
Setelah Jinayta mengetahui apa yang di lakukan padanya adalah hal yang aneh, tetapi Jinayta tetap menerima hal tersebut dan tidak memiliki dendam kepada Mustofa yang telah menanamkan rasa takut yang berlebihan kepadanya. Sebab hal tersebut di anggap sebuah kebaikan untuk semua Semesta menurut Jinayta.
Meski sebenarnya Jinayta sudah mulai bisa mengendalikan rasa takutnya yang berlebihan, tetapi Jinayta tidak mengasah keberanian tersebut. Sebab Jinayta menganggap dirinya lebih berguna sesuai rencana Mustofa jika dirinya tetap memiliki rasa takut yang berlebihan.
Setelah beberapa waktu Mustofa dan Jinayta saling bercengkrama melepas kerinduan antara guru dan murid, Mustofa meminta Jinayta untuk memberikan inti api yang dia jaga kepada Husgar Vize. Tanpa berani menolak, Jinayta membawa Husgar Vize ke tempat inti api berada.
"Telekinesis, silahkan ikuti saya. Kita harus ke pergi ke Alam Semesta, karena di sana Telekinesis tidak akan terdampak oleh panas inti api yang sangat panas luar biasa." Jinayta mengajak Husgar Vize ke Alam Semesta karena terlalu beresiko untuk Husgar Vize yang masih belum menjinakkan inti api yang di jaga Jinayta.
"Mengapa tidak langsung mengambil Inti api ini secara langsung? Aku yakin bisa menahan panas edar yang di edarkan inti api." Husgar Vize dengan penuh keyakinan berbicara kepada Jinayta.
"Tidak demikian Telekinesis." Mustofa menjawab pernyataan Husgar Vize.
"Inti api dapat terlihat di dua Semesta, dapat terlihat di Alam Semesta dan dapat terlihat di Dimensi Semesta. Hanya saja, Panas edar dari inti api hanya berada di Dimensi Semesta. Sebab Dimensi Semesta lebih mampu menahan panas edar dari inti api dari pada Alam Semesta. Hal itu di karenakan panas dari inti api 10x lebih panas dari atmosfer sebuah bintang terpanas." Mustofa menjelaskan kepada Husgar Vize.
__ADS_1
"10x lebih panas dari atmosfer sebuah bintang? Semua logam yang aku bawa sebelumnya saja meleleh terkena panas edar dari atmosfer sebuah bintang. Bahkan logam pemberian Udirdagch juga meleleh, hanya logam baju perang pemberian Pie Emie yang dapat bertahan. Itu pun aku masih merasakan panas yang tidak dapat di tahan sepenuhnya, bagaimana jika 10x lebih panas?" Husgar Vize membatin sesaat setelah mendengar penjelasan dari Mustofa.
"Jika demikian, aku tidak akan mencobanya." Dengan tertawa kecil Husgar Vize berbicara kepada Mustofa dan Jinayta sebagai penjaga inti api ke 2 yang akan Husgar Vize ambil.
Jinayta dapat membuka celah dimensi karena Jinayta belum menggunakan kemampuan tersebut selama 1000 tahun lebih. Mereka bertigapun pergi ke Alam Semesta dengan cara membuka celah dimensi. Setelah berada di Alam Semesta, Husgar Vize dapat merasakan logam Udirdagch dan pengendali logam tingkat tinggi lainnya. Hal yang hanya dapat di lakukan oleh pemuncak pengendali logam.
Setelah berada di Alam Semesta, Jinayta di ikuti Mustofa tanpa menoleh ke arah Husgar Vize bergerak menuju tempat beradanya inti api. Dua penjaga inti api tidak menyadari jika Husgar Vize masih berdiam diri di tempat awal mereka sampai di Alam Semesta.
"Telekinesis, mari kita bergerak." Mustofa yang menyadari jika Husgar Vize tidak mengikuti mereka berhenti dan memanggil Husgar Vize yang terlihat senyum-semyum sendiri karena dapat merasakan keberadaan para sahabat dan saudaranya yang baik-baik saja di Planet Porta. Mendapati panggilan dari Mustofa, Husgar Vize dengan cepat bergerak mengikuti Mustofa dan Jinayta.
Husgar Vize yang sebelumnya sudah pernah melihat inti api yang di jaga Mustofa, kini mulai dapat menerima kenyataan jika semua yang di fikirkan tidak harus sama dengan kenyataannya.
"Aku rasa inti api ini lebih kecil dari inti api sebelumnya." Husgar Vize membatin dalam hati. Secara perlahan Husgar Vize menyentuh inti api yang berada di depannya. Sesaat sebelum jari Husgar Vize menyentuh inti api ke dua, Husgar Vize mengingat hal yang akan dia rasakan berikutnya saat Husgar Vize menyentuh inti api. Sedikit keraguan muncul saat Husgar Vize memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya ketika Husgar Vize menyentuh inti api. Tetapi Husgar Vize memantapkan keteguhannya dan melanjutkan untuk menyentuh inti api ke dua.
__ADS_1
Saat jari Husgar Vize menyentuh inti api terdengar suara kilatan mendengingkan telinga.
Bersamaan dengan hal tersebut, tubuh Husgar Vize terasa terbakar hebat dari dalam. Dengan tetap berusaha untuk tetap sadar, Husgar Vize sudah tidak melihat Inti api yang sebelumnya dia sentuh. Panas di dalam tubuh mulai terasa menjalar melewati titik-titik Meridian tubuh Husgar Vize. Panas yang di buat inti api terasa menjalar perlahan melewati titik-titik meridian yang di miliki Husgar Vize untuk menemukan titik yang dapat meningkatkan kemampuan pengendali api Husgar Vize.
Dengan menjalarnya inti api yang terasa sangat panas di tubuh Husgar Vize, kini tubuh Husgar Vize seakan tanpa tenaga. Dengan posisi tubuh Husgar Vize sudah tidak pada kondisi berdiri tegap, tetapi pada posisi melayang dengan tubuh lemas tidak dapat di kendalikan. Rasa sakit yang luar biasa seakan akan menghilangkan kesadarannya. Dengan segala macam upaya, Husgar Vize tetap mempertahankan kesadarannya yang sudah tidak terasa lagi.
Mulut Husgar Vize mengnga seolah ingin mengeluarkan suara teriakan, tetapi suara yang dia harapkan tidak dapat di keluarkan oleh mulutnya karena rasa sakit yang sangat teramat luar biasa dengan panas yang terus menjalar ke titik-titik meridian di dalam tubuhnya. Sedangkan ke dua roh penjaga inti api menatap Husgar Vize penuh dengan harapan. Tanpa dapat membantu, ke dua roh penjaga inti api hanya menatap Husgar Vize yang sedang menjalani proses penanaman inti api di titik meridiannya untuk menambah kekuatan pengendalian api.
Cukup lama Husgar Vize menjalani proses yang sangat menyakitkan tanpa mengetahui kapan rasa sakit tersebut akan hilang. Rasa sakit yang lebih baik mati dengan cepat dari pada merasakan sakit yang tidak di ketahui batasnya. Rasa sakit yang di rasakan Husgar Vize telah berlangsung selama 4 hari waktu ideal Alam Semesta.
Dalam kurun waktu tersebut, Husgar Vize benar-benar merasakan sakit yang teramat luar biasa. Dalam kepasrahan dengan kesadaran yang semakin melemah, Husgar Vize kini merasa panas yang seolah akan meledak di dalam dadanya.
"Aaaaaaaaaaakkkhhh..." Teriakan Husgar Vize bersamaan dengan ledakan gelombang panas dari dalam diri Husgar Vize. Husgar Vize yang sudah menahan rasa sakit cukup lama, kini membuka ke dua matanya dan merasakan aura panas yang semakin meningkat dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ