TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI ANAK BUNGSU DARI KELUARGA YANG KEJAM

TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI ANAK BUNGSU DARI KELUARGA YANG KEJAM
Flashback 3


__ADS_3

Kehidupan di Mansion tiap hari sejak dulu memang tidak pernah merasakan ada ketrentaman.


Pasti saja ada korban dalam Mansion itu, entah sampai kapan Mansion itu akan menjadi tentram.


Seperti sekarang ini Arsen dan Arthur tengah menghukumi pengawal karena telah lalai dalam menjaga anjing kesayanganyya Alex.


Karena anjingnya Alex sudah mati dikarenakan lehernya di gorok oleh seseorang. Namun belum ada yang mengakui siapa pelakunya tadi mereka semua para maid pengawal sudah kumpul di dalam Mansion, berbaris dengan 2 sisi dan saling behadapan ya seperti penyambutan.


Saat Arthur dan Arsen berjalan melihat satu persatu, dan ada salah satu pengawal yang mereka curigai, meski mereka berdua tau siapa pelakunga tapi mereka ingin bermain dulu agar mereka bisa melihat ketegangan mereka saat berbaris seperti ini.


Saat mereka berdua menemui mangsa, mereka langsung tersenyum devil dengan saling memandang lalu memangangguk.


kemudian berjalan berjalan hingga sampailah di depan pengawal yang sedari tadi memasang wajah paniknya


Arsen tidak ingin berlama lama langsung


bugh


bugh


bugh


Menghajar wajah pelayan dengan bertubi tubi,mereka semua terkejut melihatnya.


Kini Arthur mengeluarkan pisau kesayangannya lalu menghampiri Arsen dan pengawal tersebut


"Dad sekarang giliran aku".


Arsen pun bergeser, kemudian Arthur mendekati pengawal itu dannn


srek


Akhhhhhh


srek


Akhhhhh


srek


Akhhhhhhh


Dengan lihaynya Arthur menggoreskan pisaunya ke wajah pelayan tersebut. Tak hanya itu ia merobek perut pengawal kemudian Arsen mengambil usus milik Pengawal tersebut. Mereka melihat itu langsung mual, namun inilah Arthur dan Arsen keduanya memang iblis yang kejam.


Sementara Alessya


"Alessya males disini". Bathin Alessya


ceklek

__ADS_1


"Hai nona kecil".


"Loh kenapa tangan mereka berdua terluka". Menatap khawatir pada kedua pelayan tersebut


Mereka menyadari jika tatapan nona kecilnya itu seperti menatap sendu pada mereka seolah ia berkata" kenapa kalian berdua". Pikir mereka berdua


"Nona kecil tidak usah khawatir kami memang tadi melakukan kesalahan".


"Memang benar nona kecil, nona saya tidak menyangka nona bisa terlihat khawatir pada kami itu artinya nona sangat perhatian pada kami".


Entah kenapa karena merasa kasian tiba tiba Alessya menangis


"Owekkkkkk owekkkk owekkk". tangis bayi Alessya pecah kala itu membuat kedua orang panik


"Nona kecil, husss huss jangan nangis ya".


Alessya langsung meraih tangan pelayan lalu mengusap dengan pelan lalu


cup


Alessya mengecup tangan pelayan tersebut, membuat pelayan tertegun


"Aaf"


deg


"No no nona apa kau baru saja mengatakan maaf padaku".


"Tidak apa nona, hiks hiks nona kenapa nona bilang maaf padaku".


"Karena Alessya tau jika mbak dimarahin oleh dady ku yang galak itu".


"Papa".


"Papah? Maksud nona dady nona ".


Alessya mengangguk


"Kenapa nona tau Tua yang menyelakai saya nona".


Alessya tidak menjawab ia memilih tersenyum manis kemudian ia memeluk erat tubuh pelayan tersebut


"Nona terlihat sangat baik, saya tidak sabar ingin melihat nona bisa berjalan dan sepertinya nona sangat di istimewakan oleh tuan".


Sementara dibawah


Arsen dan Arthur baru saja ia membunuh pelayan dan pengawal.


"berikan aku wine".

__ADS_1


"Ini tuan".


Arthur pun mengisap wine dengan tenang sambil menatap mayit mayit yang terpotong potong sedang dibersihkan


Suasana yang tadi sepi kini tiba tiba saja ada tangisan sangat kencang dan ternyata itu berasal atas mansion itu adalah Alessya


"Tumben sekali itu bayi nangis dan kencang sekali".


"Siapa yang membuatnya menangis".


"Loh jadi di Mansion ada bayi om".


"hemm" .


"Apa itu bayi Momy".


"Ya nak,emang siapa lagi yang punya bayi selain Momy".


"Kenapa aku baru mendengar suaranya".


Mereka mendengar itu langsung terdiam dan saling memandang. Namun tak berapa tangisannya tidak lagi terdengar


"Akhirnya ia sudah berhenti".


"Tapi tu anak cepet banget".


Sementara di kamar Amelia


"Alessya anjing tu anak bikin kuping gua sakiit".


"Udah lah mel, gua pusing dengerin lu mengumpat".


"Noh kan gak mewek lagi".


"Ya sih untung bentar".


7 tahun kemudian


Alessya saat ini ia selalu mengurung diri dikamar, tidak pernah keluar kecuali jika ia disuruh beli apapun di warung oleh sang kakak dan juga jika ke bersekolah.


"Alessya bingung gambar apa ya".gumam Alessya nampak berfikir, namun tiba tiba ia mendengar suara jeritan


"Ya ampuun kenapa setiap hari pasti ada aja jeritan jeritan para pelayan, kenapa mereka aku ingin melihat tapi gak bisa". oceh Alessya sambil menggambar


Memang benar dikatakan Alessya setiap hari ada saja yang terganggu seperti suara tembakan ataupun bentakan dan juga teriaka teriakan


Alessya sudah mengetahui jika semua itu adalah karena perbuatan Ayahnya. Alessya hanya mengetahui jika dadynya galak saja dan untuk mengenai suara tembakan ia hanya untuk latihan saja pikirnya begitu.


Jadi ia tidak mengetahui bahwa Dadynya sedang menyiksa dan itu pun sangat kejam, mungkin ia pikir dadynya sedang menghukum orang orang dengan cara memukul.

__ADS_1


Alessya tidak jika Dady dan juga keluarganya itu adalah keluarga yang terkenal dengan kekejamannya. Apalagi Arthur terkenal dengan berdarah dingin, sangat kejam tak berperasaan pada siapapun yang telah mengusiknya terutama pada orang terkasihnya.


Flashback off


__ADS_2