Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Menuju Galaksi Api Kembar


__ADS_3

Cukup lama mereka semua menangis, bahkan sebagian orang telah berhenti menangis karena sudah tidak memiliki air mata untuk di keluarkan lagi. Tetapi tidak dengan Pie Emie yang memang memiliki dasar yang cerewet dan manja. Tangisan Pie Emie masih terus berlanjut ketika semua sudah berhenti menangis.


"Berapa lama aku harus menunggu kematian ku?" Pertanyaan Pie Jiru yang menyayat hati semua orang yang berada di sana. Semua orang tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan Pie Jiru, bahkan Udirdagch yang sudah melewati kehidupan paling lama, tidak dapat menjawab. Hanya Pie Emie yang pernah melihat seorang Pie tewas tanpa pertempuran disaat Husgarnya telah tewas di tempat yang berbeda.


Tetapi Pie Emie yang masih terus menangis tidak dapat di tanyai. Bahkan di dalam kesedihan tangisannya, Pie Emie sudah tidak dapat mendengar perkataan orang-orang yang berada di sekitarnya. Hingga 5 menit telah berlalu. Kini Pei Emie mulai menengadahkan kepalanya dan melihat Pie Jiru masih bernyawa serta menatapnya.


Melihat hal itu, Pie Emie duduk di sebelah Pie Jiru dan mengusap air matanya dan menggantinya dengan senyuman. Lalu Pie Emie bertanya kepada semua orang yang berada di sana. Seberapa lama kira-kira dia sudah menangis.


Mendapati pertanyaan tersebut, dengan ragu beberapa orang menjawab. Termasuk Pie Jiru dan Udirdagch juga ikut menjawab. Jawaban dari mereka yang menjawab hanya ada dua jawaban. Ada yang menjawab 5 menit, ada juga yang menjawab 6 menit. Mendapati jawaban tersebut, Pie Emie spontan tersenyum kegirangan bahkan sampai loncat-loncat seperti anak kecil yang mendapatkan coklat. Hal tersebut cukup membuat kaget semua orang dan memberi senyuman di saat kesedihan berada di hati mereka. Tubuh dan wajah Pie Emie yang memang seperti anak kecil yang menggemaskan yang sedang tertawa sambil loncat-loncat, benar-benar menggemaskan.


Di saat orang-orang di sekitar Pie Emie mulai tersenyum dengan tingkah Pie Emie, terdengar ucapan yang mengejutkan dari Pie Emie bahwa Husgar Vize belum mati. Sontak ucapan Pie Emie tersebut mengejutkan semua orang.


Pie Emie pun di mintai untuk menjelaskan tentang apa yang dia tau. Mendapati Pertanyaan tersebut dengan semua orang menatap dirinya dengan penuh harap. Pie Emie pun menghentikan tindakannya dan mulai duduk kembali di samping Pie Jiru.

__ADS_1


"Jadi begini, Ketika ada seorang Husgar yang mati dan masih memiliki Pie yang masih hidup. Maka paling lama 2 menit, Pie yang terhubung dengan Husgar yang telah mati akan ikut mati. Dan aku pernah melihatnya langsung beberapa kali, bahkan pernah 1 kali, seorang Pie tewas di hadapanku saat dia menanti kematiannya karena Husgarnya telah mati." Pie Emie bercerita dengan suara khasnya yang menggemaskan.


Sontak semua orang terkejut dengan penjelasan Pie Emie. Secara spontan, kini semua mata tertuju pada Udirdagch yang memberitakan bahwa kemungkinan Husgar Vize mati dan untuk memastikannya, harus melihat Pie Jiru. Akan ikut mati atau tidak. Mendapati semua mata menatapnya. Udirdagch memberi tanggapan atas pandangan semua orang yang sedang menatapnya.


"Aku benar-benar tidak merasakan keberadaan Husgar Vize. bahkan sampai saat ini. Aku juga tidak dapat memastikan keberadaan Husgar Vize. Jika memang sudah berada di luar jangkauanku, seharusnya aku dapat merasakan Husgar Vize sedang bergerak ke tempat yang lebih jauh. Sehingga aku secara perlahan tidak akan dapat merasakan keberadaan Husgar Vize. Bukan seperti saat ini yang secara tiba-tiba aku tidak dapat merasakan keberadaannya tanpa ada pergerakan menjauh sama sekali." Udirdagch menjelaskan kepada semua orang.


Mendapati penjelasan dari Udirdagch, semua orang kini tidak memiliki jawaban yang pas atas kejadian tersebut. Hingga Pie Jiru berucap, "kita tidak perlu tau apa yang terjadi dan apa yang di lakukan Husgar Vize di sana. Selama aku masih hidup, itu artinya Husgar Vize juga masih hidup. Jadi kita tidak perlu berfikir yang terlalu jauh."


**Planet mati**


Mustofa dan Husgar Vize yang sangat kelelahan dan tubuh yang penuh luka memar, benar-benar sedang beristirahat seperti sedang hibernasi. Sebab mereka berdua tidur sudah 4 hari tanpa bangun sedikitpun. Hingga Husgar Vize terbangun terlebih dahulu setelah istirahat lebih dari 4 hari.


Mendapati Mustofa masih tertidur dengan pulas, Husgar Vize tidak membangunkannya karena Husgar Vize tidak ingin mengganggu di saat seseorang tengah menjalani hal yang paling pribadi pada diri mereka. Yaitu di saat mereka sedang tidur.

__ADS_1


Husgar Vize memanfaatkan waktu luang yang ia miliki untu melakukan pengecekan diri atau menyingkronkan tubuhnya dengan kekuatan-kekuatan yang baru dia dapatkan. Husgar Vize mulai duduk bersila dan memejamkan matanya dengan berkonsentrasi untuk dapat mempelajari bagian tubuhnya sendiri.


Hal itu Husgar Vize lakukan karena ingin mengetahui semua tempat serbuk logam yang ada pada tubuhnya. Serta berusaha untuk mempelajari pergerakan serbuk logam dalam tubuh ketika Husgar Vize melakukan pengendalian logam. Dengan mengetahui pola pergerakan serbuk logam dalam tubuh maka Husgar Vize berharap dapat mengendalikan logam jauh lebih baik lagi. Bahkan berharap untuk lebih mudah untuk menggabungkan logam dengan api tanpa merubah unsur yang ada.


Belum selesai Husgar Vize mempelajari apa yang sedang dia pelajari, Mustofa sudah terbangun juga dari istirahatnya. Setelah Mustofa bangun, Husgar Vize menanyakan beberapa hal tentang pengendalian api kepada Mustofa yang merupakan penjaga inti api yang telah hidup milyaran tahun cahaya. Setelah beberapa saat mereka berbicara dengan saling lempar pertanyaan, akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Hal tersebut di tanggapi oleh senang hati oleh Husgar Vize dan Meminta Mustofa untuk berada di depan lagi agar dapat memilih rute yang paling aman. Sebab Husgar Vize sudah tidak mau berada di depan lagi yang dapat membuatnya bertemu dengan masalah. Sehingga dapat memperlambat perjalanan mereka.


Mustofa dan Husgar Vize yang sudah berada pada kondisi yang sangat prima kini kembali mengobarkan tubuhnya. Bahkan Mustofa sampai bertransformasi agar mereka dapat menembus dinding es lebih cepat lagi. Dengan tubuh transformasi yang sangat besar, Mustofa melelehkan dinding es yang mengurung daratan Planet mati. Yang sebelumnya mereka membutuhkan waktu sampai 3 jam untuk dapat menembus dinding es yang menyelimuti Planet mati, kini mereka hanya butuh waktu 1 jam saja untuk dapat menembus dinding es yang sangat tebal. Hal itu berkat panas dari tubuh Mustofa yang bertransformasi menjadi makhluk raksasa yang berkobar dengan api yang sangat panas.


Ketika mereka berdua telah menembus dinding es Planet mati. Dengan kecepatan penuh mereka keluar dari atmosfer Planet mati dan melanjutkan perjalanan menuju Galaksi api kembar.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2