Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Dua Sosok Misterius


__ADS_3

Udirdagch melanjutkan perjalanannya kembali menuju pesawat Planet Mesimet'i. Setelah sampai di pangkalan, terlihat pasukan ke dua telah bersiap di pangkalan tersebut. Melihat Udirdagch dari kejauhan, pasukan ke dua yang dari tadi sudah bersiap setelah pasukan pertama berangkat. dengan sigap mereka semua berbaris.


Seribu pesawat telah keluar dari hanggar dan berbaris rapi di landasan terbang menggantikan pasukan sebelumnya yang sudah terbang bersama Jendral Dzhambul. Saat Udirdagch sampai di pangkalan pesawat Planet Mesimet'i, Udirdagch langsung menyampaikan suatu hal yang sudah siap di dengarkan oleh lima ribu prajurit dan dua ribu Komandan.


"Aku hanya akan membawa Komandan saja, sedangkan prajurit tetap berjaga dengan terus bersiap di pangkalan. karena semua pesawat pasukan pertama telah terbelah semua. Aku ingin pesawat pasukan kedua kosong untuk membawa pasukan pertama yang masih selamat." Udirdagch menyampaikan apa yang sudah dia rasakan terhadap pesawat Planet Mesimet'i yang berada di angkasa.


Sedangkan semua pasukan ke dua Planet Mesimet'i sangat terkejut dengan hal yang sudah di sampaikan oleh Udirdagch. Karena mereka juga paham, ketika pesawat Planet Mesimet'i sudah terbelah, berarti para pasukan sedang melakukan pertempuran langsung dan sangat mendesak. Hal itu di artikan dengan hal berbahaya, tanpa pesawat itu artinya pasukan Planet Mesimet'i hanya memiliki udara yang terbatas dan tidak dapat bertahan hingga seharian.


Di luar pesawat untuk bertempur, tidak mungkin menggunakan baju luar angkasa biasa dan menggunakan tabung udara untuk dapat bernafas berhari-hari. Pastinya menggunakan baju logam untuk bertempur yang memiliki kekurangan yaitu minimnya udara.


Tanpa berlama-lama, para Komandan dari pasukan ke dua bergegas memasuki pesawat masing-masing. Udirdagch dan ke empat Jendral Mesimet'i yang terus mengawal Udirdagch menaiki pesawat dan memimpin rombongan pasukan ke dua terbang meninggalkan daratan Planet Mesimet'i.


**Di area Peperangan**


Para Komandan di medan peperangan dengan di pimpin Jendral Dzhambul mengendalikan semua logam yang berserakan di angkasa area peperangan. Menjadikan semua logam dari ribuan pesawat yang telah hancur menjadikan bola raksasa besi padat. Dengan ratusan pesawat puing-puing pesawat induk dan pesawat ribuan pesawat lainnya, bola raksasa sampai berukuran menyerupai sebuah satelit(bulan) Planet Mesimet'i.


Setelah bola besi super raksasa tercipta, bola tersebut di belah menjadi dua bagian dan menjadikan masing-masing bagian menjadi bola raksasa sendiri-sendiri. Dengan salah satu memiliki ukuran yang lebih besar dari yg lain. Bola raksasa yang lebih kecil kini di belah menjadi dua bagian dan di ciptakan ruangan di tengahnya.

__ADS_1


Ruangan yang tercipta, di isi oleh ribuan inti nuklir, sedangkan logam rudal setelah inti nuklir di ambil di jadikan satu dengan bola raksasa yang lebih besar lalu di padatkan kembali sepadat-padatnya. Kini bola raksasa yang memiliki ukuran lebih besar nampak menjadi empat kali lebih besar dari bola raksasa yang tengahnya di isi oleh ribuan inti nuklir.


Kedua Bola raksasa kini telah siap. Pandangan Jendral Dzhambul kini tertuju kepada Jordi, pandangan yang seolah menanyakan kesiapan Jordi. Mendapatkan pandangan dari Jendral Dzhambul, Jordi menganngukkan kepalanya menandakan telah siap.


**Di sisi lain**


Jendral Mozi dan Pie Emie yang sedang bertarung, dapat melihat dengan jelas jika ada dua bola besi berukuran raksasa. Melihat dua bola raksasa, Jendral Mozi mengetahui jika bola raksasa itu kini akan di gunakan untuk menyerangnya. Merasakan akan datang sebuah ancaman, Jendral Mozi mencoba menembakkan sebuah laser api yang keluar dari matanya untuk menghancurkan kedua bola raksasa tersebut.


Tetapi dengan sigap Jendral Dzhambul dan ratusan Komandan pengendali logam mengarahkan untuk menghindari serangan dari Jendral Mozi. Kedua bola raksasa tersebut di kendalikan menjauh dari area peperangan hingga beribu kilo meter.


Merasa di atas angin, Jendral Mozi tertawa sangat lantang. tidak lama kemudian kedua bola raksasa tersebut melesat ke arah Jendral Mozi dengan berbaris depan belakang dan bola yang lebih besar berada di depan, bola raksasa melesat dengan kecepatan sangat cepat.


Sedangkan Pie Emie secara cepat pergi meninggalkan tempat tersebut dan bergabung bersama Jendral Dzhambul. Ujung bola raksasa pertama sudah mulai meleleh dan terus melesat. Sedangkan bola yang lebih kecil aman berada di belakang bola raksasa yang lebih besar.


Setiap meter bola raksasa meleleh dengan cepat, tetapi rencana tersebut berhasil mengalihkan perhatian Jendral Mozi. Bola raksasa yang meluncur dengan kecepatan tinggi terlihat semakin mendekat ke arah Jendral Mozi. Saat Konsentrasi Jendral Mozi sudah beralih ke bola raksasa yang pertama, Jendral Dzhambul dengan segera memberikan kode pada Jordi.


Dengan segala kemampuan Jordi, dia berusaha menciptakan lingkaran Hitam yang dapat muat untuk di masuki bola raksasa yang terdapat ribuan inti nuklir di tengahnya. Setelah berusaha dengan berkonsentrasi, lingkaran hitam yang dapat menelan bola raksasa telahbtercipta.

__ADS_1


"Bersiap... Sekarang..." Jordi memberikan aba-aba kepada Jendral Dzhambul dan ratusan Komandan yang dari tadi bersamanya. Lingkaran hitam mulai menelan bola raksasa yang berisi ribuan inti nuklir dan Jordi memunculkannya di belakang Jendral Mozi.


Deemmmm... Ledakan sangat dasyat meledak di belakang Jendral Mozi. Untuk dapat menahan efek ledakan, Prajurit pengendali logam dengan sigap menciptakan perisai logam dan mengurung semua pasukan pengendali logam serta para Komandan dan Jendral Dzhambul agar aman. Pie Emie dan Jordi juga berada di dalam perisai besi yang di kendalikan oleh ribuan pasukan pengendali logam.


**Di permukaan Planet Mesimet'i**


Ledakan yang super dahsyat tersebut sampai menggetarkan Planet Mesimet'i dan membuat gelombang tinggi di lautannya. Keadaan tersebut memaksa Udirdagch dan empat Jendral Planet Mesimet'i untuk menciptakan perisai logam di tempat arah datangnya gelombang ledakan.


"Apa yang terjadi, sampai ledakannya begitu dahsyat!!" Jendral Altan mempertanyakan kepada siapa saja yang dapat menjawab. Tetapi semua di pesawat tersebut tidak dapat menjawab, hanya Udirdagch dapat merasakan ada sebuah kubah besar yang melindungi banyak pengendali logam.


**Di area peperangan**


Dengan ledakan yang begitu dahsyat, Jendral Mozi teroental begitu jauh dan mengalami luka cukup parah, bahkan radiasi yang didapati secara langsung akibat ledakan ribuan nuklir sampai membuat inti api Jendral Mozi meredup dan mengembalikan bentuk tubuh Jendral Mozi tanpa transformasi.


Dalam keadaan luka sangat parah, serta tidak dapat menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, datang dua sosok mendekatinya. Dua sosok yang di kenali oleh Jendral Mozi.


"Syukurlah kalian datang, bantu aku..." Kata-kata Jendral Mozi terhenti karena melihat kedua sosok tersebut tidak memberinya pandangan yang ramah.

__ADS_1


"Apa mau kalian...?" Kata-kata terakhir yang di ucapkan Jendral Mozi sebelum kepalanya terpisah dengan tubuhnya karena di tebas oleh salah satu sosok yang baru saja datang.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™


__ADS_2