
Keesokan harinya anggota keluarga besar Robert sudah di meja makan tentunya semua keluarga termasuk Kelly dan Arsen.
Semua menatap ke Alessya yang sedang menikmati sarapannya, Alessya sendiri tidak menyadari jika dirinya di tonton oleh semua anggota keluarganya
Kenapa mereka menatap Alessya karena dari tadi Alessya terus saja mengambil roti dengan mengolesi selai berbagai rasa, mungkin karena dari pada penasaran Alessya mengolesi selai semua yang ada di sana
Hal itu membuat semua anggota keluarga tercengang
"Njir ni anak rakus bener". ledek Bryan langsung ditertawakan oleh mereka
"Cih kaya yang baru nemu makanannya aja". cibir Julia dan hal itu membuat semua anggota memandang horor pada julia, sementara Julia pun seketika ia menutupi mulutnya ia sadar telah mengatakan yang tidak pantas apa lagi ia di tatap oleh Arsen dan Arthur. Kedua orang yang sangat menyayangi Alessya. Sementara Alex langsung berbicara pada Alessya yang kebetulan berada di sampingnya
"Alessya kenapa gak di pilih 1 aja selai nya". Tanya Alex pada Alessya dengan lembut
"Habisnya semuanya keliatan enak jadi ya udah aku olesin semua hehehe, eh kak Alex, Kak Axel ka..pan da...tang". Ucap Alessya yang masih mengolesi rotinya tanpa ia menoleh sedikitpun hingga Akhirnya ia dongakan kepalanya ia langsung terhenti
"Loh napa mereka menatapku apa ada yang salah di muka ku".bathin Alessya dengan wajah terkejutnya dan mata yang lebar
Ucapan Alessya saat ia yang tadi fokus mengolesi sley di roti dengan berbagai macam rasa di saat ia mendongak kepalanya ke atas ia terdiam karena Alessya menatap satu satu persatu dari mereka semua yang saat itu pula mereka semu memandang Alessya
Alessya terheran kenapa melihatku begitu apa aku kurang cantik atau ada kotoran di mataku atau ada yang heran di bajuku itulah pikirannya, hal itu membuat Bryan tak tahan oleh pikiran Alessya yang aneh itu langsung saja tertawakan oleh Bryan
Pfffftt hahahaha
"Kenapa bang Bryan ketawa". Tanya heran Alessya sambil memiringkan kepalanya kekanan menatap Bryan membuat Bryan gemas melihat ekpresi Alessya yang sangat lucu baginya dan hal itu membuat Bryan menjadi salah tingkah
"Aduhh Alessya tolong wajahnya jangan gitu, Abang gak kuat liatnya". Ucap Bryan dengan menutup mukanya karena ia menahan diri sampai mukanya berwarna merah entah kenapa padahal pada Alessya yang selaku adik sepupunya namun wajahnya yang gemas membuat Bryan merasa salah tingkah
"Emang mukaku kenapa bang, aku jelek tapi koq muka abang merah". Tanya polos Alessya dengan menujukan mukanya namun saat ia melihat dengan teliti wajah Bryan yang merah membuat Alessya langsung bertanya dan karena itu Wajah Bryan semakin merah
Karena tak ada jawaban Alessya langsung bertanya pada Monalisa dan itu sudah berkaca kaca, Alessya memang cengeng jadi wajar dia pasti akan gampang nangis
"Momy apa muka Alessya jelek". Suara paruh Alessya yang seakan Alessya tertahan suaranya karena seperti menahan nangis
"Gak koq sayang kenapa adek bicaranya begitu".
"Tapi Bang Bryan tadi menutupi matanya momy".
"Itu karena kamu itu gemes sayang".lembut Monalisa dengan menghapus air mata Alessya dengan ibu jarinya, mendengar itu Alessya langsung berhenti tangisannya
"Eh apa benar". Tanya Alessya
Arthur yang melihat anaknya yang sudah menangis langsung berkata
"Sudah sayang lanjutin makanannya jangan hiraukan yang lainnya".lembut Arthur pada Alessya, wajar lembut karena Arthur sangat menyayangi Alessya meski anak itu ruhnya adalah orang dewasa namun tetap baginya itu anaknya dia tak peduli jika ruhnya orang lain jika anaknya takdirnya memang jadi orang baik maka dia akan selamanya menjadi anak yang spesial
"Ya dady". Alessya
Alessya menurut karena ia memang sangat penurut anaknya tidak membangkang, dan inilah yang orang tuanya suka dari Alessya, namun mereka khawatir jika kepolosan Alessya ini bisa menjadi dimanfaatkan oleh oknum yang akan mencelakai keluarganya maka dari itu Axel harus menjaga Alessya, meski itu akan membuat Alessya risih setiap hari akan bertemu dengannya namun jika orang lain pasti tidak akan bisa melihatnya karena mereka tak bisa melihat hantu dan lainnya kecuali jika salah satu dari mereka ada yang indigo
Singkat cerita Alessya sudah di sekolah
"Diego, kamu nanti ada bimbingan kimia". Tanya Alessya yang saat ini sudah istirahat
"Gak sekarang aku istirahat dulu napa emang". ucap Diego namun nada nya biasa tapi jika dengan yang lainnya Diego akan berubah menjadi dingin
"Hmmm temenin aku lah ke perpus". pinta Alessya pada Diego
"Nyari buku apa". Diego
"Fisika". Alessya
"Oh ya kamu juga ikut olimpiade Sains ya". Diego
Alessya hanya mengangguk dengan gemes, Diego yang menyadari jika orang yang di depan itu sangat menggemaskan sehingga ia pun mencubit pipi cabi Alessya tentu Alessya terpikik
"Aaawwww Diegooo ihhh sakit pipi aku". pekik Alessya dengan kesal sambil menatap pada Diego menunjukan wajah kesalnya
"Habisnya kamu lucu banget hahaha soryy gua sengaja emang hahaha". Ucap Diego disertai dengan tawanya
"Issshhh Diego nyebelin, ah mending aku menggambar aja". decak sebal Alessya sehingga bibirnya mengerecut
"Ya udah gua tidur aja". Diego
"Ih dasar tukang tidur, ih gimana atuh ayo ke perpus ish ya udah aku ajak si Noval aja".
Diego hanya diam menghiraukan Alessya seketika terbangun mendengar jika Alessya akan bersama Noval, entah kenapa ia merasa tak terima jika Alessya bersama Noval sungguh ia panas
"Ya udah ayo aku antar kamu, gak usah kamu nyari Noval".
"Nah gitu dong kita kan bestie". Ucap Alessya
__ADS_1
Sementara Diego mengabaikannya langsung saja ia menarik tangan Alessya dengan lembut
Singkat cerita Alessya sudah berada dikelas pelajaran keempat, kemudian Alessya ingin ijin ke toilet karena merasa tak nyaman di bawah sana
"Bu Alessya ijin ke toilet". Alessya, Diego mendengar itu dan melihat Alessya akan pergi langsung dicegah oleh Diego
"Tunggu".
"Apa sih Diego kamu mau ikut ke Toilet". canda Alessya, namun tak disangka jawaban Diego tak masuk akal
"Ya aku temenin".
"Eh eh gak gak kamu itu cowok". Alessya
"Isshhhh bu ijin nemenin Alessya". dingin Diego dengan wajah datar serta tatapan yang tajam pada gurunya, hihi memang tak punya sopan santun anak ini
"Hmm ta tapi Di di". terbata bata guru tersebut karena takut melihat tatapan maut dari Diego
"Atau ibu akan ku adukan ke dadyku agar ibu di pecat disini". ancam Diego dengan wajanya semakin dingin
gleg
Guru tersebut menelan ludah secara kasar ia pun berkata dengan gemetaran
"Ah ma ma maaf, ya ya si silahkan".
"Diego kamu koq gitu sih main ancaman".Alessya dengan raut wajah kesalnya menatap Diego, namun diego tak peduli ia langsung menarik tangan Alessya untuk keluar dari Kelas dan itu membuat semua teman sekelasnya tercengang atas kelakuan Diego yang tak pernah mereka lihat sebelumnya
"Udah ayo aku temenin". Diego
"Jangan pegang juga ih". tepis tangan Diego oleh Alessya
"Sama Noval mau koq sama aku gak mau sih, hmm".cibir Diego yang mungkin dia cemburu pada Alessya
"Ya karena kamu sama dia beda dia itu...".ucap Alessya langsung di potong Diego
"Udah kita ke toilet aja".
"Issh, ibu aku sama Diego ijin ya, kita berdua gak akan macem macem koq".
pletak
"Awwww Diego mah sakit tau ihhh kejam kamu mah".
Kini Mereka berdua sudah tiba di toilet khusus putri
Namun sebelum itu, Diego langsung menarik kembali tangan Alessya itu membuat Alessya kesal karena dari tadi Diego selalu aja menghalangi
"Apaa lagi sih Diego dari tadi kamu hobi banget sih narik tangan aku".
"Bentar dulu napa sih ini demi keselamatan kamu".
Kemudian Diego langsung mengangkat tangan tangannya lalu memenjamkan matanya tak lama tangannya 1 kali jentikan langsung terdengar dari dalam ada teriakan
Akhhhhhh
"A a pa itu Diego". Bata bata Alessya sehingga tubuhnya mulai gemetaran
Sementara Diego hanya tersenyum devil
"Hmm puas lu". Bathin Diego kemudian beralih pada Alessya dengan wajah yang sangat pucat hal itu membuat Diego panik
"Alessya kamu kenapa".
"Hikss aku takut Diego aku mau pulang aja".
"Kenapa pulang hmm, apa karena tadi kamu takut".
Alessya mengangguk lalu dengan sigap Diego langsung memeluk Alessya dengan mengelus punggungnya tak lama Axel datang
"Woy itu tangannya singkir dulu enak aja maen peluk peluk segala yuk dek sini". Axel
Alessya mendengar suara Axel langsung melepas pelukannya dari Diego langsung ia peluk Axel
"Hiks hiks abang Alessya takut hiks". Alessya
"Ya dek jangan khawatir abang ada disini, kamu diego beresen tuh si mayit" .
"Ah elah belum semenit gua peluk Alessya udah di rampas aje lo, eh ini malah maen nyuruh nyuruh dasar iblis nyebelin".
"Cih gak sadar diri lu makhluk apaan bocah"
__ADS_1
"Eh tuyul enak bener lo ngatain gua bocah".
"Anjir lu ****** bilang gua tuyul emangnya nye gua botak".
"Emang lu gak botak tapi lo suka nyuri uang kakak perempuan lu".
"Hahahaha bodo amat ".
"Abang Axel , Diego stop lah jangan berantem, abang Axel aku mau pulang bang".
"Terus belajar gimana". Axel
"Terus jadi gak pipis nya". Diego
"Pokoknya Alessya mau pulang, Alessya takut ada pembunuhan disini, ya ampun baru aja di omongin makhluk nya nongol".
"Oh ternyata cowok". barengan Axel dan Diego
"Kalian kenapa".
"Gak kenapa napa".barengan Axel dan Diego
"Cih tau ah pusing ayo ayo bubar, aku gak jadi pipisnya eh aku ijin ke bu Tyan ya".
"Udah gak usah mending langsung aja bawa tasnya".Diego memberikan kesan yang sangat tak boleh ditiru
"Iih Diego itu caranya gak baik gak sopan, kamu itu orang kaya masa gak punya tatakrama yang bagus sih".
Gleg
Mendengar itu Diego langsung menelan ludah secara kasar, ia tak menyangka jika omongan Alessya itu langsung nyelekit
Sementara Axel langsung tertawa keras ia merasa puas melihat ekspresi Diego yang terlihat sekali pucatnya
Hahahahah
"Aduh aduh adek adek".Axel dengan menggelengkan kepalanya
"Ya udah ah ayo ah". Alessya
Singkat cerita Alessya sudah berada di Mansion tentu anter oleh Shella dengan segala rayuan bujukan maut Alessya akhirnya Shella pun menurutinya
Monalisa melihat putri bungsunya sudah pulang cepat menyerengitkan dahinya
"Loh Alessya koq jam segini udah pulang lagi". Monalisa
"Hiks hiks Alessya takut my, tadi di sekolah aku ke toilet bareng sama Diego eh taunya pas aku masuk di cegah sama Diego eh tau nya ada yang negejerit aku pikir ada kecoa tapi ternyata itu bukan Aku langsung melihat arwah dari toliet dan aku langsung nangis". Tangisan Alessya langsung pecah
Mendengar itu Monalisa langsung memeluk Alessya dengan lembut, kemudian ia beralih menatap Axel
"Kenapa ini xel". Tanya Monalisa
"Ada yang mau menculik Alessya momy, itu sebabnya Diego langsung melenyapkan orang itu dengan kekuatan iblisnya". Axel
Tiba tiba saja ada dua orang masuk dengan wajah paniknya
"Alessya/adek".
Mereka semua melihat ke arah pintu ternyata itu adalah Alex dan Arthur dengan wajah khawatirnya mereka. Dan itu kali pertama mereka memasang wajah seperti itu dan hanya pada Alessya, yang biasa berwajah datar dingin sekarang mereka menunjukan rasa kekhawatiran mereka
"Abang alex, Dady kenapa dengan wajah kalian berdua".
"Apa kamu baik baik saja nak". Tanya Arthur yang langsung memeluk mencium Aleddya
"A a aku ba ba baik saja Dady, karena ada Diego".
"Syukurlah kalau kamu baik baik, beruntung Dady tidak memindahkan kamu ke sekolah lain".
"Eh Dady mau pindahin aku".
"Ya awalnya gitu, karena dady takut akan banyak orang mengenali kamu sebagai anak keluarga Robert, tapi tidak jadi karena ada Diego disana yang menjagamu".ujar Arthur
"Emang apa hubungannya dady, Alessya gak paham".
"Nanti juga kamu akan mengerti nak".
"Dady napa sih sepertinya ada yang sembunyikan, meski aku dari keluarga Robert aku lebih nyaman aku yang dulu saat sebelum mereka mengenal aku yang berasal dari marga Robert hah bu Susi kenapa kamu harus nanyain namaku segala sih, aku kan jadi tidak nyaman dengan nama marga itu, karena dalam diriku sendiri tidak pantas berada di keluarga yang sangat disegani itu, aku hanya sebutir abu saja jika berada di keluarga ini, aku lebih baik menjadi orang biasa karena dengan itu aku bebas melakukan apa pun yang aku mau". Bathin Alessya yang masih di pelukan dadynya tanpa Alessya ketahui bahwa apa yang Alessya katakan di pikirannya itu terdengar oleh mereka bertiga Axel, Alex dan Arthur
Mereka semua tertegun, mereka terdiam seketika kemudian tersenyum, sungguh mereka sangat menyukai hati Alessya yang memang murni baik tidak ada rasa dengki atau negatif dalam dirinya, namun mereka sama sama tak menyukai jika Alessya ini akan pergi jauh saat dirinya tubuh dewasa meski Alessya ini orang baik tapi tetap pasti akan di pengerahui oleh seseorang yang dimanfaatkan kebaikannya hal itu mereka bertiga tidak ingin membuat Alessya jauh dari keluarganya terutama dia seorang perempuan
Bersambung
__ADS_1
Maaf aku telat up hehehe