
Kini Alessya dan keluarga besar Robert berada di ruang keluarga. Tentunya ada aja yang membuat tingkah Alessya yang suka membuat orang gemas melihatnya.
"Lihat bang Kenan aku beli ini di toko mainan". Pamer Alessya menunjukan mainan barunya pada Kenan
"Mainan apaain ini Alessya". Tanya Kenan
"Ini namanya LOL tuh liat warna lucu pink, abang kenan lihat iih abang maen hp mulu". Ucap panjang lebar alessya
Kenan hanya menggaruk kepalanya, Kenan bingung harus berbuat apa karena dirinya pun tak mengenali barang barang mainan wanita, lalu Kenan pun langsung memberikan solusiny
"Mending main bola aja Alessya". Kenan
"Iih abang Alessya itu anak perempuan masa anak perempuan main bola sih". Protes Alessya dengan wajah kesal namun imut
"Eh ada lho sepak bola cewek". Kenan
"Ya emang ada tapi Alessya gak mau, karena sepak bola itu banyak orang orang cedera kakinya".
"Itu namanya resiko Alessya". Kenan
"Ya tapi gak mau bang Kenan". rengek alessya, mendengar dan melihat Alessya yang sudah mulai mau menangis Axel langsung turun tangan dan membela Alessya
"Lu ya kenan maksa adik gua mulu". decak kesal Axel
"Iblis diam lu".sarkas Kenan, kemudian Monalisa yang sedari tadi diam melihat dan mendengar berdebatan mereka langsung angkat bicara
"Alessya nanti kamu di tinggal sama momy dady lagi gak papa kan sama bang Alex". Monalisa
"Momy sama dady mau kemana". Alessya dengan wajah sedihnya
"Momy ada urusan sayang". lembut Monalisa
"Tapi momy bawa oleh oleh ya". Alessya
"Emang Alessya mau dady beliin apa sayang". Arthur
"Alessya mau coklat yang banyak sama alat gambar karena Alessya suka menggambar". Dengan antusia alessya sambil membayangkan, hal itu juga Arthur tersenyum melihatnya
"Cuma itu aja". Pancing Arthur,
"Ya". Cepat Alessya dengan yakin
"Kamu gak mau perhiasan atau baju yang lainnya". Pancing Arthur lagi
"Gak mau aku gak suka pake perhiasan dady terus baju akan masih banyak di lemari jadi gak usah". Alessya sambil menggelengkan kepalanya, tentu semua sontak langsung berdecak kagum pada Alessy
"Wihhh ini baru adek gua". celetuk Bryan
"Adek gua bryan". Kenzo
"Diam lo Kenzo". Bryan sambil menatap Kenzo, mereka berdua pun berdebat membuat semua geleng geleng kepala.
Sementara Julia dari tadi ia harus menahan diri karena ia meminta ijin untuk ke bar lalu ia mencoba
"Mom, lia mau ke bar sama temen temen". Ijin Julia sementara Kayra pun mengangguk karena ia tau jikaJulia hanya sekedar bersenang senang
"Lo ngapain ke bar julia". Kenzo
"Biasalah". Julia
"Sekalian beliin gua bir lah 2 botol".Kenzo
"Hmm terserah".Julia
Cerry sedari tadi diam langsung berbicara pada alessya yang sedang asyik bermain dengan mainannya
"Alessya nanti kakak mau nonton BTS mau ikut gak". Cerry
"Wahhh dimana dimana mau mau aku mau lihat taehyung". antusia Alessya dengan mata berbinarnya. Mendengar itu Axel terheran heran pada adiknya hingga ia berkata
"Anjir sejak kapan adik gua suka ama plastik".heran Axel
"Wah cer, lu ngapain ngajarin adik gua begituan".Lanjut Axel
"Lah adek lu sendiri yang suka". elak Cerry
"Ya emang benar sih, dek jangan suka sama mereka" Axel
"Kenapa bang". alessya
"Kan ada abang lebih cakep daripada mereka jadi tontonin abang aja". Dengan pedenya axel membanggakan diri sendiri jika dirinya ganteng memang ganteng sih
"Iih apaan abang ini, jelas jelas abang ini mayat hidup". cibir alessya hal itu mengundang semua keluarga Robert gelak tawa
Hahahahaha
"Hahahaha parah parah ahahha bagus bagus Alessya kita tos dulu dong". bryan dan meminta Alessya untuk bertos ria dan Alessya pun menurut dan
Prok
"Wah Alessya kamu ini jahat banget sama abang sendiri, ini gara gara lu ya bryan". Dramatis Axel
"Nape nyalahin gua iblis eh mayat hidup hahahahah". ejek bryan
"Bryan Axel haduuh kalian bikin grandmom pusing". Kelly
"Dia duluan grand mom". Axel
"Axel kamu nanti malam kamu haru jaga jaga, takutnya ada kelompok Zian yang masih mengincar kita". titah Arthur yang kini suasananya kembali dingin
"Siap dady". Axel
"Momy Alessya ngantuk Alessya bosen". rengek Alessya dengan gerak geriknya yang seperti tak menyenangkan apalagi matanya sudah sayu
"Sini sayang". Ajak Monalisa pada Alessya, Alessya langsung menghampiri Monalisa kemudian ia pun naik kepangkuan dan memeluk leher Monalisa
"Alex kamu cari persembunyian Zian". titah arthur
"Aku udah nyari dad, dia ada di Indonesia". Jelas Alex, mendengar kata Indonesia seketika Alessya terbangun
"Hah Indonesia,abang Alex kita ke Indonesia". Alessya
"Adek ini bukan buat liburan ini buat pekerjaan ayo dek tidur lagi ya , abang lagi ngobrol sama dady buat urusan penting". Lembut Alex
__ADS_1
"Oh aku kira kita bakalan ke Indonesia". Nada kecewa Alessya
Ya Alex tau jika Alessya itu berasal dari negara itu saat di kehidupan pertamanya. Namun Alex melarang Alessya untuk tidak memikirkan negaranya yang kini sedang di huni oleh para musuh keluarga Robert
Alessya pun kembali tidur karena sangat ngantuk dan akhirnya ia pun tidur di pangkuan Monalisa.Kemudian Arthur langsung mengambil tubuh Alessya untuk segera dibaringkan ke kamarnya
Kini Arthur sudah kembali ke ruangan tadi, entah kenapa saat Alessya tidak ada suasananya yang tadi sangat mewarnai tiba tiba saja menjadi sunyi.
Seperti suasana yang kembali sedia kala sebelum Alessya hadir di keluarga Robert
"Dady gimana apa kita akan kesana". tanya Alex
"Hmm coba tanya saja pada Grandpa". Arthur
"Menurut Grandpa tidak usah ke Indonesia dan lagi pula kita punya anak buah juga disana". Arsen
"Ya Dady benar, Anak buah kita termasuk kelompok Mafiaku juga ada di sana bang Arthur".Ardhi
"Hmmm Coba Ardhi kamu bisa menelpon salah satu orang kepercayaan kamu, dan kamu Arkan aku ingin perusahaan Zian mengalami kebocoran data rahasia mereka". Arthur
"Itu akan ku kerjakan bang Arthur tenang saja". Arkhan
Saat mereka tengah berbicara dengan serius tiba tiba saja ada seseorang yang langsung berteriak siapa lagi kalau bukan Arthar
"Momy Arthar pulang". Teriak Arthar
"Astaga itu bocah". Ardhi yang sangat lelah pada adik bungsunya. Arthur hanya memasang wajag datarnya pada adik bungsunya ini
"Om lu om gua kan". Kenan
"Paan sih luh pada". Sarkas Arthar
"Arthar masuk, kamu ya masuk masuk aja bukannya berteriak". Kelly
"Oh ya maaf momy kalau gitu di ulang lagi". Arthar dengan konyolnya
"Hahahaha om kira lagi shooting apa dasar anak bontot". Axel
"Apaan luh tuyul". Arthar
"Eh enak aje di bilang tuyul,gua gak botak om". Axel
"Ya habis lu maling uang gua mulu". Arthar
"Hohoho gua maling duit juga buat diri gua sendiri hahaha". Gelak tawa Axel
"udah ah Arthar mau ke kamar eh mana keponakan imutku". Arthar
"Tidur". Dingin Arthur
"Jangan ganggu anak abang". Lanjut Arthur sambil memasang wajah datarnya
"Eh i i iya bang Arthur gak mungkin lah aku ganggu dia". Arthar
"Sudah sana kamu ganti baju Arthar". Kelly
"Iiya Momy". Arthar
Melihat kepergian Arthar yang sudah mulai menghilang Arsen berkata
"Hmm pantesan mereka berdua sangat akrab tapi memang benar sih dad mereka sama sama aneh, ya udah lah dad kita lanjutkan yang tadi". Arthur dengan senyum sinisnya lalu mereka pun kembali berbincang yang sedari tadi di potong oleh kedatangan Arthar
Sementara Julia
"Cer, lu masih ada orderan". Tanya Julia maksud orderan itu hal hal berhubungan badan
"Gak jul, gua hari ini gak ada jadwal karena sekarang gua mau nonton konser BTS gua udah beli 3 tiket lu mau ikut gak". Cerry
"Njir lu kaya gak tau gua aja". Julia dengan memutar bola mata dengan malas, sementara Bryan sedang berbicara pada Kenan
"Kenan, gua kemaren nemu cewek di jalan widih bohay banget cuy". Bryan
"Hmm terus". Kenan
"Ya lu tau sendiri". Bryan
"Wah bryan lu kalo nyari mangsa ajak gua napa".Axel yang ikut nimbrung
"Duh Xel gua gak inget lu". Bryan
"Parah loh". Axel
Tiba tiba saja ada yang memanggil Axel di tengah mereka sedang bedebat hal konyol
"Axel". Alex
"Ya bang". Axel
"Lu nanti temenin adek jangan ngilang loh".ancam Alex sembari menatap tajam pada Axel
"Emang abang mau kemana".Axel
"Besok abang mau ke markas sama om Ardhi dan lainnya kecuali dady momy".Alex
"Hmm ya ok".Axel
"Malam sih".Alex, mendengar itu Axel terkejut karena setiap malam ia harus mencari mangsa untuk kekuatannya
"Malam bang?, lu tau sendiri kalau malam gua harus nyari mangsa".Axel
"Jasad Alvina masih utuh makan aja dia".Alex dengan santainya
"Si Alvina udah mati bang". Axel dengan wajah terkejut
"Hmm karena Abang terus menyiksanya setiap malam dan tepat tadi pagi dia udah mati".Alex
"Njir terus arwahnya mana".tanya Axel
"Udah di serap sama dady".jawab santai Alex
"Ahhhhh kalian ini, masa aku bagian makan tubuhnya sih". Protes Axel
"Momy juga belum makan tuh jasad, gua cuma minum darah aja".Alex
__ADS_1
"Ha licik banget loh minum darah doang gua juga mau". Axel
"Cih tenang gua nyetok koq darahnya". decak kesal Alex
"Bang, bryan mau dong". Bryan
"Apaan sih lu bryan, itu jatah gua". Axel
"Lu cari mangsa sendiri". Dingin Alex
"Ya elah bang pedit amat gua bosan nyari mangsa di jalan" Bryan
"Cer, lu sekarang ada orderan".lanjut Bryan
"Kagak gue kan mau nonton konser". Cerry
"Ah ya gua lupa". Bryan sambil memukul jidadnya
Mereka semua terlahir dengan roh iblis namun mereka masih berwujud manusia. Karena memang pada dasarnya mereka manusia namun nenek moyang mereka berjanjian dengan iblis sehingga manusia dan iblis disatukan atau dikawinkan jadilah manusia berjiwa iblis.
Meski berjiwa iblis namun mereka tetap seperti manusia pada umumnya. Yang bisa bersosialisasi bahkan mereka bisa makan apa pun seperti layaknya manusia biasa namun mereka menambahkan darah sebagai minuman favorit mereka.
Tentunya semua orang tidak ada yang mengetahui jika keluarga Robert adalah keluarga iblis kecuali yang pekerja disana merek mengetahui jika keluarga Robert itu iblis. Namun mereka tak akan menyebarkan itu pada orang lain karena sama saja mereka di antarkan ke neraka ya atau dengan cara mati yang sangat menyeramkan.
Kenapa keluarga Robert ini sangat dikenal dengan kejamnya, ya karena iblis pun tak punya perasaan sama sekali.
Keturunan Robert itu berasal dari keluarga Arsen. Untuk istrinya ia hanya manusia biasa pada awalnya namun sekarang istrinya Arsen sudah berjiwa iblis karena di saat mereka sudah melakukan berhubungan suami istri maka jiwa iblisnya di berikan pada istrinya dan itulah yang membuat istrinya Arsen menjadi iblis
Inilah keluarga Robert keluarga iblis yang sangat dirahasiakan oleh mereka, yang memang pantas di sebut keluarga tersadis terkejam pun karena mereka semua itu iblis.
Kecuali Arthar dan Alessya mereka berdua berbeda dengan yang lain, Arthar dikenal anak yang dingin tapi juga bisa ngelawak jika sudah akrab dengannya itulah yang dikenal oleh mereka di luar.
Sementara Alessya tidak di kenal oleh siapapun kecuali di sekolah sebagai anak yang baik ramah sangat jauh dengan kepribadian keluarga Robert pada umumnya yang biasanya bersikap dingin
Malam pun tiba
Alessya saat ini tengah mengerjakan pr di kamarnya, dia sendiri dan hanya di temani lagu lagu kesukaannya.
Alessya sangat menikmati lagunya sering kali ia bernyanyi. Kamar Alessya yang dulu hanya bercat warna abu abu kini sudah berwarna pink lengkap dengan stiker hello kitty
Di luar sana tidak ada 100 persen mengenali Alessya sebagai keluarga Robert. Ternyata meski temannya mengenali dia sebagai keturunan Robert atau satu sekolah mengenalinya. Namun mereka tutup mulut tak berani ada yang membocorkan identitas Alessya. Karena jika itu terjadi maka tamat lah riwayat mereka semua.
Kenapa begitu karena ternyata Arthur datang ke sekolah saat Alessya sedang jajan bersama Diego. Alessya tentu tidak mengetahui jika ayahnya datang ke sekolah. Arthur saat itu tengah berada di aula ternyata sudah beberapa kelas masuk ke dalam aula tersebut kecuali Alessya dan Diego. Arthur tidak peduli Alessya datang atau tidak saat itu lalu ia pun menyampaikan beberapa ancaman pada mereka. Mereka mendengar itu langsung pucat basi kecuali orang yang tidak pernah menceritakan apa pun tentang Alessya.
Begitulah ceritanya, Alessya masih aman tidak ada yang mengenali Alessya tapi nanti ia akan di publish. Saat Alessya sudah nyaman dengan dirinya sebagai seorang putri bungsu Arthur yang pastinya akan sangat dijaga ketat oleh keluarga Robert
"Alessya gak menyangka punya segalanya, dulu aja aku gak punya apa apa".
"Dan saat aku kembali kedunia ini aku kira akan sama aja tapi nyatanya ini diluar ekpetasiku".
"Jujur saja aku masih asing dengan mereka terutama pada orang tuaku sendiri, aku tidak tau kerjanya sebagai apa, terus kenapa mereka dikenal sebagai keluarga yang kejam aku lihat mereka semua baik ".gumam Alessya pada diri sendiri
tok tok tok
"Loh siapa ya". gumam Alessya
ceklek
"Kak Andin". Terkejut Alessya ternyata orang yang mengetuk.pintu itu Andin
"Gua butuh duit ". pinta Andin
"Oh ya kak bentar". Alessya kemudian tutup kembali pintunya lalu segera mengambil uang 2 dolar
"Ini kak". Sambil memberikan uang sebanyak 2 dollar
"Ya elah dek masa cuma segini, kurang dong mana mana tambahin dong ah".sarkas Andin
"Ta tapi Alessya punya nya cuma segitu kak". Alessya
"Bohong, lu kan tiap hari di kasih duit ama nyokap bokap kan".bentak Andin pada Alessya hal itu membuat Alessya ketakutan
"Ya tapi aku suka nolak". Alessya, karena Andin kesal ia jambak rambut Alessya kemudian ia langsung menerobos kamar Alessya
"Awwww kakak maafin Alessya tolong lepasin tangan kakak ini sakit kak jangan tarik rambut Alessya hiks". pekik Alessya sambil terus menahan tangan Andin. Akhirnya terlepas namun Andin langsung menerobos ke dalam kamar Alessya. Melihat Andin sedang mengambil celengan Alessya, Alessya langsung berlari lalu mencoba untuk mengambil celengan namun tak bisa karena Andin terus menghindar
"Ka kak jangan jangan itu itu uang uang Alessya buat beli hp". Teriak Alessya
"Minggir lu anjing". bentak Andin sambil mendorong tubuh Alessya ke tembok
bug
"Awwwww". histeris Alessya, teriakan Alessya membuat suaranya terdengar hingga ke bawah kebetulan pintu terbuka dan datanglah kedua pria tampan namun berbeda usia dengan sorot mata yang menakutkan. Alessya bisa melihat jika mereka berdua memancarkan aura hitam pekat yang sangat menakutkan.
"Andin". Teriak Arthur yang baru saja tiba di kanar alessya dengan wajah sangarnya disampingnya ada Alex tak kalah tajam dari Arthur. Meski berwajah sangar tapi mereka terlihat sangat tampan
Mendengar itu tentu Andin langsung terdiam seketika ia langsung panik dengan keringat dingin yang mulai bercucuran, tubuhnya membeku ia sangat tau siapa suara itu. Andin pun dengan keberaniannya Andin menoleh dan ternyata dugaanya benar bahwa ternyata
"Dad dady, A alex". Ucap Andin, Arthur tak bisa menahan diri ia langsung menghampiri Andin, tentu Andin ketakutan tanpa ampun Arthur langsung memberikan
Bug plak plak
"Apa yang kamu lakukan pada putriku hah".bentak Arthur dan matanya beralih pada Alessya yang terlihat sangat menyedihkan sudut bibir berdarah dengan tubuhnya bergetar membuat Arthur darahnya mendidih. Dengan tak kenal ampun Arthur lagi lagi memberikan bogeman pada Andin
bug bug
"Awwww dady". Teriak Andin, sementara Arthur ia tak peduli teriakan dari Andin, ia sungguh murka ia tak terima jika putri bungsunya yang baik ini terluka . Alex segera menghampiri adiknya lalu memeluknya dengan erat sambil menenangkannya
"Dek kamu gak kenapa napakan". Lembut ex sambil mengelus pundak Alessya, Alessya menggelengkan kepala dengan diiringi tangisan yang sangat kencang
"Bang Alex tabungan Alessya di ambil hikss".isak Alessya lalu mengadu pada Alex
"Apa dia minta uang lagi".dingin Alex
Alessya mengangguk tandanya apayang dikatakan oleh Alex adalah benar. Mendengar itu Alex langsung naik pitam kini ia berkata
"Dady seret aja dia". Dingin Alex, Arthur pun langsung berhenti. Kemudian Alex memerintahkan pada pengawal yang sedari tadi menonton petunjukan Arthur sedang menyiksa Andin
"Kalian bawa dia ke markas". titah Arthur dengan wajah datarnya yang bersimbah darah lalu darah itu dijilat oleh Arthur sehingga tubuhnya semakin membaik dan bahkan ia ingin darah dan darah lagi namun ia harus menahan karena saat ini ada Alessya, ia tak ingin melihat dirinya menghisap darah hal itu akan membuat Alessya takut
"Sayang kamu gak kenapa napa, dady bawa obat dulu ya dan nanti kamu tidur sama abang ya". titah Arthur yang kini intonasinya berubah jadi lembut pada Alessya dan ia memerintahkan jika Alessya harus tidur bersama Alex
__ADS_1
"Ya dady". Patuh Alessy meski wajahnya masih sembam karena memang Alessya terus saja menangis