Ternyata Suamiku Mendua

Ternyata Suamiku Mendua
juara


__ADS_3

Kelar membuat kue saat ini, Muti dan kawan-kawannya sedang menanti penilaian juri tentang kue hasil karya mereka anak jurusan tata boga. Semua merasa deg-degan, mereka berharap walaupun tak menang tapi kue hasil karya mereka memiliki rasa yang enak, karena jika rasanya tidak memuaskan maka akan diberi sanksi dari dosennya.


Para mahasiswa sedang menanti penilaiannya di depan ruangan itu. Sambil mengurangi kegugupan dan kekhawatiran yang sedang mereka alami, mereka tak segan untuk bersenda gurau. Kelas Muti memang walaupun mereka masing-masing memiliki sahabat atau teman dekat, tapi teman-teman kelas Muti selalu kompak, saling tolong menolong, bahkan mereka juga tak sungkan untuk saling menitip absensi jika ada yang berhalangan hadir.


Dan Muti merupakan teman yang paling di sayang oleh teman satu kelasnya, karena Muti tak pernah membedakan dan selalu menolong temannya. Oleh karena itu temannya juga akan berusaha menolong Muti jika ia dalam kesusahan dan sedang butuh pertolongan tapi selama ini Muti tidak pernah minta bantuan. Karena bagi Muti selagi dia mampu melakukan sendiri maka dia tak ingin menyusahkan temannya. Tapi temannya selalu berkata jika suatu saat Muti butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta tolong.


Muti sangat senang, dia pindah tinggal di Depok untuk menjauhi ayah dan keluarga ayahnya, dan hanya tinggal dengan ibunya selama ini, namun Muti merasa tak pernah kesepian karena selalu ada sahabat dan teman-temannya yang baik dengan Muti. Dan Muti juga senang karena ibunya sudah tak pernah sedih jika mengungkit tentang ayahnya, karena menurut sang ibu, mungkin ayahnya telah bahagia dengan keluarga barunya yang pasti sesuai dengan harapan neneknya Muti.


" Marmut ngelamun aja, mikirin apa?" tegur Irfan sambil menepuk pundak Muti


"eh" kaget Muti


"cuma seneng aja kok karena disini Muti bisa punya teman dan sahabat yang baik sama Muti dan ibu, Muti juga berharap ayah selalu bahagia walau bukan sama Muti dan ibu". jawab Muti sambil tersenyum


"kamu baik banget jadi orang Muti jadi banyak yang sayang sama kamu, dan aku yakin keluarga ayah kamu pasti akan nyesel kalo tau ternyata punya cucu yang hatinya selalu baik kaya kamu". hibur Pipit yang mendengar jawaban Muti


"iya Mut, jangan sedih ya kami sayang kamu, apapun yang terjadi kami akan selalu ada dengan kamu". timpal Nila sambil merangkul pundak Mutiara


" udah ya Marmut, kita akan terus bersama dalam suka dan duka". ucap Irfan sambil mengacak rambut Muti.


" ih Ipan rambut Muti jangan diacak-acak".rengek Muti


Obrolan mereka pun terus berlanjut, dan sampai akhirnya juri keluar dari ruangan dan mengumumkan kelompok yang menang di dalam ujian membuat kue.

__ADS_1


"oke, semuanya di sini saya perwakilan dari juri ingin menyampaikan terima kasih kepada kalian atas usaha kalian selalu mau mengembangkan diri sehingga dapat menghasilkan cake dengan rasa yang lebih baik dari sebelumnya, bahkan ada beberapa cake yang rasanya sangat enak, dan bagi yang mendapatkan juara satu, saya akan menjadikan sebagai chef di restoran saya yang ada di Bogor. Jadi jika kalian nanti lulus silakan temui saya di restoran x yang ada di Bogor ya". ujar chef Rama yang sukses di usia muda sekarang umurnya baru dua puluh lima tahun.


Para mahasiswa mendengar ucapan chef Rama menjadi senang dan bertambah penasaran, siapa kah yang akan menang dan bisa bekerja di restoran milik chef Rama. Semuanya sudah merasakan dag dig dug, menanti pengumuman yang akan disampaikan selanjutnya.


"baik, untuk juara harapan yaitu Mila dan Mika, juara ketiga yaitu Pitriyani dan Nila, juara kedua Chandra dan Stevi, selanjutnya siapa ya yang juara pertama, juara pertama adalah.... ". ucap chef Rama dan semua bersorak dan bertepuk tangan untuk yang sudah disebutkan sebagai juaranya.


"juara pertama diberikan kepada... selamat untuk Irfansyah dan Mutiara". sambung chef Rama dan semua langsung bertepuk tangan dengan gembira dan mengucapkan selamat kepada Irfan dan Mutiara karena mereka setelah lulus kuliah maka sudah dijamin memiliki pekerjaan.


"baik untuk juara pertama silakan maju ke depan, dan akan diberikan sebuah kenang-kenangan oleh chef Rama". ucap salah satu juri.


"selamat ya Irfan, terus kembangkan bakat kamu, dan jangan lupa setelah lulus bisa bekerja di restoran saya". ucap chef Rama kepada Irfan sambil berjabatan tangan


"selamat ya Mutiara, jangan takut untuk berinovasi, ditunggu kedatangannya setelah lulus kuliah". ucap chef Rama, chef Rama selama ini mengagumi Muti namun chef Rama tau jika Muti sudah punya kekasih jadi chef Rama hanya mampu memendam saja.


"makasih chef". ucap Muti dan Irfan serempak


"woy, burung Pipit dan Kuda Nil, gue sama Marmut kan menang nih, kalian teraktir kita ya, jangan pelit loh kalian". ucap Irfan


"ya elah si pan tat panci pake minta teraktir lagi, tau aja si lu kalo papi gue baru transfer uang jajan". ucap Nila


"ya dong tau, soalnya muka lu keliatan banget ceria nya biasanya kan lu kalo nggak punya uang muka lu kusut, lecek udah kaya uang seribuan yang ke cuci di dalam mesin cuci". ledek Irfan


" ye sialan lu". tepak Nila di lengan Irfan

__ADS_1


" eh bu set dah sakit kuda Nil". ucap irfan sambil mengusap lengannya.


"Nilnil nggak boleh gitu ke Ipan, nanti nggak diajak pulang bareng loh". polos Pipit


"ya elah nih bocah kumat lagi polosnya, mana tega si Ipan ninggalin kita, dari dulu sahabatan dia mah nggak akan tega ninggalin sahabatnya". ucap Nila ke Pipit.


"oya Pipit lupa, ya udah yuk, Pipit teraktir kalian tadi abang Pipit juga ngasih uang jajan katanya dia abis dapat bonus". ucap Pipit


"widih mantap banget bang Bima dia dapet bonus, dia betah banget di Malaysia". timpal Muti


"ya abang Bima kan di sana udah enak kerjanya, dan dia juga katanya udah ada calon istri makannya tambah betah di sana". jelas Pipit


"yah gue patah hati dong, berkurang satu dong cowok ganteng inceran gue". ucap Nila yang memang suka dengan kakaknya Pipit yang tampan itu.


"ye gegayaan lu jomblo pake patah hati segala, lagian nih ya gue yakin lu tuh cuma suka doang sama bang Bima bukan cinta". ucap Irfan


"iya Muti juga setuju dengan ucapan Ipan". ucap Muti


" iya sih gue juga nggak tau gue tuh suka doang apa cinta, ya maklum lah pertama kali kenal cowok ganteng kan ya cuma abang Bima aja". ucap Nila sambil nyengir.


Ya Bima usianya dua puluh enam tahun, beda enam tahun dengan Pitriyani adiknya, dan Bima lah yang menjaga Pipit dan teman-temannya dulu sewaktu kecil. Namun, setelah lulus kuliah bang Bima mendapatkan pekerjaan dan dikirim ke kantor yang ada di Malaysia.


"ya udah yuk makan Muti udah laper, nanti keburu bakal di jemput sama Fajar lagi, nggak bisa makan gratisan dari kalian". ucap Muti dan semua langsung gelemg-geleng mendengar ucap Muti

__ADS_1


Geng cecurut akhirnya menuju cafe yang tidak jauh dari kampusnya, dan Mutiara juga sudah memberitahu kepada Fajar bahwa Muti dan sahabatnya sedang makan siang di cafe tersebut.


Jadi, nanti Fajar akan menjemput Mutinya di cafe itu, karena sebentar lagi Fajar juga akan selesai mata kuliahnya. Dan akan menemui kekasih hatinya untuk melepas rindu.


__ADS_2