
...MAAF GUYS SAYA TIDAK UP LAGI KARENA SAYA SIBUK UNTUK MEMPERSIAPKAN KARNAVAL HUT KEMERDEKAAN UNTUK ITU SAYA SEBAGAI PENULIS MEMINTA MAAF SEBESAR BESARNYA!!!...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Monalisa melihat pertama kalinya putrinya makan dengan lahap menyeringitkan dahinya padahal semua anak anaknya makan hanya sedikit tidak ada yang berlebihan seperti putri bungsunya
"Adek makannya pelan pelan aja, terus kamu harus kurangi takaran makanannya itu udah kelebihan loh dek". ujar Monalisa menasihati Alessya, sementara Alessya sendiri hanya menyengir kuda
Singkat cerita Malam pun tiba
Kini Alessya sedang menyanyikan lagu Fabio Asher bertahan terluka di dalam kamarnya.
Mengapa sulit untuk ku bisa miliki hatimu
Bahkan selama ini hadirku tak berharga untukmu
Yang terjadi kini ku hanya rumah persinggahanmu
Di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Jika memang ini tak ada harapan
Mengapa aku yang harus jadi tujuan
Saat hatimu terluka
Aku yang jadi obatnya
Tanpa pernah kau hargai
Cinta dan kasih yang setulus ini
__ADS_1
Mengapa sulit
Mengapa sulit untuk ku bisa miliki hatimu
Bahkan selama ini hadirku tak berharga untukmu ho
Yang terjadi kini ku hanya rumah persinggahanmu
Di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Setelah menyanyi ini entah kenapa ia merasa sedih tanpa sadar ia menjatuhkan air matanya begitu saja. Hal itu tanpa Alessya sadar jika sedari tadi Arthur sudah berada di belakangnya dengan Alex yang sudah mendengar suara Alessya bernyanyi dan mereka mendengar jika Alessya bernyanyi penuh dengan penghayatan.
"Alessya". Lembut Arthur, mendengar namanya terpanggil ia pun menoleh ke belakang dan dia langsung tersenyum
"Abang Alex sama dady dari mana saja". Tanya Alessya pada mereka berdua
Arthur dan Alex pun menghampiri Alessya yang saat itu sedang duduk di sofa dengan menghadap TV karena ia sedang melakukan karaoke. Kini mereka sudah duduk di sofa kemudian dengan usapan lembut pada rambut Alessya oleh Arthur ia berkata
"Dady sama abang tadi ada perlu yang harus Dady urusin sama abang".
Alessya pun hanya manggut manggut namun matanya celingak celinguk mencari seseorang, mereka berdua mengetahui apa yang Alessya cari dan ternyata benar saja saat Alessya bertanya
"Dady kemana momy?".
"Momy pergi?".
Alessya mengerutkan dahinya karena ia tak mengerti kenapa Momy pergi sementara sekarang sudah Malam hari
__ADS_1
"Kenapa malam malam momy pergi, nanti kalau Momy kenapa napa gimana di jalan". khawatir Alessya yang terlihat jelas dari wajahnya hal itu membuat kedua pria berbeda usia itu tersenyum tipis
"Tenang nak momy tidak akan kenapa napa, karena di kawal oleh body guard". ujar Arthur agar menenangkan Alessyq, Alessya mendengar itu langsung bernafas lega
Yang sebenarnya terjadi pada Monalisa dia berada di ruangan gelap yang sunyi ada penerangan yang buran namun Monalisa tidak pernah takut hal itu. Kini penampilan Monalisa sangat dikatakan mengerikan dan juga sangat memukau, bagai mana tidak ia berpakaian terbuka dengan baju ketat berwarna hitam hingga terkesan lebih seksi
Kira kira seperti ini lah tampilannya sekarang, yang pastinya dengan keadaan pakaian terbuka memamerkan tatonya yang berada di punggung lengan beda dengan tadi saat bersama Alessya pastinya dengan pakaian yang biasa namun sekarang berbanding terbalik bahkan warna matanya ia hitam berubah jadi merah.
Ya saat ini Monalisa seperti iblis yang siap menerkam mangsanya kebetulan mangsanya ada di depan matanya seorang wanita seumuran dengan menatap Monalisa yang sedang menyerangai padanya dan itu membuatnya ketakutan
"Hai Bianca, gimana tempatnya enakan kamu bisa tidur di sini bahkan kamu buang air seni pun di sini hahahaha". Sapa Monalisa dengan diakhiri tawa yang menyeramkan membuat sekujur tubuh merinding
"Bawakan pisau kesayanganku kesini Joy". Perintah Monalisa dengan dingin matanya tak pernah lepas menatap Wanita malang itu
Ya wanita itu sedang di ikat gantung karena kedua tangan dan kaki di ikat rantai, sementara tubuhnya tidak memakai apa apa alias bertelanjang bulat tak hanya itu terdapat luka luka lebam di sekujur tubuhnya karena ia mendapatkan siksaan dari anak buahnya yang melakukan cambuk.
"Baik Nyonya". Patuh Joy lalu segera mengambil benda tersebut sementara wanita yang berada di depan itu menjerit namun Monalisa sangat menikmati saat dia menjerit.
"Hahaha terus saja kamu berteriak BIANCAAAA". Tawa seram dengan di akhiri bentakan saat menyebut Bianca, sorot matanya yang tajam pada bianca serta wajahnya ia dingin menandakan bahwa ia ingin melenyapkan Wanita itu, tak lama benda tersebut datang hal itu membuat Monalisa menyerangai.
Dengan perlahan tapi pasti Monalisa mengambil pisau kesayangannya dan dia mengambil buah apel untuk mencoba ketajaman dari pisau lalu
srak
Ternyata dengan mudahnya apel itu membelah dua itu menandakan bahwa ketajaman dari pisau itu terbukti jika pisau itu sangatlah tajam.
Tentu Bianca melihat itu langsung menegang ia tak dapat dipercaya jika orang itu atau bosnya melakukan hal benar benar kejam bukan hanya rumor belaka namun itu memang kenyataannya. Tak menyangka ulahnya karena telah menghianati perusahaan Monalisa dengan cara memberikan data data pada perusahaan yang telah membayarnya. Itulah akibatnya ia diketahui oleh Monalisa dan Arthur sehingga ia di tangkap dan di seret ke ruangan bawah tanah yang dimana itu berada di mansion Arthur.
Kini Monalisa menghampiri Bianca yang saat itu sangat ketakutan
" Kenapa? Kamu takut, hahaha makanya jangan main main sama keluarga ROBERT terutama pada keluargaku". cibir Monalisa dengan di akhiri bisikan.
Lalu Monalisa pun langsung saja ia mengores wajah cantiknya Bianca dengan pisau kesayangannya, ia tak peduli bajunya di lumuri darah bahkan ia sangat menyukainya.
__ADS_1
bersambung