
Brak....
Arthur menggebrak meja hingga semua menatap pada Arthur, dan sangat jelas ada kemarahan pada raut wajahnya, lalu Arsen pun berdiri
"Ada apa Arthur, kenapa kau marah". Arsen
"Ziannnn". desis Arthur dengan dingin dan juga sorot mata yang tersirat seperti membunuh
"Ada apa dengan pria brengsek itu". dingin Arsen seketika mendengar nama Zian
"Dia berencana akan mencelakai Alessya". dingin Arthur dengan sorot mata yang terpancar iblis namun ada rasa kekhawatiran dalam dirinya
Mendengar itu Arsen tak bisa tinggal ia langsung menelpon seseorang
"Perintahkan pada anggota Red Dark Kill kumpul di markas sekarang". tegas Arsen pada seberang sana
Setelah ia tutup kembali panggilannya, sementara Monalisa ia langsung bergegas ke kamar Alessya mungkin naluri ibu karena ia tak ingin terjadi sesuatu padanya, sementara yang lainnya mendengar hal langsung berubah menjadi diam kini suasana di sana cukup menyeramkan
"Bang Arthur ayo cepat kita ke markas dan untuk Alex, Choky, dan Jefri kalian juga ikut untuk yang lainnya jaga di sini". titah Arkhan pada Arthur
"Ardhi titip putri bungsuku, jika ada gerak gerik mencurigakan waspadalah, kau Arthar Axel kalian berdua jaga rumah, Axel kamu jangan khawatir kan adikmu dady tau kamu sangat khawatir padanya maka dari itu Dady titip juga Alessya padamu". pinta Arthur pada Arhi dengan sorot mata yag memancarkan kekhawatiran
Sementara Axel hanya mengangguk lemah, meski dia seorang iblis tapi juga ia punya rasa entah itu sedih atau bahagia atau marah dan itu pada keluarganya termasuk pada Alessya. Axel sangat menyayangi adiknya, mendengar Alessya akan menjadi target musuh keluarganya ia syok.
Kenapa harus Alessya kenapa tidak yang lain saja yang mereka curi, kenapa harus Alessya sebagai anak baik kenapa harus dia yang menjadi korban sudah cukup penderitaan selama 9 tahun ia hidup terkurung di kamar tanpa ada yang mengunjunginya.
Sementara di kamar Alessya
Entah kenapa tiba tiba saja Alessya terbangun entah kenapa pada perasaanya menjadi gelisah, akibat gegelisahan ia terkejut tiba tiba saja ada yang membukakan pintu dan ternyata
"Momy". panggil Alessya
"Nak kamu sudah bangun sayang, apa tadi Momy mengagetkanmu sayang".
"Ti tidak momy a a ku". bata bata Alessya
"Aku harus ngomong apa sama momy aku takut momy jadi khawatir apa kau pura pura saja".bathin Alessya sehingga tanpa sadar di tengah ia melamun, Mo alisa memanggil Alessya namun tak di respon setelah panggilan ketiga hingga terkejut Alessya lalu ia menyadari jika dirinya tengah memikirkan sesuatu
"Alesya alessya kamu dengerin momy tidak nak".
__ADS_1
"Eh ya momy maaf tadi apa ya".
"Kenapa kamu nak, apa kamu tadi kaget pas momy tiba tiba datang".
"eh gak apa apa koq momy, bukan bukan itu koq ".
"Apa benar".
"Ya momy benar, aku bangun karena aku lapar aku mau makan karena waktu aku pulang dari sekolah aku belum sempet makan siang malah ketiduran".
"Ya udah ayo kebawah".
"Ta tapi a aku ta ta kut momy".
"Takut apa sayang".
"A a ku ta taku ja ja tuh karena karena aku takut turun tangga momy".
"Ya udah ayo naik lift aja".
Mendengar itu Alessya pun mengangguk namun sebelum itu ia lupa belum menggantikan baju alhasil ia harus pun harus ganti baju untuk Monalisa tentu dengan senang hati ia menemani sang putrinya. Baju yang Alessya jatuh pada dress santai dengan berwarna pink, karena memang menyukai warna pink mau itu dari kehidupannya maupun yang warna favoritnya adalah merah jambu yang didepannya ada gambar kuda poni
"Ayo momy kita kebawah".
"Ya ayo nak kita ke bawah".
Kini Mobalisa dan Alessya sudah berada di Lift, Alessya tak henti hentinya memeluk tubuh Monalisa dengan kuat
Monalisa hanya menghela nafas saja kemudia dia mencoba menenangkan Alessya agar Alessya tidak takut
Tak berselang lama akhirnya Alessya sudah berada di meja makan namun ia celingak celinguk
"Momy kemana semuanya koq aku gak liat Dady sama bang Alex eh sama granpa, malah di sini liat tante Shella, om Ardhi dan juga orang orang yang aku gak kenal".
"Mereka pergi sekarang ayo kita ke meja makan tuh ada grand mom".
Kelly melihat cucu bungsunya yang terlihat sangat menggemaskan seketika langsung berdiri
"Ya ampun cucu grandmom cantik sekali".puji Kelly pada Alessya
__ADS_1
Alessya mendengar itu langsung membunyikan wajahnya di tubuh Monalisa dengan wajah yang sudah memerah
"Sayang koq sembunyi". goda monalisa
"Iih momy Alessya malu momy".rengek Alessya hingga Axel langsung berkata
"Ck, geer banget sih lu dek". cibir Axel pada Alessya
"Apaan sih bang Axel ikut ikutan". decak kesal Alessya dengan raut wajah marahnya namun imut pada Axel
"Ya terserah abang lah". Axel dengan mengangkat bahunya
"Momy momy nanti aku mau nyanyi disini ya boleh ya soalnya kan momy belum liat aku nyanyi kan". ucap Alessya menghiraukan Axel
"Ya sayang momy penasaran banget loh dengerin suara Alessya kata grandmom sama om Ardhi dan lainnya katanya suara Alessya merdu banget".
"Hihihi, ya udah ayo momy kita duduk aku lapar banget dari tadi aku nangis". Alessya
"Makanya jang cengeng". ledek alessya
"Apaan sih abang nyambung aja kaya kabel". asal Alessya
"Ya jelas dong abang dan kamu itu kan satu ayah satu ibu dan satu liang jadi jelas nyambung".
Mendengar itu Alessya tak mengerti apa yang dikatakan oleh Axel hingga tanpa sadar Axel mengatakan yang tak sepatutnya ia bicarakan meski Alessya ruhnya orang dewasa namun ia polos tidak mengerti bau bau dewasa.
Akibat sembrononya keluarganya langsung memberikan tatapan tajam pada Axel sementara Axel langsung menghilang
"Abang maksudnya satu liang itu apa yah". tanya polos Alessya pada Axel, Axel pun langsung menutup mulutnya mencoba ingin menjelas namun langsung di tatap oleh mereka keluarganya terutama Momynya, Axel hanya menyengir kuda
"Axel jangan macem macem kamu". Monalisa menatap tajam pada Axel, setelah ia berkata itu Axel menghilang
"Eh koq bang Axel kabur sih momy, kan pertanyaan belum di jawab oleh abang ". tanya heran Alessya dengan wajah yang menunduk, sementara Monalisa langsung saja ia mengalihkan pembicaraannya
"Katanya adek mau makan ayok sayang biar momy yang ngambil". alih Monalisa agar Alessya tidak bertanya lagi, dan Alessya pun tak ingat lagi karena ia sibuk memilih makanan
bersambung
Terimakasih yang masih setia membaca novelku hihihi
__ADS_1