Ternyata Suamiku Mendua

Ternyata Suamiku Mendua
menolong


__ADS_3

Saat sampai rumah Mutiara, Fajar dan adiknya tidak mampir karena sudah malam dan sudah merasa lelah dan lengket jadi Fajar memutuskan untuk segera pulang setelah mengantarkan Mutiara sampai depan rumahnya. Detelah melihat Mutiara maduk kedalam rumahnya, Fajar kembali melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah bersama kedua adiknya.


Sedangkan Mutiara setelah sampai di dalam rumah menyempatkan diri untuk masuk ke dalam kamar ibunya melihat ibunya dulu.


"ibu belum tidur?". tanya Mutiara saat melihat ibunya masih duduk diatas ranjang.


"ibu belum tidur, nunggu kamu pulang, ibu khawatir udah malam banget tapi kamu belum pulang". terang ibu Tia sambil menggenggam tangan Mutiara yang sudah duduk disebelah ibunya.


"iya, maaf ya bu bikin ibu khawatir, tadi cafe rame banget bu, jadi cafe tutupnya agak telat deh, dan tadi juga istirahat sebentar dulu di cafe sebelum aku sama yang lain pulang". ibu Tia mengangguk paham dengan penjelasan Mutiara.


"ya udah kamu mandi, ganti baju dan istirahat y nak". ucap ibu Tia


"iya ibuku sayang, ibu juga tidur ya, udah malam nggak baik begadang untuk kesehatan ibu". ucap Mutiara sambil memeluk ibu Tia dan mencium pipi ibunya.


"ya sayang, kamu juga nggak boleh begadang ya, gih sana istirahat di kamar kamu, selamat tidur peri kecil ibu". ucap ibu Tia sambil mengecup kepala Mutiara


"selamat tidur juga malaikat tak bersayapnya Mutiara". balas Mutiara sambil tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar ibunya.


"mas, anak kita sudah besar dan tumbuh menjadi gadis cantik, tapi sayangnya dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah, semoga kamu selalu bahagia ya mas, mungkin kamu sudah menikah lagi dengan wanita pilihan ibumu, aku selalu berharap kamu bahagia walaupun aku disini harus berjuang sendiri buat putri kecil kita ". lirih ibu Tia mengingat lelaki yang sampai saat ini masih ia cintai.


Mutiara langsung mandi dan berganti pakaian setelah sampai di kamarnya, untungnya Muti sudah sholat saat di cafe tadi jadi Muti hanya tinggal tidur saja tapi sebelumnya Mutiara akan menghubungi Fajar terlebih dahulu menanyakan apa sudah sampai rumah atau belum.


Mutiara mulai mengetik pesan ke nomer Fajar.


"kamu sudah sampai belum?". pesan ketikan Mutiara ke Fajar


tak lama kemudian handphone Muti berdering, ternyata Fajar melakukan video call ke nomer Mutiara.


"assalammualikum sayang, kamu sudah mandi ya". ucap Fajar


" waalaikumsalam, ya udah nih, kamu udah mandi?". tanya Mutiara

__ADS_1


"udah sayang tapi cuma cebar cebur doang soalnya dingin banget kalo udah abis mandinya". ucap Fajar sambil cengengesan


"dasar kamu ya, nggak sabunan ya kamu, jorok ih". ucap Mutiara sambil menutup hidungnya meledek Fajar


"pake sabun lah sayang, tapi cuma bentar doang, abis pake sabun cepat-cepat bilas biar nggak dingin". ucap Fajar.


"emang nggak pake air hangat mandinya". heran Mutiara karena setau dia dulu Fajar bilang di kamarnya ada keran air hangatnya juga


"pake yang tapi tetap aja dingin, pengennya peluk kamu biar anget". goda Fajar membuat wajah Muti merona


"apaan sih kamu, rese deh, udah gih isirahat ya besok aku mau ke cafe lagi". ucap Mutiara.


"iya sayang, tapi besok aku nggak bisa ikut ya soalnya Firman dan Farhan ngajak ngumpul aku lupa tadi nggak ngomong sama kamu pas di cafe". ucap Fajar.


"ya udah nggak apa-apa kok, besok ati-ati ya kalo ngumpul jangan aneh-aneh ya, selamat malam". ucap Mutiara


"malam sayang, met bobo ya, i love you". ucap Fajar


"aish tumben banget Mutia bilang cinta dia kan paling malu kalo ungkapin kata cinta dia lebih baik dengan perbuatan dari pada ucapan, eh sekarang malah ungkapin cinta lewat kata-kata juga, duh bahagia banget deh, pasti Muti lagi malu banget nih, terus pipinya jadi merah-merah gimana gitu, ih jadi gemes pengen nyubit, dah ah tidur aja semoga bisa ketemu di dalam mimpi". ucap Fajar dengan bahagia.


Keesokan paginya Mutiara sudah terbangun dari tidurnya dan seperti biasa setelah sholat subuh, Mutiara langsung rapih-rapih rumah dan masak untuk ia dan sang ibu.


Setelah sarapan bersama dengan ibu Tia dan bercengkrama dengan ibunya, Mutiara bersiap untuk ke cafe JONES, tapi karena tadi lupa mengirim pesan kepada sahaba-sahabatnya untuk bareng ke cafe sehingga Mutiara sudah di tinggal lebih dulu, karena ketiga cecurut itu sudah sampai di cafe, dan berfikir bahwa Mutiara akan berangkat bareng Fajar.


Sebenarnya Irfan menawarkan untuk menjemputnya namun Mutiara menolaknya, Mutiara lebih memilih naik angkutan umum saja karena motornya tengah di service.


Mutiara sudah naik angkutan umum saat di perjalanan, Mutiara melihat seorang ibu-ibu yang baru saja keluar dari toko kue sedang di buntuti oleh orang yang berpenampilan seperti preman, sehingga Mutiara memutuskan untuk turun dari angkot dan berniat untuk menolong ibu-ibu itu, Mutiara saat turun dari angkot melihat ada balok kayu di dekat pohon saat Mutiara turun dari angkot, lalu Mutiara mengambil balok kayu itu untuk menjadi alatnya melawan para preman itu.


Mutiara terus mengikuti preman itu yang mulai ingin menarik tas ibu-ibu itu, dengan kuat mungkin Mutiara memukul balok kayu itu ke pundak preman itu lalu preman itu teriak kesakitan membuat ibu-ibu itu berbalik badan


"ada apa ini?". panik ibu-ibu itu.

__ADS_1


"ini bu, dia mau mencopet tas ibu". ucap Mutiara sambil memukul terus preman itu dan dibantu ibu-ibu itu ikut memukul preman itu dengan tasnya hingga preman itu pingsan.


Setelah melihat preman itu pingsan, Mutiara mengajak ibu-ibu itu untuk menaiki taksi yang lewat, akhirnya Mutiara dan ibu-ibu itu menaiki taksi itu.


"makasih ya nak, sudah nolong tante". ucap ibu-ibu itu sambil menggenggam tangan Mutiara.


"sama-sama tante, maaf ya tante saya pakai masker soal tadi tiba-tiba pilek saat diangkot, kalo saya buka maskernya takut tante ketularan". ucap Mutiara dengan lembut.


"ya nggak apa-apa nak, nama kamu siapa, nama tante "Ina". ucap ibu-ibu itu yang ternyata bernama Ina


"nama saya Muti tante, tante mau kemana biar taksinya nganter tante dulu". ucap Mutiara


"nggak usah nak, kamu aja dulu yang sampai tujuan nanti ngerepotin lagi". ucap tante Ina


"nggak kok tan". ucap Mutiara


"ya sudah, kalo nggak ngerepotin kamu, tante mau ke rumah saudara tante di alamat xxx"ucap tante Ina lalu Mutiara menyuruh sopir taksi mengantarkan ke alamat xxx


"kalo kamu mau kemana nak?". tanya tante Ina


" saya mau kerja tante di cafe". terang Mutiara


"kalung kamu bagus nak". ucap tante Ina yang tanpa sengaja melihat kalung Mutiara


"iya tante ini kalung dari orang tua saya, dibuatkan khusus untuk saya saat saya lahir". ucap Mutiara.


Dan mereka terus saja berbincang sampai di tempat tujuan tante Ina, dan tante Ina turun duluan, sebenarnya tante Ina ingin memberi imbalan untuk Mutiara namun Mutiara menolaknya sehingga tante Ina hanya memaksa untuk tante Ina saja yang membayar taksinya.


Setelah tante Ina masuk ke rumah saudaranya, Mutiara meminta supir taksi untuk menuju cafe JONES.


"

__ADS_1


__ADS_2