apa? Mengapa tiba-tiba berhenti? Tidakkah kita akan menerobos rombongan di depan kita seperti kita menerobos kelompok pasukan yang tadi?" Mustofa yang dari awal tidak mengetahui rencana Husgar Vize, memberondong dengan berbagai pertanyaan yang bermaksud agar mendapat penjelasan atas rencana Husgar Vize.


Tetapi lagi-lagi Husgar Vize tidak menjelaskan dan kembali melesat setelah berhenti beberapa waktu. Kini di depan Hushar Vize yang ada rombongan Komandan Kupri dan di belakang Husgar Vize ada rombongan Komandan Senior dan Husgar Vize tidak memilih melesat ke arah keduanya, melainkan melesat pergi ke arah lainnya yang kembali di ikuti Mustofa yang masih belum mengetahui rencana dari Husgar Vize.

__ADS_1


Husgar Vize terus melesat pergi menjauh dari Planet Sogus seolah Husgar Vize ketakutan di kejar oleh rombongan pasukan khusus roh hitam yang kini kedua rombongan telah berbaur menjadi satu rombongan lagi untuk mengejar Husgar Vize dan Mustofa.


Husgar Vize yang melesat terbang tidak dengan kecepatan maksimalnya dan hanya terbang dengan menyesuaikan dengan kecepatan terbang pasukan khusus roh hitam. Husgar Vize melakukan hal tersebut agar pasukan khusus roh hitam semakin merasa di atas angin dan menganggap remeh Husgar Vize.


Semua rencana Husgar Vize berjalan sesuai dengan keinginan Husgar Vize. Mereka, pasukan khusus roh hitam telah masuk dalam perangkap Husgar Vize yang menginginkan Planet Sogus tetap aman tanpa menjadi fokus dari segala kekuatan yang dapat membahayakan Jendral Rojab beserta pasukannya yang bersusah payah menjaga lubang dimensi. Setidaknya memberi waktu untuk Jendral Rojab mendapat tambahan kekuatan dari roh merah yang lain.


"Aku rasa ini sudah cukup." Husgar Vize kembali behenti dengan tiba-tiba. Mustofa yang tidak ingin terlambat untuk mendapat informasi atas rencana Husgar Vize, secara spontan langsung menanyakan rencana Husgar Vize sesaat setelah Husgar Vize berhenti.


Mendapati pertanyaan Mustofa yang terlihat terburu-buru, Husgar Vize hanya tersenyum dan berkata, "kamu khawatir aku akan melesat lagi sebelum menjawab ya? Ha Ha Ha Ha."


"Kini aku tidak akan kemana-mana lagi sebelum melenyapkan mereka semua, sebab aku rasa kita sudah cukup jauh dari Planet Sogus." Husgar Vize melanjutkan kalimatnya setelah menjeda saat tertawa.


Mendapati jawaban tersebut, Mustofa langsung paham jika Husgar Vize tidak ingin membahayakan Planet Sogus yang akhirnya menjadi beban Husgar Vize ketika ingin meninggalkan Planet Sogus. Tetapi kini yang menjadi pertanyaan di dalam hati Mustofa yaitu, apakah Husgar Vize memiliki kemampuan yang sama dengan keyakinannya.

__ADS_1


Meski sebenarnya Mustofa masih merasa yakin akan menang jika melawan, tetapi tidak yakin untuk dapat melindungi Husgar Vize ketika melakukan pertempuran. Pemikiran yang wajar dari Mustofa, sebab mereka harus melawan 5000an pasukan yang memiliki kemampuan tingkat tinggi. Merasa khawatir tidak dapat melindungi Husgar Vize, Mustofa meminta ijin kepada Husgar Vize untuk pergi menjauh dan membiarkan Mustofa untuk menghadapi mereka sendiri agar tidak memiliki beban saat bertarung nantinya. Pemikiran yang cukup merendahkan kemampuan Husgar Vize. Tetapi Husgar Vize hanya menanggapi dengan senyuman meski Husgar Vize tau bahwa Mustofa menganggap rendah kemampuannya.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™


__ADS_2