Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Pertempuran Brutal


__ADS_3

Merasa ingin menjadi yang pertama membunuh, pasukan roh hitam dan roh merah yang akan menyerang Galaksi Api Gal, kini melesat mengerucut ke arah Husgar Vize. Barisan yang sebelumnya melebar, kini seakan menumpuk ke tengah. Dimana mereka saling berebut untuk membunuh Husgar Vize. Pasukan Penjaga Galaksi Api Gal menganga melihat hal tersebut serta tidak yakin jika Husgar Vize dapat lolos dari kematian atau dari serangan pasukan roh hitam dan roh merah yang kini hanya tertuju pada Husgar Vize.


Saat jarak sudah semakin dekat, serta Husgar Vize sudah merasa sudah cukup dekat. Husgar Vize berhenti dan merentangkan kedua tangannya. Mustofa yang pernah melihat gerakan tersebut, menjadi khawatir dengan yang akan Husgar Vize lakukan berikutnya. Mustofa khawatir Husgar Vize akan terlalu lemas untuk menghadapi yang selanjutnya.


"Kalian!!! Penghapus roh, bersiaplah." Mustofa menunjuk ke arah barisan belakang yang memiliki tugas untuk melenyapkan roh-roh yang sudah tidak memiliki elemen tubuh lagi. Meski bingung, mereka tetap bersiap dan lebih waspada. Sedangkan pasukan yang lain, merasa bingung. Terlebih pasukan yang memiliki tugas berperang langsung, karena seharusnya, pasukan penghapus roh akan melaksanakan tugasnya ketika mereka sudah dalam situasi berperang dan ada roh yang sudah mati tidak memiliki elemen tubuh.


Belum selesai mereka berfikir dengan pemikiran masing-masing atas perintah dari Mustofa, terdengar teriakan dari arah gerombolan pasukan roh hitam yang sudah akan sampai pada Husgar Vize.


"MATI!!!" Teriak beberapa roh hitam atau roh merah yang sudah akan menebas Husgar Vize yang terlihat merentangkan tangan seperti makhluk yang sudah pasrah akan di bunuh.


"Jurus Terlarang Pengendali Logam." Suara keras keluar dari mulut Husgar Vize. Bersamaan dengan ucapan tersebut, tangan Husgar Vize bergerak ke depan dadanya. Sehingga menyatukan kedua telapak tangannya. Dengan menyatunya kedua telapak tangan Husgar Vize, tiga puluhan ribu pasukan roh hitam dan roh merah yang berada di barisan depan seakan di sapu oleh kekuatan aneh ke satu pusat. dari Sebelah kiri ke kanan dan sebaliknya, dari kanan ke kiri hingga menyatu ke tengah.


Di saat semua berada di tengah, tubuh mereka menyatu seakan menjadi satu. Jeritan dan rintihan saat proses tubuh mereka yang saling berhimpitan kini mulai berkurang.

__ADS_1


Tangan Husgar Vize yang menyatu antara telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri mulai bergerak-gerak seperti menggosok-gosok suatu benda di tengah-tengah tangannya. Rintihan dan jeritan yang awalnya hanya berkurang, kini sudah hilang dan sunyi tanpa rintihan. Roh-roh tanpa tubuh kini terlihat melesat pergi dengan ketakutan ke berbagai arah. tubuh-tubuh yang sangat keras yang seperti baju perang kini hancur tanpa bentuk.


Pasukan penghapus roh yang sudah bersiap, sangat terkejut dengan banyaknya roh yang berhamburan pergi ke berbagai arah. Mereka tidak menyangka dengan apa yang baru saja mereka lihat. Dengan cepat beberapa pasukan penghapus roh mulai bergerak dan melesat ke arah berbagai roh yang dapat mereka segel lalu mereka musnahkan. Melihat beberapa pasukan yang bertugas memusnahkan roh yang berhamburan kabur, pasukan penghapus roh yang sebelumnya melamun, kini juga ikut menyegel dan memusnahkan sebanyak mungkin roh yang kabur melarikan diri.


Dengan banyaknya roh yang berhamburan pergi, banyak di antara mereka dapat lolos dari penyegelan yang akan di musnahkan. Sedangkan roh hitam yang sebelumnya terus melesat maju, kini berhenti ketika melihat pasukan yang terbang di barisan depan dapat di musnahkan hanya dengan waktu singkat dan hanya dengan 1 gerakan yang menurut mereka seolah bukan sebuah serangan yang nyata. Mereka semua merinding melihat kawan mereka yang kini hanya sebuah roh tanpa elemen dan tidak dapat berbuat apa-apa selain melarikan diri.


"Si... Siapa makhluk itu...?" Salah satu pasukan yang kini berada di barisan paling depan bergumam dengan terus menahan agar tidak terdorong maju oleh pasukan yang berada di belakang.


Ratusan ribu pasukan roh hitam dan roh merah kini telah sampai semua dengan hanya berjarak belasan kilometer dari keberadaan Husgar Vize yang telah kembali di barisan, bersama dengan pasukan penjaga Galaksi Api Gal sebelumnya. Mental pasukan penjaga Galaksi Api Gal kini telah bangkit kembali. Kini mereka semua yakin jika mereka dapat mengalahkan musuh yang berjumlah ratusan ribu lebih banyak dari pasukan mereka.


Strategi yang sangat efektif. Sebab, baru beberapa detik saja, Husgar Vize yang berada di barisan depan sudah dapat membunuh puluhan ribu pasukan roh hitam dan roh merah yang datang untuk menguasai Galaksi Api Gal.


****

__ADS_1


Para pimpinan pasukan roh hitam dan roh merah yang akan menyerang kini talah sampai di barisan dan berpindah ke depan untuk melihat keadaan yang sebenarnya. Sebab tanpa dia perintah, pasukannya berhenti dan tidak bergerak lagi untuk terus maju dan menyerang Galaksi Api Gal.


"Apa yang kalian tunggu dan kalian lihat, Kenapa kalian semua berhenti." Seorang komandan pasukan bertanya saat semua pasukan telah berhenti dan berdiam diri. Setelah berkata demikian, Komandan pasukan tersebut melihat sebuah gumpalan yang tak lain adalah elemen tubuh dari roh pasukan roh merah atau pun roh hitam.


Tanpa ingin pasukannya lebih lama termenung yang dapat semakin menurunkan mental, Komandan tersebut memerintahkan untuk maju bersama. Di tengah-tengah barisan, roh penjaga inti api tiba-tiba melesat ke depan untuk menyerang pasukan penjaga Galaksi Api Gal yang kini di pimpin oleh Husgar Vize. Melihat Penjaga inti api roh mendahului ribuan pasukan roh hitam dan roh merah untuk menyerang, puluhan ribu pasukan lainnya mengikuti juga.


Mustofa yang melihat seorang makhluk roh penjaga inti api melesat ke arah pasukannya, Mustofa sangat terheran dengan yang terjadi. Bukan hanya Mustofa yang terkejut, tapi juga seluruh pasukan penjaga Galaksi Api Gal.


"Bagaimana mungkin penjaga inti api mendukung pasukan roh hitam dan roh merah yang merupakan pasukan dari Segiova dan Gulgara yang secara otomatis juga menentang keinginan sang pencipta." Mustofa merasa heran dengan kejadian tersebut. Hal itu terjadi ratusan tahun Dimensi Semesta yang lalu. Saat Husgar Vize, Mustofa dan Jinayta sedang berada di Alam Semesta.


2 sosok roh legendaris Dimensi Semesta kembali setelah Jutaan Milyar tahun Dimensi Semesta tidak kembali. Ke dua sosok tersebut adalah Gulgara Nai dan Gulgara Xekson. Kedua Gulgara tersebut datang ke Dimensi Semesta dengan secara khusus untuk menghasut para penjaga inti api yang secara khusus memiliki kemampuan lebih kuat dari dapa roh-roh yang lain. Selain keuntungan mendapat dukungan, Gulgara juga memiliki keuntungan mendapatkan celah dimensi tanpa perlu harus berperang.


Dengan semangat yang sudah membara dari pasukan penjaga Galaksi Api Gal, tak terlalu mempermasalahkan siapa lawan mereka. Yang mereka tau hanya menjaga keutuhan Galaksi Api Gal agar tidak di manfaatkan oleh roh hitam atau roh merah.

__ADS_1


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™


__ADS_2