
"Memang sangat mengherankan, itulah sebabnya aku berusaha membangunkan mu."
Husgar Vize berbicara dengan tatapan pada pintu penjara.
"Membangunkan tapi tidak perlu memeluk, kenapa kamu harus memelukku?" Pie Jiru protes dengan tindakan Husgar Vize.
"Tentu aku tadi sangat khawatir padamu dan melihatmu sadar, aku sangat senang." Husgar Vize memberikan alasannya.
"Bagaimanapun kamu satu satunya keluargaku." Husgar Vize berbicara dengan suara lebih pelan.
"Dalam situasi seperti ini, jangan menunjukkan hati yang lemah, itu akan menjadi bumerang bagimu dan kerugian pastinya." Dengan tegas Pie Jiru menasehati Husgar Vize.
Karena Pie Jiru sudah tidak merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Pie Jiru membuka perban perban di tubuhnya.
Pie Jiru sangat terkejut ketika melihat tubuhnya yang tidak ada bekas luka sama sekali. Begitu juga dengan Husgar Vize yang sangat terkejut.
"Luka luka tusukan Pie sudah sembuh, bahkan tidak berbekas, apakah kita pingsan sangat lama...? Sampai luka yang sangat banyak pada tubuh Pie sudah sembuh...?" Husgar Vize membuat pernyataan atas apa yang dia lihat.
"Kita akan tau setelah kita keluar dari sini." ucap Pie Jiru dan bersiap untuk menghancurkan pintu penjara tersebut.
Tindakan Pie Jiru dihalangi oleh Husgar Vize. Hushar Vize meminta Pie Jiru untuk mundur dan menyerahkan pada Husgar Vize.
"Aku belum tau kekuatanku apa, tapi jika dari awal aku merasakan, mungkin kekuatanku ini dapat mengendalikan logam." Husgar Vize menjelaskan pada Pie Jiru.
Seketika, ketika Pie Jiru mundur saat sudah mendapatkan penjelasan dari Husgar Vize, pintu penjara yang terbuat dari logam tebal terbuka dengan kunci terbuka dengan sendirinya.
Tidak cukup sampai di sana, dengan konsentrasi tinggi, Husgar Vize mencoba serangan yang pernah dia lakukan kepada Kie Jordi yang membuatnya pingsan sebelumnya.
Beberapa bagian pintu besi lepas dan besi besi yang terlepas membentuk bola bola besi seukuran bola tenis melayang di depan Husgar Vize.
Delapan bola besi melayang layang, tapi semakin lama semakin turun hingga semua bola besi jatuh ke lantai bersama dengan Husgar Vize jatuh duduk di lantai dengan nafas tersengal sengal.
__ADS_1
"Aku berhasil, tapi hal itu membutuhkan energi yang besar, dan aku belum mampu melakukannya. Jika aku memaksa, bisa jadi aku pingsan lagi." Husgar Vize berbicara sendiri dalam hatinya.
Pie Jiru menganga melihat yang baru saja terjadi di hadapannya. Kekuatan yang dapat mengendalikan logam.
"Apa...? Apa yang terjadi...?" melihat Husgar Vize yang terjatuh lemas.
"Hal tersebut memerlukan energi yang besar, jika aku memaksa. Bisa jadi akan pingsan seperti sebelumnya." Husgar Vize menjelaskan pada Pie Jiru.
**Di tempat terpisah**
"Sudah dua hari mereka tidak sadarkan diri, apakah tidak apa apa...?" Kie Jordi bertanya kepada Volvo Emie.
"Tenang saja Kie... luka Pie itu tidak parah dan aku sudah mengobatinya, sedangkan Husgar tersebut hanya kehabisan tenaga. Saat tenaganya kembali, dia pasti akan sadar." Volvo Emie menjelaskan.
"Tapi jika dia bukan Husgar yang di ramalkan, maka aku akan membunuhnya." dengan tatapan dingin dan jauh ke depan tapi tetap tidak dapat membuang wajah lucu dan menggemaskannya.
**Penjara tempat Husgar Vize berada**
"Apa...? Volvo...?" Husgar Vize sangat terkejut dengan pernyataan Pie Jiru yang mengatakan ada sosok Volvo yang harus mereka kalahkan.
"Oh ya, aku lupa memberitahumu. Aku sebelumnya terkena pukulan Volvo Emie hingga aku benar benar tidak berkutik lagi dan pingsan, padahal aku sudah mencengkram leher Kie B*J*NG*N itu." Pie Jiru menjelaskan pada Husgar Vize.
"Mereka tidak membunuh kita, melainkan mengurung kita di sini. Berarti mereka menginginkan sesuatu pada kita." ucap Husgar Vize.
"Bagaimana dengan kru pesawat Huna 67X...?" tanya Husgar Vize.
"Entahlah, terahir kali aku melihat sebelum aku pingsan, mereka tetap tidak dapat bergerak karena terkunci lingkaran hitam." Pie Jiru menjelaskan.
Setelah Husgar Vize mengetahui informasi yang belum dia ketahui sebelumnya, Husgar Vize semakin terpacu untuk segera keluar dari penjara tersebut.
Husgar Vize berdiri dan mencoba mengendalikan bola besi kembali, tapi tidak semua bola besi dia kendalikan. Husgar Vize mengendalikan dua bola besi dan melayang di depannya.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap Pie...?"
"Kapanpun..." Pie Jiru menjawab dengan singkat dan tegas pertanyaan Husgar Vize.
Perlahan pintu penjara yang sudah tidak terkunci terbuka dengan kekuatan Husgar Vize. mereka berdua berjalan perlahan secara mengendap ngendap agar tidak di ketahui oleh Volvo dan Kie yang berada pada pesawat tersebut.
Saat Husgar Vize dan Pie Jiru berbelok untuk menuju ruang kendali, terdengar suara dari belakang berbicara pada mereka.
"Bukankah seharusnya kalian mengatakan terimakasih...!!" Volvo Emie berbicara kepada Husgar Vize dan Pie Jiru dari belakang mereka.
Husgar Vize dan Pie Jiru benar benar terkejut dengan teguran tersebut dan ketika mereka menoleh, Pie Jiru lebih terkejut lagi karena mengenali sosok yang menegur mereka.
"Volvo Emie... Kami memang mencarimu dan tidak ada yg harus berterimakasih padamu." Pie Jiru berbicara dengan tatapan tajam.
Sedangkan Husgar Vize yang baru mengetahui sosok yang menegurnya adalah seorang Volvo, merasa tidak yakin karena sosok yg dia lihat nampak sangat kecil dan menggemaskan.
Tanpa basa basi, Pie Jiru dengan kecepatannya langsung menuju Volvo Emie dan akan menyerang. Tapi saat jarak mereka kurang satu meter, lari Pie Jiru terhenti karena kedua kaki Pie Jiru langsung terkunci oleh lingkaran hitam yang tiba tiba muncul di sekitaran mata kakinya.
"Sepertinya tidak bijak jika Volvo Emie yang sangat imut dan menggemaskan akan di kroyok oleh kedua sosok pria tinggi besar." Kie Jordi tiba-tiba datang dan membantu Volvo Emie.
Melihat Pie Jiru yang sudah tidak dapat bergerak lagi, Husgar Vize langsung mengendalikan bola besi yang sebelumnya melayang layang di belakangnya.
Tetapi saat bola besi akan mengenai Volvo Emie, tiba-tiba lingkaran hitam muncul di jalur bola besi meluncur, seketika bola besi masuk pada lingkaran hitam dan menghilang. Mengetahui bola besinya menghilang dan Husgar merasakan bola besi yang di kendalikan telah berada di luar pesawat. Husgar Vize langsung melepaskan pengendalian bola besi yang berada di luar pesawat.
Husgar Vize langsung mengendalikan bola besi kedua dan meluncur dengan jalur acak yang sulit di prediksi. tapi lagi lagi ketika bola besi tersebut akan mengenai Volvo Emie, bola tersebut lenyap memasuki lingkaran hitam yang di keluarkan Kie Jordi. Tapi sekarang bola tersebut tidak keluar ke luar pesawat, tapi keluar di depan wajah Pie Jiru dan langsung mengenai wajah Pie Jiru hingga roboh dan mengeluarkan darah segar.
"Kurang ajar" Husgar Vize sangat kesal karena serangannya di belokkan hingga mengenai Pie Jiru.
"Hentikan..." Volvo Emie berbicara pada semuanya.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ
__ADS_1