
Saat sebelum Alessya hadir di mansion utama 10 tahun yang lalu saat Alessya masih di kandung Monalisa
Keadaan Mansion saat itu suasana yang mencekam, jika salah dikit saja langsung di hukum, hukumannya pun tak main main bahkan sampai hukuman mati pun. Iya Mansion Arthur saat itu seperti kandang singa.
Para pekerja di sana hanya pasrah, karena jika mengundurkan diri pun mereka langsung diberi denda sebesar 1 M dollar. Beginilah kelicikan mereka sebagai keluarga Robert, keluar salah tinggal pun juga salah.
Memang sih gajih mereka seorang pekerja di bilang fantastis. Jadi banyak juga yang tergius dengan gajih nominal besar begitu.
Saat ini Monalisa tengah berada di Mansion utama, entah kenapa kehamilan kali tampaknya berbeda dari biasanya. Jika kehamilan sebelumnya Monalisa sangat bersemangat untuk menyiksa atau pun hal hal berkaitan dengan darah. Namun kali ini ia menghindar malah ia takut dengan darah
"Kenapa bayi ini sih, kenapa saat aku ingin menyiksa malah muntah, kau ini sebenarnya kenapa sih. Ada apa dengan kehamilan ku yang sekarang apa anakku yang ini memang berbeda nantinya".
"Loh Momy kenapa ngedumel sendiri".
"Oh kamu rupanya Axel, biasanya kehamilan momy sebelumnya momy suka menyiksa kan itu sudah hal biasa momy lakuin, tapi kenapa sekarang lihat darah pun momy muntah dan itu semenjak momy hamil".
"Apaaaa????".
"Sepertinya anak yang sekarang nantinya akan beda sendiri deh mom maksudnya karakternya".
"Entahlah lex, momy bingung dengan kehamilan momy yang sekarang, bahkan akhir akhir ini momy koq gampang baper deh sedikit sedikit nangis melow banget momy sekarang".
"What baper, gak biasanya bunda kaya gini".
"Ada apa ini".suara bariton berasal dari Arthur yang baru saja turun dari tangga
"Itu momy lagi ngomongin dedek bayi". Timbal Axel
"Dedek bayi?". tanya mengulang kembali Axel katakan
"Ya katanya kehamilan sekarang beda dad, kayanya adekku ini bakal beda sama yang lain deh dad, mungkin saja adekku ini anaknya yang cengeng kaya anak perempuan biasanya". coleteh Axel yang entah kenapa ia bisa berasumsi seperti itu, seolah ia sebagai detektif yang mengetahui jika adiknya akan lahir dan menjadi salah satu anak perempuan yang memiliki sifat berbeda.
Yang biasanya sikap mereka para cucu perempuan turunan Robert tidak ada yang bener, mereka semua sangat menyukai darah dan juga tidak ada yang lemah atau cengeng.
Bahkan mereka lebih parah dan lebih berbahaya dibandingkan dengan para cucu laki laki Robert.
balik lagi ke cerita tadi
"Kamu kayanya sangat menginginkan bayi ini(sambil menunjukan ke arah perut Monalisa) nak, dan kamu ingin adiknya perempuan".sinis Arthur
"Ya dady aku ingin mempunyai adik perempuan".ucap Axel dengan gamblangnya
"Kenapa kamu terobsesi sekali xel ingin memiliki adik perempuan, kau tau sendiri jika anak perempuan itu menyebalkan lihat saja kakak perempuanmu itu mereka tidak ada yang benar, sepupu kita pun juga sama saja tidak ada yang menarik tidak ada satu pun dari mereka yang dipandang baik oleh diluaran sana, selalu saja yang aku dengar hanya prilaku buruknya saja".panjang lebar Alex
"Kecuali mereka bang, aku juga gak sudi memiliki saudara kaya mereka bang, tapi kali ini Axel yakin jika adikku itu orang berbeda". Ucap Axel
__ADS_1
"Kenapa kamu sangat yakin xel". Tanya Arthur dengan menaiki halisnya
"Entahlah dad, aku merasa adikku ini anak yang berbeda lihat saja momy sudah beberapa bulan sejak Momy hamil tidak pernah lagi menyiksa orang malah momy yang bantu mereka, aneh kan, apalagi saat momy ngidam duh aneh aneh seperti ketoprak baso itu kan makanan Indonesia, bukannya Momy lahir di negara ini kenapa malah ngidam makanan luar negri ".coleteh Axel
"Wah apa benar begitu sayang". Tanya Arthur pada Monalisa
"Hmm ya honey, entahlah aku pun bingung dengan kehamilanku saat ini". ujar Monalisa yang memang terlihat kebingungan.
Mereka pun ngobrol seperti biasa, di keluarga ini tidak ada canda jika tertawa pun hanya saat melihat tubuh musuh di cincang itu saja
Selebih mereka akan mengobrol hal hal penting, dan baru kali ini mereka mengobrol hal yang tidak penting tentang kehamilan yang biasanya mereka tak peduli dengan hal itu, namun kali ini mereka seperti ada magnet tersendiri jika mengobrol tentang hal ini.
...----------------...
Malam hari tiba
Axel sedang berada di kamar dan tentunya Axel sedang tidur. Saat ia tengah terlelap tidur tiba tiba saja ada yang masuk mengendap endap, langsung
jlep
Akhhhhhhhh
jlep
Akhhhh
"Hay anak ganteng".
deg
"Kauuuuuu, a ap.....".ucap tak dilanjut karena terputus oleh nafas yang mulai menipis dan akhirnya terhenti
"Akhirnya Axel kau mati juga, huh tinggal satu lagi hahaha".girang pelaku tersebut
Namun itu hanya sesaat karena ia dikejutkan oleh suara bariton
"Apa yang kau lakukan Apriliaaaa".bentak Arthur yang menggema seluruh Mansion.
deg
"Koq bisa koq bisa dia berada disini, kenapa aku tidak mendengar suara langkah kaki". Bathin Aprlia dengan wajah paniknya
"Dad ada apa, A axelllll, AXEEELLLLLLL".teriak Alex yang baru saja datang, namun alangkah terkejut melihat Axel yang sudah tergeletak berlumuri darah
Melihat sprei yang sudah banyak sekali bercak darah
__ADS_1
buggg
"Apa kau yang melakukan ini hahhhhh".teriak bentakan Alex pada april yang kini gemetaran seluruh tubuhnya
"A a.......".
"Pengawal bawa anak ini ke ruang bawah tanah ikat kedua tangannya dan sebelum itu kalian cicipi tubuhnya terlebih dulu, setelah itu ikat kedua tangan dan kakinya memakai rantai tidak ada sehelai benang pun tempel di tubuhnya, jangan dia beri makan kalau bisa gantikan saja di beri kotoran manusia". Teriak Arthur yang sorot matanya sudah memerah sangat terjelas sekali jika ia sedang marah
Deg
"Ti tidak dad ja jangan la lakukan itu, a a aku mi min". teriak Aprilia dengan wajah cemas sementara tubuhnya sudah di seret paksa oleh kedua body guar atau anak buah Arthur
Karena Arthur geram pada april ia langsung menampar
plak
Plak
Plak
"Meski kau darah dagingku sendiri tapi jika kamu membunuh saudaramu sedarah maka harus dibalas nyawa dengan nyawa". sorot mata tajam Arthur yang kini berubah jadi merah terpancar aura bunuh nya yang berwarna merah kehitaman. Inilah Arthur yang berubah menjadi iblis atau seorang monster tak berperasaan
"Itulah sebabnya jika anak wanita itu memang terkutuk". dingin Alex menatap Aprilia yang sama memancarkan aura negatifnya serta mata yang sudah berubah menjadi merah
Keesokan harinya
Monalisa menahan tangisan saat melihat peti mati Axel yang akan di semayamkan saat ini juga.
Meski Axel akan muncul kembali karena akan berubah jadi iblis sejati. Namun tetap saja mereka sedih, karena kehidupan Axel yang menjadi iblis itu akan terasa berbeda. Jika memeluk Axel dulu memberi kehangatan namun sekarang menjadi kehampaan. Peluk Axel itu sama saja memeluk dengan mayat hidup, tubuhnya dingin tidak detak jantung yang terdengar akan ada kehampaan.
Tubuh Axel meski sudah mati saat di tubuh manusia, namun ruh iblisnya akan kembali tumbuh seperti biasa namun bedanya seorang iblis akan menjadi tua akan memerlukan waktu beberapa abad.
Bersambung
*Maafkan jika kosa katanya berbelit belit dan gak nyambung hehehe kan ini cerita fantasi guys jangan di bawa serius
Ok mungkin banyak dari kalian kenapa gak up lagi 1 minggu 2 kali
Maaf Author ya karena pikiran author itu terbatas. Author pun punya kesibukan di dunia nyata yaitu kerja jadi antara nulis dan kerja tidak sinkron bestie.
menulis Novel itu butuh waktu otak berfikir hehehe
kadang aku nulis novel tapi malah bercabang cabang malah terganggu sama ide cerita yang baru
__ADS_1
Beginilah kebanyakan khayalan tapi kemampuan hanya segini.