
"melek woi, ogah ah gue gendong lu, berat tau lagian nih ya lu nggak malu kalo gue gendong pasti banyak orang yang ngeliatin". tolak Irfan sambil menguncangkan pundaknya agar kepala Pipit yang sedang bersender di pundaknya menjadi terganggu dan akan segera bangun dari tidurnya.
"nggak malu, ngapain malu orang yang gendong Pipit kan Ipan cowok ganteng yang selalu menjaga hati wanita dan pelindung wanita". ucap Pipit masih dengan mata terpejam
"eh bocah, gue bukan penjaga wanita dan pelindung wanita juga, cuma kalian tiga wanita yang beruntung bisa dijaga dan dilindungi oleh seorang Irfan, cowok ganteng dan keren yang tiada tara". percaya diri sekali Irfan ini membuat Nila yang sudah berada di dekat Irfan langsung menyentil kening Irfan
"sakit oncom, kurang asem banget sih lu kuda Nil, masa cowok ganteng kaya gue lu sentil di depan umum, lu mah emang ya kuda Nil, suka banget menjatuhkan harga diri gue ini, padahal kurang apa coba gue sama lu, teganya, teganya, teganya dirimu duhai sahabat". celoteh Irfan sambil mendramatisir seakan-akan sentilan yang diberikan oleh Nila itu sangat sakit sekali padahal sentilan Nila hanya membuat sakit sesaat saja.
"nggak usah lebay lu combro". balas Nila lalu mendekat kearah kuping Pipit membisikan sesuatu ke Pipit yang saat ini masih saja memejamkan kedua matanya.
"Pit, bangun woy, cepetan bangun nggak lu, emang lu nggak malu apa tidur diliatin orang, mana tidur lu pake ileran lagi, udah gitu disini ada Farhan loh malu tau, bangun elap dulu tu ilernya". bisik Nila dan benar saja Pipit langsung membuka kedua kelopak matanya dan betapa terkejutnya melihat Farhan yang sedang memperhatikannya namun selanjutnya Pipit membuang muka ke arah lain saat melihat ada wanita lain di samping Farhan, wanita yang tadi Pipit liat saat di depan toilet.
"udah yuk, nih Pipit udah bangun sekarang pulang aja yuk, kalo nggak kita makan gimana? Pipit udah laper nih". saran Pipit sekalian mengalihkan pembicaraan agar tak berbincang dengan Farhan.
"boleh, yuk kita makan aku juga laper nih, biasa kalo belum kena nasi masih aja berasa laper". saut Mutiara sambil menyengir
__ADS_1
"kamu tuh ya, bener-bener deh padahal nyemil tadi udah banyak masih aja berasa laper, kerjaannya makan mulu tapi badan segitu-gitu aja". gemes Fajar sambil mengacak rambut Mutiara.
"ya udah ayo lah kita berburu makanan yang bikin kenyang, lets go guys". timpal Irfan
Lalu mereka berjalan keluar dari area alun-alun. Saat menuju parkiran tiba-tiba Farhan menahan pergelangan tangan Pipit.
"Pit". panggil Farhan masih dengan tangannya menggenggam pergelangan tangan Pitriyani.
"apaan sih, pegang-pegang deh". kesal Pitriyani sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Farhan.
"aku mau jelasin semuanya sama kamu, kamu cuma salah paham". ucap Farhan
" hai, kak Pipit ya, kenalin aku Meta adik kandung abang Farhan, kak". Meta mengulurkan tangannya ke arah Pitriyani.
Pitriyani langsung saja terbengong dan betapa terkejutnya Pitriyani jadi wanita yang dia cemburui itu adalah adik kandungnya Farhan.
__ADS_1
Dan masih saja dengan wajah terkejutnya tiba-tiba Farhan membisikan sesuatu kepada Pitriyani
"udah nggak cemburu lagi kan?". bisik Farhan dan membuat Pitriyani tersadar sekaligus malu karena telah salah cemburu padahal Farhan dan ia tak memiliki hubungan apa-apa masih sebatas teman tapi mesra, sudah dekat tapi masih saja pendekatan. Kenapa nggak langsung aja di tembak, padahal Pitriyani juga nggak bakal nolak kalau sampe di tembak sama cowok ganteng macam Farhan.
"ish apaan sih, siapa juga yang cemburu". elak Pitriyani
"lagian ngapain cemburu, pacar juga bukan". gerutuan Pitriyani pelan namun ternyata masih terdengar oleh Farhan dan Farhan hanya tersenyum saja mendengar
"udah yuk cari makan, nanti pulangnya aku yang nganterin sekalian mampir ke rumah kamu, boleh?". ucap Farhan
"hah? mau ngapain mampir?". Pitriyani yang terheran-heran karena Farhan baru kali ini meminta ijin untuk bisa mampir ke rumah Pitriyani karena selama ini Farhan belum pernah mampir ke rumah Pitriyani
" ya mau aja mampir mau ketemu sama mama kamu, boleh ya?". mohon Farhan
"ya udah boleh deh, tapi Meta nggak apa-apa kamu ikut ke rumah aku? kamu nggak ada acara lagi kan?". tanya Pitriyani karena takut adiknya Farhan keberatan untuk mampir ke rumah Pitriyani
__ADS_1
"nggak kok kak, aku malah seneng kalo bisa mampir ke rumah kakak jadi kalo pas kapan-kapan aku lagi nggak ada temen bisa main ke rumah kakak". antusias Meta
Dan mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu bersama sahabat-sahabatnya sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.