
Puluhan logam bahkan ratusan berbagai bentuk terbang ke arah Volvo Emie, Kie Jordi dan Pie Jiru.
"Kau pikir kami mudah di kalahkan jika melawan..." bersamaan dengan kata katanya, Kie Jordi mengeluarkan lingkaran-lingkaran hitam ke berbagai penjuru di sekitar mereka sebagai perisai dengan berpindah pindah untuk menelan logam logam yang mengarah pada mereka.
Ratusan logam yang tertelan oleh lingkaran hitam, sekarang keluar dari belakang Komandan Batbayar dan dengan telak puluhan besi tumpul ataupun tajam mengenai tubuh Komandan Batbayar.
Komandan Batbayar beberapa kali terlihat terpental ke depan, ke belakang, ke samping. Karena ketika logam mengenai dari belakang Komandan Batbayar, Komandan Batbayar terpental ke depan, belum sempat Komandan Batbayar menyeimbangkan tubuhnya, lingkaran hitam keluar di depannya dan mengeluarkan logam yang berasal dari serangan Komandan Batbayar sendiri dan membuat Komandan Batbayar terpental ke belakang.
Sedangkan logam yang lolos dari lingkaran hitam dan tetap menuju Volvo Emie dan lainnya, langsung meleleh terkena serangan cairan dari Volvo Emie.
Setelah tidak ada logam lagi yang keluar dari lingkaran hitam, terlihat Komandan Batbayar telah roboh dengan berbagai luka lebam, tetapi tidak ada luka robek sedikitpun yang membuat Kie Jordi sedikit heran dengan kulit Komandan Batbayar yang tidak dapat tertusuk benda tajam.
Bahkan terdengar seperti suara benturan antar logam ketika tubuh Komandan Batbayar terkena serangan logam yang keluar dari lingkaran Kie Jordi.
Komandan Batbayar kembali bangkit dan tertawa kecil. Dengan menahan sakit di tubuhnya, Komandan Batbayar terlihat senang.
"Sudah lama aku tidak merasakan serangan yang dapat merobohkanku seperti ini." Komandan Batbayar berbicara sendiri, tapi dapat di dengar oleh banyak orang yang berada di sekitar tempat pertarungan.
Dua orang prajurit turun ke belakang Komandan Batbayar.
"3vs3 akan terlihat lebih adil dari pada 1vs3," ucap salah satu prajurit yang berada di belakang Komandan Batbayar.
"3vs3...? sepertinya tidak adil dan tidak seru, akan lebih adil dan lebih seru jika 1vs3 atau 1vs100." Bersamaan dengan kata kata yang terakhir, Pie Jiru langsung melesat dan mengambil sebuah besi sepanjang 1meter yang tergeletak di lantai.
__ADS_1
Dengan kecepatan Cahaya, Pie Jiru menyerang ketiga pengendali logam tersebut secara bergantian tetapi terlihat seperti bersamaan mendapat serangan karena kecepatan serangan Pie Jiru yang sangat cepat.
Tanpa dapat menghindar atau sekedar menangkis, mereka bertiga benjadi bulan bulanan dari pukulan Pie Jiru.
Melihat Komandan Batbayar dan kedua rekannya di hajar habis habisan, seratus lebih prajurit yang melayang di atas melakukan pergerakan untuk menyerang.
Tembakan logam dari logam yang mereka simpan seperti senjata rahasia di pinggang dan sepatu mereka, langsung melesat bagai tembakan tanpa di sentuh sedikitpun mengarah pada Pie Jiru.
Melihat ratusan logam seperti anak panah kecil melesat ke arah Pie Jiru, Kie Jordi mengeluarkan lingkaran hitam dan menelan hampir separuh logam yang menuju Pie Jiru dan langsung di kembalikan kepada para prajurit yang mengendalikan sebelumnya.
Sedangkan logam yang tetap melesat ke arah Pie Jiru, dapat di hindari dengan mudah oleh Pie Jiru.
Prajurit yang sedang melayang di atas dengan menyerang dan sekarang mendapat serangan balik dari lingkaran hitam Kie Jordi, langsung panik dan melakukan gerakan menghindar atau menciptakan perisai dari logam.
Tetapi sebagian besar dari mereka terkena serangan logam yang keluar dari lingkaran hitam Kie Jordi dan membuat mereka kehilangan kendali atas tubuh mereka dan terjatuh ke bawah.
**Beberapa menit sebelum atap Huna 67X terbuka**
"Aku akan melaporkan langsung kepada Udirdagch," ucap Jendral Dzhambul kepada para komandannya.
Udirdagch adalah pemimpin tunggal Planet Mesimet'i yang berada di Galaksi Tungsten. Udirdagch adalah satu satunya pengendali logam terkuat yang telah mencapai pada puncak tingkatan pengendali logam.
Jendral Dzhambul memberikan tanggung jawab untuk mengintrogasi awal kepada orang yang berada di dalam Huna 67X kepada Komandan Batbayar.
__ADS_1
Komandan Batbayar yang berada di dalam pesawat berbentuk bola raksasa turun dari pesawat. Meninggalkan Jendral Dzhambul dan beberapa Komandan lainnya untuk pergi ke Udirdagch.
Setelah Komandan Batbayar turun dari pesawat, Jendral Dzhambul langsung memerintahkan agar pesawat berbentuk bola raksasa pergi meninggalkan tempat itu dan membawa Jendral Dzhambul menuju Udirdagch.
Komandan Batbayar yang telah di tunggu oleh seratus lebih prajurit di tempat tersebut langsung memberikan perintah agar penghuni Huna 67X keluar pesawat dan dapat di introgasi. Tetapi dengan cara ekstrim, yaitu membelah atau membuka pesawat Huna 67X secara paksa.
**Di dalam pesawat berbentuk Bola raksasa**
"Maaf Jendral, kenapa hanya dengan hal semacam ini kita harus melapor kepada Udirdagch terlebih dahulu? Biasanya kita langsung menghancurkan siapapun yang menuju Planet Mesimet'i." Salah satu Komandan mempertanyakan tindakan Jendral Dzhambul yang tidak seperti biasanya.
"Hal ini sebenarnya hanya Udirdagch dan para Jendral yang mengetahui, tapi Udirdagch memperbolehkan untuk di sampaikan pada para Komandan jika sudah waktunya, menurutku saat ini adalah waktu yang tepat untuk kalian mengetahui. Perlu kalian semua ingat, Hal ini tidak boleh di ketahui siapapun dan hanya Udirdagch dan Jendral yang boleh menyampaikan." Jendral Dzhambul berucap.
Para Komandan menjawab dengan anggukan atas syarat yang di berikan oleh Jendral Dzhambul.
"Planet Mesimet'i sekarang adalah Planet satu satunya pengendali logam, semua generasi murni ataupun keturunan yang berada di luar Planet Mesimet'i telah musnah. Hal itu bukan hanya yang berada di Galaksi Tungsten, melainkan juga yang berada di luar Galaksi Tungsten." Cerita dari Jendral Dzhambul benar benar mengejutkan semua Komandan yang mendengarkan.
"Oleh karena itu, ratusan tahun silam. Udirdagch membuat keputusan yang sulit di Terima oleh semua pihak meski mereka semua tidak ada yang berani membantah keputusan Udirdagch yang menenggelamkan semua pulau di planet Mesimet'i."
"Itu semua di lakukan untuk melindungi kita agar kita di anggap telah musnah dan menunggu sampai terlahirnya seorang Telekinesis." Jendral Dzhambul menyelesaikan ceritanya.
"Apakah pengendali logam yang berada di dalam pesawat itu adalah seorang Telekinesis...? Seorang Komandan mencoba menerka dan bertanya kepada Jendral Dzhambul.
"Aku juga tidak tau, yang pasti dia bukan generasi murni ataupun seorang keturunan. Aku dapat merasakan setelah memegang logam peluru yang telah di rubah olehnya tadi. Hanya Udirdagch yang dapat mendeteksi yang sebenarnya." Jendral Dzhambul menjawab dengan penuh harapan yang terbaca dari sorot matanya.
__ADS_1
Pesawat berbentuk bola raksasa terus melesat menuju tempat Udirdagch berada dengan kecepatan maksimal yang hanya memiliki kecepatan 10x kecepatan suara.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ