
Alessya terdiam setelah mendengar jika Diego akan menjadi keluarganya. Alessya tidak paham apa yang di maksud dengan perkataan Alex itu
"Maksud kalian itu apa , Diego bakal jadi keluarga kita".
"Gak sayang nanti juga kamu paham, kamu udah makan".alih Monalisa pada Alessya dengan lembut
"Belum Momy".
"Ya ampun emangnya di rumah temen kamu gak dikasih makan begitu".
"Dikasih sih tapi kan itu cuma cemilan aku maunya nasi".
Monalisa hanya menggelengkan kepala, sementara Arthur langsung menghubungi seseorang
📞"Saya ingin pesan makanan kesukaan putri saya".dingin Arthur
....
📞"Jangan sampai telat".tekan Arthur setelah itu panggilannya langsung dimatikan olehnya
"Udah dady pesenin".
"Ya makasih dady hmm, koq ruangan dady ini bagus banget dan ruangannya koq luas banget sih dad".
"Kamu nanti juga bakal menggantikan posisi dady disini sayang".
"Eh maksud dady, setelah aku besar nanti aku bakalan kerja disini gitu".tanya Alessya dengan wajah polosnya pada Arthur
"Ya". Cepat Arthur menjawab pertanyaan dari Alessya
Alessya mendengar itu pun langsung Berfikir
"Kalau aku kerja di sini seperti dady itu artinya aku harus kuliah tentang bisnis, tapi aku bukan ahli tentang soal beginian apalagi dengar dengar jika dunia bisnis itu dunia kejam". Bathin Alessya memikirkan begitu ia langsung bergidik ngeri membayangkan jika Alessya menjadi pengelola bisnis bagaimana jika gagal bagaimana jika ada yang korupsi itu yang dia pikirkan membuat dirinya geleng geleng kepala
tentunya prilaku Alessya di lihat oleh ketiga keluarganya itu, apalagi Arthur dan Alex mendengar keluh kesah di pikirannya membuat kedua pria beda generasi itu terkekeh mendengar pikiran konyol Alessya
"eh eh eh gak gak dady ah aku gak mau jadi pembisinis".ucap terbata bata Alessya karena bingung sekaligus gelisah
"Kenapa?".tanya Arthur meski pun tau apa alasannya
"Aku gak mau aja, jadi pembisnis bikin kepala ku pusing aja".jawab asal Alessya karena tak ingin mengatakan yang sebenarnya padahal tanpa Alessya sadari jika mereka berdua sudah mengetahuinya
"Lah kan dady bakal ngajarin kamu nak".lembut Arthur ia menjawab dan memberikan solusi agar ia bisa mengetahui apa yang direspon oleh putri bungsunya ini
"Tapi tapi a aku takut gagal dady aku gak mau bikin dady kecewa jadinya...".gugup Alessya yang akhirnya membuka isi hatinya yang selama ini ia pendam namun perkataan terakhir menggantung
"Kan ada Abang sayang".timbal Alex yang sedari tadi diam,mendengar Alex Alessya seketika berbinar lalu ia berkata
"kalau gitu mending abang aja yang ganti perusahaan dady".ucap Alessya dengan wajah semuringahnya menatap Alex dengan wajah berbinarnya
__ADS_1
"Ya tapi kamu jadi skretarisnya kakak ya".ucap Alex
"Kenapa gak pacar kaka aja". elak Alessya, dengan gampangnya Alessya menyebut pacar pada Alex. Padahal kakaknya tidak memiliki seorang kekasih . Lalu kenapa Alessya berfikir begitu, karena menurutnya sekretaris itu dikerjakan oleh perempuan.
Ucapan asal Alessya membuat ketiga shock mendengar nya terutama Alex
"Apaa pacar? kamu bicara apa sih dek".cengo Alex dengan keterkejutannya mendengar kata tersebut dari adek bungsunya, ia merasa jengkel dengan perkataan tersebut
"Aku cuma bilang kalau mau jadi sekretaris itu ya pacar kaka aja".dengan santainya Alessya tanpa tau jika Alex tidak memilih seorang kekasih jangankan kekasih ia dekat perempuan tidak pernah bahkan jika hanya berjarak sejengkal pun langsung menghindar
Sementara Arthur dan Monalisa langsung tercengang namun akhirnya
"Ya ampun sayang kamu ini ada ada aja".ucap Monalisa sambil terkekeh
"Lah emang ada yang salah sama yang tadi ucapin".tanya Aleesya dengan heran
"Hahaha kakakmu ini jomblo sayang".ucap Monalisa sambil tertawa terbahak bahak, sementara Arthur tersenyum lebar
"Eh seganteng gini sekaya gini gak laku".puji Alessya namun diakhiri dengan ledekan pada Alex. Hal itu membuat Alex seketika terbelalak matanya terbuka lebar dengan lantang Alex mengucapkan satu kalimat namun membuat semua orang disitu terdiam seketika
"What".teriak Alex dengan lantang dengan wajah terkejutnya
"Dek kamu muji kakak atau ngeledek kakak sih".lanjut Alex dengan mengomeli Alessya yang sangat membuatnya jengkel
"Lah emang kenyataannya gitu kan kak".jawab Alessya dengan acuhnya, Alex mendengar itu langsung mendengus kesal
"Yeahhh makanan aku udah datang".girang Alessya sambil mengangkat tangannya keatas sambil mengepal
"Uh dasar udah pipi tembeb aja, makan terus".cibir Alex sambil menatap sinis pada adiknya
"Apaan sih kakak ini pokoknya yang jomblo diam aja deh".decak kesal Alessya, ucapan Alessya diakhir mampu membuat Alex seketika ia ingin marah namun ia berubah pikiran dan dia pun langsung berkata dengan maksud memancingnya
"Cih emang adek punya pacar".ejek Alex pada Alessya
"Punya lah".jawab dengan pd nya Alessya
"Siapa?".tanya penasaran Alex atau sekedar memancing saja
"Diego".cepat Alessya menjawab tanpa sadar
Sedetik ia langsung terbelalak lalu menutupi mulutnya sambil melihat ke arah ketiga orang dewasa dengan tatapan seperti mengintimidasi karena ia tersadar dari ucapan yang keceplosan menyebut nama yang seharusnya bukan orang itu.
"Bu bu bukan i itu emmm na na manya Noval i iya Noval heem noval".panik Aleesya dengan wajah yang sudah memerah
"Hallah bilang aja suka sama Diego malah bawa bawa nama cowo lain segala sih hmm".goda Alex dengan senyum jahilnya hal itu membuat Alessya mendengus kesal sekaligus malu lalu ia pun mengadu pada kedua orang tuanya hal ini memang tidak aneh sebagai seorang adik
"Iih apaan sihh kakak iniii, momyy abangnyaaa ☹ my".adu Alessya pada Monalisa
"Udah udah kalian ini gak henti hentinya berdebat".tegur Monalisa pada kedua putra dan putrinya
__ADS_1
"Tapi abang duluan yang mulainya momy".adu Alessya sambil menunjuk ke arah Alex
"Lah napa nyalahin abang segala enak aja kamu tuh yang duluan ngatain abang jomblo". Kesal Alex pada Alessya karena di tuduh
"Kan emang bener wlekk". ejek Alessya pada Alex kemudian diakhir dengan menjulurkan lidahnya
"Wah wah ngeledek abang ya mentang mentang udah punya pacar dasar bocil abang hukum".ucap Alex sambil tersenyum menyerengai ia pun mendekati dan
hap
"Hahahahha geli geli hahahha ampun ampun abangg ihhh".pekik Alessya sembari gelak tawa yang menggema di ruang tersebut
"Suruh siapa ngatain abang".ucap Alex yang masih dengan menggelitik badan Alessya
"Ya maafin Alessya janji deh hahahha ihh momyyy dady bantuinnn". Gelak Tawa Alessya diakhiri dengan meminta bantuan kepada Arthur dan Monalisa
"Jangan mom dad, biar tau rasa ni bocah enak aja ngatain abangnya jomblo".cegah Alex pada kedua orang tuanya namun ucapannya hanya candaan saja, tapi aksi jahil pada adiknya terhenti saat mendengar jika kedua orang tuanya berbicara yang membuat dirinya tertampar lagi
"Tapikan memang kamu ini jomblo lex".ucap serentak kedua orang tuanya dengan wajah tanpa dosanya pada Alex
"Pfttt". Alessya menahan tawanya
"Akhhhhh dady momy kamu dek sama aja akhhh".decak kesal Alex dengan raut wajah yang sangat kesal pada kedua orangtuanya
"Mau dady cariin".tanya Arthur dengan maksud untuk menggoda putranya
"Gak usah dad".jawab ketus Alex kemudian ia pun langsung mengambil makanan yang harusnya untuk Alessya
Alessya ingin protes tapi ia langsung berubah pikiran, karena ia tak ingin berdebat lagi dengan kakaknya. Mereka pun makan siang dengan nikmat
Sementara di Mansion Arthur
Dua gadis yang saat ini berada dikamar yang nuansanya gelap, sedang memasang wajah marahnya seperti sedang berdiskusi
"Ck enak banget ya si Ica itu".decak kesal Amel pada Andin
"Hooh dasar beruntung banget dia, kau lihat tangan ku ini , ini semua gara gara si Alessya ini sekarang jadi sombong gua pengen malakin malah susah dasar bangsat".umpat Andin dengan matanya yang memerah sangat jelas sekali aura kemarahannya dan juga seperti ada balas dendam yang ada pada dirinya kepada alessya dengan tangannya yang mengepal kuat
"Gua harus bawa dia pergi dari sini gimana pendapat lu".datar Amel
"Ya ya, si Alessya ini kan gampang banget diajak manipulasi asal gak ketahuan sih".jawab datar Andin sambil menyeringai iblis
"Ya kamu benar kalau gitu malam ini gimana".bisik Amel
"Hahaha itu ide yang bagus semakin cepat semakin baik".tawa jahat Andini
bersambung
Insya Allah besok up jika ada waktu bye bye guys sampe berjumpa lagi nex episode
__ADS_1