
"Husgar, anda tidak perlu mencemaskan akan hal ini. Planet Mesimet'i sangat mampu menangani hal semacam ini." Udirdagch tidak ingin Husgar Vize ikut dalam peperangan, sebab Udirdagch masih menganggap kemampuan Husgar Vize terlalu rendah.
**Di Tempat Terpisah**
Pesawat-pesawat Planet Mesimet'i sudah keluar dari lorong yang menembus dari kedalaman ke permukaan laut Planet Mesimet'i. Seribu pesawat berjejer di permukaan Planet Mesimet'i mengarah dari arah datang nya musuh.
Rudal yang berada di angkasa Planet Mesimet'i bagaikan sebuah perisai mulai bergerak meluncur k arah musuh. Belasan ribu rudal bergerak hampir bersama menuju arah datangnya pesawat-pesawat musuh.
Setiap orang dalam pesawat Planet Mesimet'i mengendalikan dua hingga tiga rudal untuk menyerang. Beberapa jam berlalu hingga pesawat musuh kini sudah mulai berkurang dan semakin dekat.
Dengan semakin dekatnya pesawat musuh, pesawat-pesawat Planet Mesimet'i terpaksa harus memulai peperangan jarak dekat. Jendral Dzhambul memerintahkan semua pesawat pasukannya menuju angkasa Planet Mesimet'i dan bersiap untuk bertempur jarak dekat.
Tidak lama berselang terdengar ledakan-ledakan hampir bersamaan. Ledakan dari barisan rudal yang terjejer rapi bagaikan ranjau angkasa. rudal yang berbaris di angkasa Planet Mesimet'i meledak karena terjadi benturan antara rudal yang berjejer rapi di angkasa Planet Mesimet'i dengan pesawat musuh ataupun rudal yang di luncurkan musuh..
Dalam pertempuran jarak dekat, tidak ada pesawat yang menggunakan kecepatan cahaya terus menerus, karena terlalu berbahaya akan terjadi tabrakan dengan musuh atau teman sendiri. Hanya sesekali ada yang menggunakan kecepatan cahaya untuk bermanuver menghindari serangan atau bahaya lainnya.
Pesawat musuh yang berhasil menerobos masuk melewati barisan rudal yang berjejer di angkasa Planet Mesimet'i tersisa tiga ratusan pesawat yang kebanyakan menyisakan pesawat-pesawat besarnya.
**Di Sisi Lain, Beberapa Saat Sebelumnya**
"Jendral, rencana kita tidak berjalan mulus. Belasan ribu rudal dari Planet tersebut, mengarah kemari. Setiap pesawat pasukan kita terkunci oleh belasan rudal." Seorang Komandan melaporkan keadaan situasi terakhir pertempuran.
__ADS_1
"Sepertinya ini lebih sulit dari bayanganku. Siapa penghuni planet itu? Kenapa sinyal pesawat Huna berada di sana!!" Jendral Mozi membatin setelah mendapat laporan dari Komandannya.
"Satu menit sebelum benturan, aktifkan sistem pertahanan otomatis." Suara seorang prajurit yang berada di salah satu monitor.
"Pertahankan posisi...!! Aktifkan sistem pertahanan otomatis, gunakan kecepatan penuh!! Tidak ada yang boleh menghindar, terus bergerak maju...!!" Jendral Mozi memeraintah pada semua pasukannya melalui alat komunikasi.
"Itu suara Jendral Mozi, tidak ada pilihan. Tetap dalam posisi." ujar salah seorang Kapten pesawat yang berada di barisan depan. Semua Kapten pesawat juga menyerukan hal yang memiliki pengertian yang sama kepada kru pesawat nya.
Dhem... Dhem... Dhem... Dhem... Suara ledakan yang di akibatkan rudal-rudal Planet Mesimet'i yang berbenturan oleh sistem pertahanan pesawat pasukan Jendral Mozi, ataupun ledakan pesawat yang meledak terkena rudal.
Meski pasukannya berkurang cukup banyak, pesawat-pesawat pasukan Jendral Mozi terus melesat mengarah ke Planet Mesimet'i. Tidak ada pesawat yang mengurangi kecepatan, semua pesawat terus melaju menuju Planet Mesimet'i.
"Kapten, terdapat rudal pasif berjejer menutupi Planet seperti sebuah perisai ranjau." Seorang prajurit pesawat dari baris paling depan melapor kepada Kapten pesawat.
Pasukan Jendral Mozi adalah pasukan berani mati. Merek melakukan hal itu bukan karena memang benar-benar memiliki nyali yang besar. Tapi mereka tidak dapat mengabaikan perintah. Jika seorang prajurit mengabaikan perintah, bukan hanya dirinya yang akan di buru untuk di bunuh. Semua anggota keluarganya juga akan di buru dan di bunuh.
Dhuar... Dhuar... Dhuar... Dhuar... Suara ledakan bersamaan dengan hancurnya ratusan pesawat pasukan Jendral Mozi. Hancurnya ratusan pesawat pasukan Jendral Mozi, menciptakan jalur yang dapat di lewati oleh pesawat yang ada di belakangnya.
Pesawat yang tersisa dari pasukan Jendral Mozi hanya tersisa tiga ratusan pesawat saja. Tetapi dari tiga ratusan pesawat pasukan Jendral Mozi, sebagian besar adalah pesawat besar bahkan lima puluh di antaranya adalah pesawat induk.
Ketika pesawat-pesawat pasukan Jendral Mozi sudah melewati barisan ranjau rudal Planet Mesimet'i. Pesawat-pesawat pasukan Jendral Mozi langsung melancarkan serangannya. puluhan rudal dan peluru dari berbagai ukuran dengan cepat bergerak menuju pasukan Planet Mesimet'i.
__ADS_1
****
"Jendral, mereka langsung menyerang!!" Pie Emie memperingatkan Jendral Dzhambul dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut atas tindakan pesawat yang berada di depan untuk mengorbankan diri sendiri agar dapat membuka jalan untuk pasukan yang berada di belakang nya.
"Tenanglah Pie, kamu akan tau kenapa Planet Mesimet'i tidak memiliki musuh," ucap Jendral Dzhambul dengan santai dan penuh arti.
"Sekarang!!" Perintah Jendral Dzhambul di tanggapi secara bersama bagi semua pasukan Jendral Dzhambul.
Meski mereka berada pada pesawat yang berbeda, seluruh pasukan Jendral Dzhambul menggerakkan tangan dan tubuhnya seperti sedang menari. Bersamaan dengan gerakan tersebut, berbagai rudal dan peluru pasukan Jendral Mozi di hentikan bahkan berbalik menyerang pasukan Jendral Mozi.
Bahkan berbagai pesawat kini tidak dapat bergerak lagi karena di hentikan oleh pasukan Planet Mesimet'i. Pesawat yang di hentikan oleh pasukan Planet Mesimet'i menjadi sasaran berbagai peluru dan rudal yang sebelumnya di hentikan oleh pasukan pengendali logam Planet Mesimet'i.
****
"Ada apa dengan rudal dan peluru itu!! Mengapa mereka kembali ke arah kita!!" Salah seorang komandan pasukan Jendral Mozi bertanya kepada siapapun yang dapat menjawab, tetapi tidak ada yang dapat menjawab dan menjelaskan atas kejadian tersebut.
Pesawat yang berada di belakang, termasuk pesawat yang di tumpangi Jendral Mozi, tidak mengetahui kejadian yang berada di barisan depan. Yang terlihat oleh mereka yang berada di belakang, pesawat-pesawat yang berada di depan bergerak menghindar ke berbagai arah. Tetapi yang membuat mereka semakin heran ada beberapa pesawat yang terlihat jelas tidak dapat bermanuver seperti biasanya, bahkan terlihat gerakan sangat lambat dan berat.
Beberapa saat setelah mereka melihat hal aneh terhadap pesawat-pesawat yang berada di depan, barulah terlihat rudal yang tadi di tembakkan, mengarah kembali ke arah mereka. Banyak pesawat yang tidak dapat menghindar.
Pasukan Jendral Mozi benar-benar di buat kacau oleh pasukan Planet Mesimet'i. Bahkan saat ini banyak pesawat yang kehilangan kendali dan bergerak sendiri saling bertabrakan. Ledakan terjadi di mana-mana puing-puing yang berterbangan semakin menyulitkan dan sangat berbahaya bagi pesawat pasukan Jendral Mozi.
__ADS_1
Dengan cepat pesawat pasukan Jendral Mozi hanya tersisa dua puluh pesawat induk. Sedangkan pesawat-pesawat pasukan Planet Mesimet'i tidak tersentuh sama sekali, bahkan mereka tetap berada pada formasi awal.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ