
Tak terasa Monalisa pun lahir dengan normal. Tidak ada yang menemani kecuali para maid disana.
Namun entah kenapa kali ini ia benar benar merasakan sangat kesakitan ketika melahirkan ini. Sakit benar sakit beda dengan kelahiran sebelumnya yang sangat lancar
Melihat pertama kali wajah bayi Alessya tertegun
"Apa ini anakku bi".tunjuk Monalisa pada kereta bayi yang kini ada bayi yang baru saja ia lahir
"Ya nona". tunduk kepala maid yang tak lain Bi Mina
"Ta ta tapi kenapa dia sangat berbeda".tanya heran Monalisa karena melihat bayinya yang pertama kali tampak berbeda dari biasanya ia lahir.
"Sa sa saya pun tidak mengetahuinya nyonya, jika bukan anak nyonya siapa lagi bayi yang baru di keluarkan dari perut nyonya".
Tak lama mata bayi itu terbuka, dan itu di saksikan oleh Monalisa, kemudian ya cerita selanjutnya ada di episode ke 2 jadi author di skip aja bagian ini
Sudah selama seminggu Monalisa tidak kunjung ke kamar Alessya, dan anehnya mengapa anak itu tidak menangis apa sudah mati itu pikirnya
"Kenapa kamu honey". Tanya Arthur
"Honey,, kamu tau kan kalau aku ini udah lahiran".Monalisa
"Astaga aku baru sadar, terus bayinya laki laki perempuan". Arthur
"perempuan". Monalis
"Oh, terus ada apa denganmu".
"Kau tau sendiri sayang kalau bayi biasanya menangis, tapi bayi itu ajaib tidak menangis sama sekali".
"Ck, hanya itu , ya bagus dong namanya honey jangan di pikirkan".
"Ah sudahlah, lebih baik begini serasa gak punya bayi".Monalisa
"Ck, selama kau lahir perempuan kamu tidak pernah mengurusnya".desis Arthur
"Hmm ya sih, ya udahlah lupain ayo kita makan aku lapar". titah Monalisa
Mereka berdua pun turun menuju meja makan, semua keluarga robert sudah ada disana
Mereka tidak pembicaraan apa pun, karena memang itulah tradisi mereka jangan makan di saat waktunya makan
Kini mereka pun sudah menyelesaikan makanannya tidak ada yang beranjak kecuali anak anak. Mereka para dewasa berbincang dengan di temani minuman vodka dan juga roko
"Apa ada suatu masalah denganmu Monalisa, oh ya sepertinya kamu sudah lahir".tanya Arsen
"Oh ya apa bayinya perempuan lagi". tanya Kellya pada menantunya
"Ya mom ,"
"Tapi koq Dady gak pernah mendengar suara tangisan bayimu itu".
"Ya baguslah dad, agar mansionku tenang". Ujar Arthur
Kemudian tiba tiba saja tak sengaja pelayan yang ingin memberikan jus dingin pada Tuan Arthur malah tumpah pada celana Arthur membuat Arthur naik pitam
treng
cresss
Pelayan itu langsung menegang apalagi Arthur saat itu langsung membentak dan melakukan bogeman
bug
"Apaa yang kau lakukan bajingan hah, apa kau mau dipecat atau jangan jangan kau mau aku siksa hah".bentak Arthur dengan langsung berdiri
"Pengawal bawakan pisau".teriak Arthur nafas memburunya yang sedang emosi
"Baik tuan".
Dengan nafas yang memburu, Monalisa langsung mengusap punggung kekar suaminya setelah ia menjambak rambut itu kemudian langsung menampar pipi yang tadi diberi bogeman dari suaminya hingga kembali lagi sudut bibirnya terluka
sreett
Akhhhhhh
sreet
Akhhh
Darah darahnya pun muncrat ke meja makan, namun mereka tidak merasa jijik pada darah tersebut. Malah mereka mencicipinya seperti menikmati coklat
Saat mereka keluarga Robert tengah berada di ruang tengah menyaksikan pelayan di siksa oleh Arthur
__ADS_1
Tiba tiba ada suara yang melengking
"Hay MOMYYYYYY".teriakk seseorang
"Astaga Arthar kenapa sih kamu gak pernah berubah,selalu aja teriak teriak". pekik Kelly
"hehehe maaf momy, loh ada apa ini aduhhh".cengir kuda Arthar namun ia baru menyadari jika Arthur sang kakak pertamanya sedang menyiksa pelayan
"Kau gak liat abangmu lagi nyiksa pelayan".Arkan
"Wah kasian banget kenapa harus disiksa".raut wajah sendunya
"Cih anak kecil jangan ikut campur ganti baju sana".decah kesal Arthur pada adik bungsunya
"Ishhh nyebelin banget punya abang galak kaya bang Arthur".
Arthar pun pergi dengan wajah masamnya namun terkesan lucu
Arthur pun menyiksa kembali pada pelayan kemudian tanpa ampun ia menodongkan pistol tepat di kepala pelayan tersebut lalu...
dor...
"fiuh". Arthur meniup Pistol tersebut dengan santainya ia berjalan menuju kamar meninggalkan tempatnya makan mungkin ia sudah tak berselera makan.
Setelah ia mengganti baju tiba tiba ia mendengar suara bayi yang mengoceh tak jelas
Di dalam kamar Alessya bayi sedang mengomel
"Ishhhhh aku mau cepet gede, menjadi bayi itu membosankan, ya tuhan sampai kapan aku mengurung diri di kamar huhu mau menangis pun aku gak bisa ah dasar". Bathin Alessya yang saat ini sedang berusia 1 minggu meski dalam tubuhnya bayi namun rohnya dewasa
sementara di balik pintu itu Arthur menyerengitkan dahinya
"Apa dia itu bayi, kenapa bayi itu pikirannya dewasa, ah sudahlah aku males melihat bayi yang lemah". Arthur
Sementara di dalam kamar
"Kenapa selama 1minggu ini wanita tidak muncul ya".bathin Alessya yang mengingat wajah monalisa
"Apa benar aku ini anak kutukan".
"Ishhhhhhhhhh memikirkan itu membuat kesal". Bathin Alessya dengan posisi kedua kakinya menendang nendang
Tiba tiba
"Nona kecil sedang apa hmm, ya ampun nona kenapa jadi berantakan begini".
"A aaah (bi Minah)". Ucap Alessya bayi
"Ishhhh kenapa malah nyebut kata lainn sih ". gerutu dalam Bathin Alessya
"Aaah apa cantik". Bi Minah
"Iiinyahhh". Ucap Alesya
"lagi lagi kata aneh". gerutu bathin Alessya
"Inyah???".tanya Bi minah mengulangi perkataan Alessya
"Mengangguk". Alessya
"Ya ampun bayi ajaib, kenapa bayi ini bisa mengerti bahasa manusia dan ajaibnya dia bisa berbicara".terkejut Bi Minah dengan mulutnya di tutupi oleh tangannya
"Ishhhhh".desis dalam hati Alessya
"Kau ngomong apa isshhhh nyesel aku dilahirkan di sini".omel bathin Alessya
sementara dibawah
Lagi lagi pandangan mengerikan yang sudah terbiasa dalam Mansion ini
Dimana para pekerja, pengawal ataupun para maid di penggal kepalanya. Siapa lagi orang yang memegal kepala itu yang tak lain adalah Arthur
Arthur terkenal dengan kekejamannnya, sadis, beringas berdarah dingin. Arthur melakukan itu jika mereka melakukan kesalahan walau sedikit.
Sementara yang lainnya mereka malah menyaksikan kesadisan Arthur
srekk
Akhhhhh
Srekkk
Akhhh
__ADS_1
Arthur terus saja menyayat wajah salah satu maid. Mereka di beri hukum karena telah melakukan pencurian
Mereka bersengkongkol ingin mencuri uang di lemari yang berada di kamar Arthur dan Monalisa
Mereka berjumlah 5 orang diantarnya 2 Maid dan 3 pengawal. Mereka melancarkan aksinya saat mereka semua anggota keluarga besar Robert sedang di meja makan.
Namun ternyata aksi mereka terpegok oleh pengawal yang akan mengawasi sekeliling Mansion.
Kini para mayat pekerja sudah di bereskan tinggal emosi Arthur yang memburu semua para pekerja melihat raut wajah menyeramkan Arthur ketakutan namun tiba tiba saja emosi mereda saat mendengar walau itu hanya jauh. Ia mendengar seperti ada yang sedang bernyanyi dengan suara yang indah
Sementara di kamar Alessya
Alessya sedang merasa jenuh kini ia sedang bernyanyi di dalam hati ia membawakan lagu yang terfavoritnya
"Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah
Anug'rah cinta yang pernah kupunya
Kau buatku percaya ketulusan cinta
Seakan kisah sempurna 'kan tiba"
"Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang
Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama"
"Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)"
"Masih jelas teringat (jelas teringat) pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)
Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)"
"Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya"
"Oh, masih tersimpan
Setiap kеnangan, ho-wo-wo-oh
Semua cinta yang kau beri
Kau takkan terganti"
"Mеngapa masih ada (masih ada)
Sisa rasa di dada (rasa di dada)
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
(Tanpa hadirmu, sayang?)
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
Sampaikan rinduku untuknya......
__ADS_1
Bersambung.....