
"What itu Diego, kan".pekik Alessya melihat pintu masuk Kantor itu terdapat seorang lelaki seumurannya dengan berwajah datar dingin memakai jas hitam membuat dirinya seperti terlihat seorang CEO.
"DIEGOOOOOOOOOO!!!!!!!!".teriak Alessya yang masih di luar
"HAY BOCAHHHH KENAPA ANDA BERTERIAK MEMANGGIL TUAN MUDA KECIL SEPERTI ITU HAH!".bentak Satpam tersebut pada Alessya, hal itu membuat Alessya ingin menangis tapi ia tahan dengan gugup ia berkata
"Di di dia te te teman a a aku pak".jawab Aleesya dengan wajah takutnya
"Teman? Ck meski kamu hanya sekelas dengannya pun, mana ada yang mau menganggap teman oleh tuan muda kecil, dan kamu harus tau meski dia seorang anak kecil tapi kau harus menghormatinya".meremehkan Aleessya sambil menatap penampilan dari kepala hingga ujung kaki dan di akhiri dengan suara bisik
"Apaaannn sihh gK jelas, Diegoooo". Kesal Alessya pada satpam meski sebenarnya takut, lalu ia pun kembali berteriak memanggil Diego, dan kali ini Diego sukses mendengar teriakan Alessya saat ini pun ia langsung berhenti
Sementara Diego
deg
"Itu bukannya suara Alessya". gumam bathin Diego sambil melihat kesana kemari dan pandangannya pun terhenti melihat Alessya tengah berdebat dengan satpam
"Hah ternyata benar, kenapa dia bisa berada disini ya".gumam bathin Diego dengan senyum simriknya
"Tuan muda Diego apakah kami saja yang menemui anak itu yang sudah lancang meneriaki anda".pinta body guar Diego
"Tidak usah, aku akan menemuinya".dingin Diego namun matanya masih melihat Alessya
"Ta tap...". gelagap Body Guar tersebut
Diego langsung melayang kan tatapan tajamnya kepada pengawal tersebut. Pengawal itu pun langsung terdiam saat menatap majikan kecilnya dengan sorot mata yang tajam padanya membuat dirinya mematung
Setelah itu Diego melangkahkan kakinya untuk menghampiri Alessya yang saat ini tengah berdebat dengan Securty
"Alessya".panggil Diego namun dengan lembut kali ini, Alessya pun menoleh kebelakang, seketika ia langsung berlari
"Diego kamu ini kemana aja sih".omel Alessya dengan wajah kesalnya namun bagi Diego wajah itu terlihat imut
"Ya aku disini di perusahaan dady mu".ucap santai namun dalam hatinya tertawa karena melihat wajah imut Alessya yang sedang marah
"Aku ingin masuk boleh gak". memelas Alessya
" kata pak satpam gak boleh masuk untuk anak kecil". Ucap Alessya sambil menunjuk ke arah Satpam yang saat ini sedang menunduk "tapi aku lihat kamu baru keluar dari gedung ini kenapa kamu bisa dari sana kan gak boleh".ucap Alessya yang kini jari terlunjuknya mengarahkan pada Diego
"Kamu ini cerewet sekali".decak kesal Diego tapi ia suka sambil mengacak gemas rambut Alessya, tak menanggapi ocehan Alessya hal itu juga membuat Alessya makin kesal pada Diego
"Iih jawab".teriak Alessya karena ia sudah kesal pada Diego yang malah terkekeh , namun ia dikejutkan oleh bentakan pengawal itu
"Nona tolong jangan berteriak di hadapan tuan mud_.".bentak Pengawal namun di potong oleh Diego dengan nada dingin serta wajahnha penuh amarah
"Jangan ada yang berani membentak apalagi menyakitinya, jika saja satu luka di tubuhnya walau pun seujung jari pun akan ku bunuh". Nada dingin Diego membuat semua yang disana seketika bergidik
deg
"Ba baik tu tuan". Ucap Satpan dengan kegugupannya
"Alessya maaf aku gak bisa hadir karena saat ini aku memang sibuk".ucap Diego dengan lembut pada Alessyaa berbeda dengan tadi pada satpam dan pengawal
"Sibuk apa sih kamu, kan kamu masih kecil".heran Alessya tanpa sadar kepalanya miring kek kanan menampakan wajah imutnya apalagi saat ia memiringkan kepalanya hal itu membuat Diego tak kuasa menatapnya
"OMG, kenapa kamu imut banget sih Alessya, pokoknya lu harus jadi milik gue". Bathin Diego yang saat ini sedang menatap ke seberang arah karena tak tahan memandang Alessya, kemudian dengan menutupi rasa gugupnya dengan kaya cool nya ia menjawab
"Kau tidak melihat penampilanku hmm". Ucap Diego
"Ya lihat kaya orang kantoran". ucap Alessya sambil menatap penampilan Diego, namun sedetik kemudian ia menggeleng geleng kepala lalu berkata
" eh tapi masalahnya bukan itu sih aku ingin ke dalam saja buat bertemu sama dady apa boleh". lanjut Alessya sambil menatap Diego dengan masang wajah sedihnya
__ADS_1
"Hanya itu aja". Ucap Diego yang kini ia menatap Alessya
"iya". Ucap Alessya sambil mengangguk gemas
"pff ya ampun ya tinggal masuk aja napa sih kan perusahaan milik punya dady kamu". Ucap Diego sambil cengengesan
"Tapi kata satpam ini gak boleh masuk anak kecil sepertiku itu".ucap Alessya sambil menggaruk kepala dengan wajah bingungnya
"Emang peraturannya kaya gitu". Jawab Diego yang kini kedua tangannya dilipar kedepan dadanya
"Tapi kenapa kamu bisa(tunjuk Diego),, koq aku gak bisa (tunjuk dirinya sendiri)". Ucap Alessya
" ya udah sini aku anterin".sambil menarik tangan Alessya dengan lembut, namun saat ia akan menarik malah di cegah oleh pengawal Diego tersebut membuat Diego geram langsung berubah jadi dingin
"Tu tu...". Pengawal
"Apa". Nada dingin Diego tak lupa ia melayangkan tatapan tajamnya
"Ti tidak".
"Ayo Alessya".ucap lembut Diego pada Alessya sambil menarik kembali namun Alessya tidak bergerak sedikit pun dia pun bertanya kembali pada Alessya agar yakin
"Ini beneran kita boleh masuk".tanya kembali Alessya
"Ya elah Aleesya, kan ini perusahaan bokap lu kenapa harus nanya gitu lagi sih".
"Ok kalau gitu , hai pak satpam dadah akhirnya Alessya bisa masuk wlekkkk".
Sementara Pak satpam langsung cengo melihat Alessya tersebut sambil menggeleng geleng kepala lalu mereka kembali bekerja namun kali ini mereka sedang bergosip dengan peristiwa tadi
Untul kedua body guar Diego tentunya mengikuti majikannya ke dalam perusahaan milik Arthur tersebut
Saat Alessya masuk langsung di sambut oleh karyawan karyawan namun sepertinya bukan hanya menyapa pada Diego saja.
"Tunggu tuan".cegah Salah satu wanita resepsionis
"Ya ada apa".dingin
"Maaf tuan muda, jangan membawa teman anda ke sini".
"Ck. lancang sekali kamu mengatakan begitu dia adalah teman baikku".
"Ta ...".
"Akanku lapor pada om Arthur". Dingin Diego sambil menatap tajam pada wanita resepsionis yang berdadan menor baju seksi
deg
"Ba ba baik tu tuan".
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke lift khusus untuk CEO atau orang orang penting
Sampai di depan pintu
tok tok
"Masuk".suara Bariton yang berada di dalam tersebut
ceklek
"Momy dady". teriak Alessya sambil masuk tak lupa senyum manisnya
"Hai Princess kenapa kamu bisa datang ke sini sayang hmm". Ucap Arthur yang kini sedang berdiri dari duduknya lalu berjalan sambil merentangkan kedua tangannya tak lupa senyum manisnya yang hanya diberikan oleh Alessya saja
__ADS_1
grep
Arthur langsung menggendong ala koala tubuh Alessya tersebut.
"Hihi karena tadi aku kerja kelompok dulu dady yang rumahnya di komplek depan perusahaan milik dady jadinya aku bisa kesini dianterin sama temen aku namanya Gina".
"Oh begitu, tank you Diego udah nganterin putri Dady".ucap terimakasih tulu Arthur pada Diego
"Ya Dady sama sama ".jawab Diego dengan senyum sopan pada Arthur
Alessya mendengar Diego memanggil Diego dengan sebutan Dady hal itu membuat dia bertanya
"Hah? Koq Dady sih?". Tanya Alessya sambil menggaruk kepala Alessya
"Koq dipanggil dady sih sama Diego, harusnya kan om apa jangan jangan Diego itu kembaranku".bathin Alessya namun tiba tiba ia langsung melotot dengan pikirannya mengira jika Diego itu kembarannya, hal itu tanpa dia sadari jika batin Alessya terdengar oleh ketiga makhluk siapa lagi kalau bukan Axel Arthur dan Diego
Alex mendengar itu langsung menyentil kening Alessya
dug
"Aw sakit bang Alex".pekik Alessya sambil mengusap keningnya yang tadi Alex sentil dengan wajah cemberutnya
"Kamu ini ngawur ngomong tuh". decak kesal namun hatinya ia tertawa melihat ekspresi wajah imut adik bontotnya yang sedang kesal itu
"Emangnya tadi Alessya ngomong apa".
"Bilang kalau kamu dan Diego kembaran".
"Tapi e... Eh koq abang bisa tau kata bathin ku bang". Alessya terheran
"Udahlah ayo sini duduk, Diego kamu mau pulang?".ucap Alex
"Gak aku langsung ke perusahaan papihku kak Alex".jawab Diego
"Gak makan dulu kamu, bareng sama Alessya".tawar Arthur
"Gak usah dad, ini juga aku buru buru".tolak halus Diego
"Ok kalau gitu and sekali lagi tank you udah nganterin si anak manja". Ucap tulus Arthur diakhir menggoda Alessya sambil mengusap lembut rambut Alessya
"Iihh dady apaan sih".rengek Alessya
"Hahahaha". Semua serentak tertawa melihat ekspresi kesal Alessya
Diego pun langsung pamit pada keempat anggota keluara Alessya
Alessya terus saja mengamati punggung Diego sambil menghilang, tiba tiba saja celetuk Monalisa berkata yang membuat dia tercengang
"Honey aku sudah tak sabar menjadikan Diego adalah keluarga kita". Ucap Monalisa pada suaminya
"Ya sayang aku udah gak sabar hal itu". Arthur
"Aku pun tak sabar dad jika dia menjadi adikku"..Alex
Bersambung
Hari ini spesial buat para reader karena saya sudah lama tidak up kembali dan kini up kembali dengan episode yang panjang dan juga akan ada episode terbaru setelah episode ini.
Maaf jika Author gak pernah up kembali mungkin ini udah sekian aku bilang maaf tapi memang benar saya orang nya malas apalagi pulang kerja pasti langsung tidur. Hehehehe
Pekerjaan ini hanya simpanan jika aku tak kerja pun mungkin sudah bisa dipastikan akan banyak episode nya
dan terlebih ini memang harus ada niatan untuk menulis jika tidak ada niatan beuhhhh malas
__ADS_1