
saat ini mereka berlima telah sampai di alun-alun, di alun-alun sudah lumayan ramai pengunjung yang sedang menikmati segala fasilitas yang tersedia di alun-alun depok itu.
mereka berjalan menuju area lapangan basket untuk menonton orang-orang yang sedang bermain basket.
"wow gile keren-keren banget deh emang kalo pemain hu basket, walaupun nggak semua tampangnya ganteng tapi dengan main basket bikin mereka terlihat keren semua". celoteh Nila tidak jelas saat melihat anak basket sedang bergantian merebutkan bola basket
"lah nih bocah ya, ngomong apaan sih nggak jelas banget, baru juga sampe dan liat cowok-cowok maen basket aja langsung bikin tuh bola matanya kaya mau copot, kayanya si kuda Nil kalo liat kambing jantan bisa maen basket juga dia bakal bilang ganteng dan keren deh".heran Irfan melihat kelakuan Nila.
"eh, emang bisa ya kambing main basket, dimana sih Ipan, yang ada kambing bisa main basket, Pipit mau liat biar bisa Pipit videoin terus Pipit masukin ke medsos biar viral". ucap Pipit kepada Irfan
"oh, ya ampun, nih anak satu bener-bener ya, kalo soal pelajaran ngapa bisa pinter banget tapi kalo soal istilah kaya gitu aja malah dia anggap serius dan dia nggak mudeng sama sebuah perumpaan apa ya, au ah mamut tolong jelaskan lah pada si burung Pipit yang satu ini, gue males jelasinnya yang ada buat gue jadi darah tinggi". frustasi Irfan menghadapi kedua sahabat ceweknya
sedangkan Mutiara dan Fajar hanya tertawa saja melihat frustasinya Irfan menghadapi kedua sahabat yang suka bertingkah dan berkata absurd itu.
"sabar Pan, nih ada cemilan monggo dimakan dulu biar punya tenaga buat ngadepin mereka berdua". ledek Fajar sambil menyodorkan cemilan yang tadi Fajar beli saat di depan alun-alun
"hah, kalo nggak sayang mah pasti udah gue lempar ke sungai amazon tuh dua bocah, tapi masalahnya walaupun pada kaya gitu gue masih aja tetap sayang sama mereka berdua, untung marmut masih agak normal nggak kaya mereka berdua banget". ucap Irfan sambil melihat ke arah Nila dan Pipit yang kini tengah fokus melihat cowok-cowok pemain basket yang bagi mereka berdua terlihat keren.
Mereka terus memperhatikan permainan basket itu sambil memakan cemilan yang dibelikan Fajar tak lupa juga di selingi dengan canda tawa.
Saat sedang asyik melihat pertandingan basket, Nila meminta ditemani oleh Pipit untuk ke toilet.
Setelah selesai dari toilet Pipit tak sengaja berpapasan dengan Farhan yang kini tengah merangkul pundak seorang gadis.
Pipit yang kaget melihat itu hanya mampu tersenyum untuk menutupi rasa kecewanya karena Pipit pikir selama sebulan ini dekat dengan Farhan, Farhan mempunyai rasa dengan Pipit karena Farhan selalu menghubungi Pipit setiap harinya dan selalu perhatian.
Namun, saat melihat Farhan merangkul pundak seorang gadis langsung membuat Pipit menyimpulkan bahwa ternyata Pipit salah mengartikan perhatian Farhan padanya.
__ADS_1
Dan tanpa menunggu Nila yang masih di dalam toilet, Pipit berjalan terlebih dahulu menuju ke tempat Irfan berada, dan melewati Farhan begitu saja.
Farhan berniat mengejar Pipit untuk menjelaskan tapi ia juga tak bisa meninggalkan gadis yang bersamanya seorang diri dan gadis itu ingin ke toilet terlebih dahulu.
Farhan akan mencari keberadaan Pipit setelah menemani gadis itu ke toilet, dan Farhan berharap Pipit mau mendengarkan penjelasannya, Farhan tak mau Pipit salah paham dengannya.
Nila yang telah selesai dari toilet melihat Pipit yang sudah tak ada disana merasa heran karena tumben sekali Pipit meninggalkan Nila.
"akh, si Pipit ngeselin banget sih tumben banget dia ninggalin gue sendirian, awas aja nanti gue jitak tuh bocah". gerutu Nila lalu akan berjalan menuju area lapangan basket kembali.
Saat itu Nila melihat ada Farhan tak jauh dari toilet.
" lah, ada lu disini, Han? sama siapa lu kesini?". sapa Nila kepada Farhan.
"ya gue lagi main kesini, lagi nemenin...". ucapan Farhan terputus saat seorang gadis memanggilnya
"gila ya lu, jadi lu selama ini mainin sahabat gue ya, nggak nyangka gue sama kelakuan lu, gue nggak bakal biarin Pipit deket lagi sama lu, dan lu harus jauhin Pipit". cerosos Nila meluapkan kekesalannya.
"etdah, diem dulu apa tuh mulut. Ini adik kandung gue namanya Meta, gue mau tanya lu kesini sama siapa aja dan ayo mau gue ikut lu, gue mau jelasin ke Pipit dia pasti salah paham". ucap Farhan
"oya de, kenalin nih temen abang, dia namanya Nila sahabatnya Pipit cewek yang suka abang ceritain ke kamu".sambung Farhan
"hai kak, aku Meta adiknya abang Farhan". ucap Meta memperkenalkan dirinya.
"hai juga, nama gue Nila temen Farhan, yaudah yuk kita ke area basket disana ada Pipit dan yang lain, lu harus jelasin biar Pipit nggak salah paham". ajak Nila lalu mereka berjalan menuju area basket.
Disisi lain Pipit yang sudah sampai di area basket langsung duduk disebelah Irfan dan menjatuhkan kepalanya dipundak Irfan.
__ADS_1
Irfan yang memang biasa digelendotin sama para sahabatnya merasa biasa saja dan tetap fokus menonton pertandingan basket itu tanpa tahu bahwa Pipit tengah bersedih.
Pipit memutuskan untuk memejamkan mata untuk menghilangkan rasa kecewanya dan lagi pula Pipit sudah tak konsen untuk menonton basket itu.
Ketika sudah memasuki area basket Farhan melihat Pipit yang tengah memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya di pundak Irfan.
Farhan sebenarnya merasa sedikit cemburu namun Farhan sadar bahwa mereka memang selama ini hanya bersahabat tidak lebih. Farhan tau bahwa Irfan selalu menganggap ketiga wanita itu seperti adiknya karena Irfan tak memiliki adik ataupun kakak.
Fajar yang melihat keberadaan Farhan langsung tersenyum dan melambaikan tangannya mengajak Farhan untuk bergabung.
"lah ini bocah tidur?". ucap Nila saat melihat Pipit dengan mata terpejam.
"masa sih, lah gue nggak sadar, gue pikir ini anak lagi serius nonton basket juga maka diem terus". ucap Irfan
"lah ada lu, Han. sama siapa lu?". tanya Irfan saat melihat ada gadis di dekat Farhan namun Irfan tak mau asal menebak jadi Irfan memutuskan untuk bertanya saja
"oh ini, kenalin dia adik kandung gue namanya Meta". ucap Farhan lalu mereka saling berkenalan hanya Fajar saja yang tidak berkenalan karena Fajar sudah mengenal Meta.
Lalu mereka memutuskan untuk menonton kembali pertandingan basketnya.
Setelah pertandingan basketnya selesai Irfan membangunkan Pipit untuk mengajaknya pulang.
"woi burung Pipit bangun, lu mau sampai kapan disini". ucap Irfan sambil mencubit hidung Pipit agar agak sulit bernafas
Karena ulah Irfan yang mencubit hidung Pipit membuat Pipit sulit bernafas dan akhirnya terbangun juga.
"ish Ipan mah rese dan jail banget, ganggu orang tidur aja sih, Pipit masih ngantuk nih, gendong ya ke mobilnya, Pipit lemes buat jalanya". ucap Pipit dan tak menyadari kalo di sisi sebelah Pipit ada Farhan yang memperhatikan tingkah Pipit yang menggemaskan.
__ADS_1