Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Pelatihan Pertama


__ADS_3

**Di dalam Goa**


"Pie, bangunlah..." Setelah tanpa sadar Husgar Vize tertidur, Husgar Vize terbangun setelah tertidur selama dua jam di dalam goa dan membangunkan Pie Jiru.


Pie Jiru terbangun dengan sangat terkejut dan dengan sekejap duduk d tempatnya tertidur... "Berapa lama aku tertidur Husgar."


"Entahlah, aku tadi juga tertidur." Husgar Vize menjawab dan kembali berfikir tentang kesalahan apa yang dia perbuat sehingga Udirdagch sangat marah...


Husgar Vize juga menanyakan atas kebingungannya kepada Pie Jiru, tetapi Pie Jiru juga menganggap tidak ada yang salah dengan apa yang dia katakan.


"Lalu apa tindakan kita sekarang...?" Pie Jiru bertanya kepada Husgar Vize dengan memperhatikan tempat sekitar dengan saksama. Melihat Pie Jiru yang menoleh kesana kemari dengan sekali-kali memfokuskan pada suatu Hal, Husgar Vize juga melakukan hal yang sama sembari menjawab pertanyaan Pie Jiru.


"Selama kita tertidur, nampaknya tidak ada sesuatu hal terjadi." Pie Jiru berbicara kepada Husgar Vize setelah melihat keadaan sekitar dengan seksama.


Husgar Vize dan Pie Jiru yang menganggap Volvo Emie dan lainnya telah tewas, mulai berfikir tindakan apa yang akan mereka lakukan. Mereka kemari karena tidak mungkin menuju Planet Vugada dan memutuskan berlatih ke salah satu Planet di Galaksi jatuh dan akhirnya mendarat di Planet Mesimet'i yang ternyata Planet pengendali logam. Hal yang paling di butuhkan sebenarnya. Tetapi tanpa mereka ketahui alasannya, sang pengendali logam tingkat puncak tiba-tiba marah tanpa mereka tau alasannya.


Menjadi buronan sebuah Planet yang seluruhnya adalah pengendali logam tanpa memiliki pesawat dan masih merasa terancam jika untuk saat ini mereka di temukan oleh Udirdagch yang sebelumnya marah, membuat mereka benar-benar bingung.


Dalam kebingungan, Huagar Vize mencoba untuk mengendalikan logam yang berada si langit-langit goa dan menutup pintu keluar masuk satu-satunya. Karena Hushar Vize masih berada di tingkat awal, Husgar Vize masih belum bisa memisahkan tanah dengan logam dengan kekuatannya.


Husgar Vize hanya dapat mengubah bentuk suatu logam murni. Sehingga Husgar Vize dengan susah payah menutup Pintu keluar masuk dengan cara mencari logam di dinding-dinding goa.


"Kau bisa menutup nya apa tidak? Dari tadi yang aku lihat tidak ada perkembangan dengan pembentukan pintu goanya." Pie Jiru sedikit mengejek kepada Husgar Vize yang sedang bersusah payah mengendalikan logam dan merubahnya untuk menjadi pintu atau penutup Goa.

__ADS_1


Husgar Vize menghentikan tindakannya untuk mengendalikan logam di sekitar untuk menjadikan sebuah penutup goa. Melihat Hal tersebut, Pie Jiru merasa bersalah karena telah mengejek Husgar Vize.


Pie Jiru mengira Husgar Vize menghentikan tindakannya karena Husgar Vize jengkel terhadap ocehannya.


"Jika kau tersinggung dengan kata-kata ku, aku minta maaf. Sebaiknya kau teruskan menutup goa ini, jangan hiraukan ucapanku. Aku akan diam mulai sekarang dan kau lanjutkan lah bekerja." Pie Jiru yang menganggap sangat penting menutup goa agar mereka tidak mudah di temukan, lalu berhenti menceloteh dan merapatkan mulutnya. Menandakan Pie Jiru akan diam.


Tetapi Husgar Vize menghentikan tindakannya bukan karena tersinggung oleh ocehan Pie Jiru, melainkan karena hal lain.


"Aku sudah diam... Teruskanlah," ucap Pie Jiru yang langsung menutup mulutnya rapat lagi setelah berucap.


"Aku tidak tersinggung dengan ucapanmu yang tidak bermutu, tapi ada hal lain. Apakah kau tidak menyadari suatu hal?" Husgar Vize berucap dengan sedikit mengejek Pie Jiru dan mempertanyakan hal yang dia curigai. Tetapi dengan sigap Pie Jiru menjawab dengan gelengan kepala. Menandakan Pie Jiru tidak mengetahui hal yang di curigai oleh Husgar Vize.


"Pie, lepaskan rompimu...! Keluarkan lempengan logam di dalamnya." Dengan Segera dan tidak banyak bertanya, Pie Jiru melepaskan rompinya dan mengeluarkan logam yang berada di dalam rompi.


Logam tersebut bergerak dan menyatu dengan logam yang telah menutup sebagian goa. Tetapi yang terjadi, penutup goa tidak bertambah untuk semakin menutup goa tersebut.


"Apa yang salah, kenapa tidak bertambah menutup?" Pie Jiru bertanya kepada Husgar Vize.


"Itulah yang aku anggap janggal." Husgar Vize berkata dengan raut wajah yang memperlihatkan keheranan.


**Di tempat terpisah**


"Hahahahahaha..." Suara tawa Udirdagch yang tiba-tiba, mengagetkan semua yang sedang berjalan bersama dengan Udirdagch.

__ADS_1


"Apanya yang lucu, mengagetkan saja!!" Pie Emie yang berada di pundak Kie Jordi mengomel dengan suara lucu dan imutnya karena terkejut dengan tawa Udirdagch.


"Lucu saja, karena saat ini aku sedang melatih Husgar Vize." Udirdagch mengatakan kepada semua nya, bahwa Udirdagch sedang melatih Husgar Vize secara tidak langsung dengan selalu membenamkan setiap logam yang di gunakan menutup goa.


"Sebentar lagi kita akan sampai di tempat Husgar Vize berada, dia berada si sana." Udirdagch berbicara dengan menunjuk sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi.


Husgar Vize yang masih terus mencoba dengan terus menambah logam apapun yang berada di luar gua. logam apapun yang bisa dia rasakan dan dia tarik ke dalam goa guna menambah logam untuk menutup goa.


Terus mencoba dengan menambah intensitas pengendaliannya. Semakin cepat Husgar Vize menambah kan bahan logam, tetapi penutup goa yang ingin dia bangun seakan tidak bertambah.


Tanpa di sadari oleh Husgar Vize karena masih terus berusaha, kemampuan pengendalian logam Husgar Vize telah meningkat ke tingkatan selanjutnya. Hingga Husgar Vize berhenti lagi untuk melakukannya karena merasa itu hal yang percuma karena penutup goa tetap tidak bertambah untuk menutup goa.


Baru dua detik Husgar Vize berhenti melakukan pengendalian logam, Husgar Vize terjatuh dan meronta dengan keras. Merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Ada apa Husgar? Ada apa denganmu?" Dengan khawatir, Pie Jiru yang tidak mengetahui penyebab yang terjadi karena dengan tiba-tiba Husgar Vize merintih kesakitan.


"Sekujur tubuhku seperti tertusuk ratusan bahkan ribuan jarum. Ada apa denganku, benar-benar menyakitkan." Husgar Vize membatin dengan merasakan sakit yang ekstrim di sekujur tubuhnya.


Pie Jiru yang tidak dapat berbuat apa-apa, hanya berdiam diri dan menatap Husgar Vize seperti merasakan sakit yang di rasakan Husgar Vize.


"Sebaiknya kita mempercepat langkah kita," ucap Udirdagch kepada yang lainnya tanpa memberikan alasan. Saat mereka semua berjalan semakin cepat, muncul piringan logam cukup besar dari dalam tanah, sehingga menghentikan langkah Udirdagch dan lainnya.


"Kenapa tidak dari tadi?" dengan wajah lesu Kie Jordi mempertanyakan tentang piringan logam yang saat ini membawa mereka semua dengan berkali lebih cepat di banding berlari. Karena jika piringan logam tersebut sudah dari tadi di gunakan, Kie Jordi tidak perlu repot-repot dan capek untuk menggendong Volvo Emie yang tidak dapat mengimbangi langkah yang lainnya. Karena perbedaan postur tubuh yang mencolok.

__ADS_1


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™


__ADS_2