Ternyata Suamiku Mendua

Ternyata Suamiku Mendua
agak berubah


__ADS_3

Seperti biasa mereka menjalani kegiatan mereka masing-masing yang mana Mutiara dan genk cecurutnya sibuk kuliah sambil mengontrol cafe Jones sedangkan Fajar dan kawan-kawannya sibuk kuliah sambil bekerja di perusahaan milik keluarga Fajar.


Dan sudah sebulan ini saking sibuknya dengan kegiatan perkuliahan dan pekerjaan mereka masing-masing, membuat Fajar dan Mutiara jarang bertemu dan hanya sesekali saja berkomunikasinya.


Awalnya Mutiara sangat heran mengapa Fajar jadi jarang menemuinya dan jarang bertukar pesan seperti biasanya karena sebelumnya jika Fajar sibuk namun Fajar tetap menemui Mutiara walau hanya sebentar saja.


Namun, Mutiara tidak mau berfikir buruk walaupun sedikit merasa ada yang berubah dari sikap Fajar. Karena, Farhan yang satu kampus dan satu kantor dengan Fajar saja masih menyempatkan diri untuk menemui Pipit, ya Farhan dan Pipit sudah mulai dekat dan nyaman satu sama lain sejak sebulan lalu setelah acara nonton bareng.


Farhan juga setiap ditanya Mutiara tetang Fajar pasti akan bilang bahwa memang Fajar tengah sibuk sedangkan Farhan dia walau sibuk akan berusaha buat bertemu Pipit karena mereka masih tahan pendekatan makanya masih manis-manis dan pengen selalu dekat.


Ya, alasan Farhan itu membuat Mutiara berusaha untuk mempercayainya.


Saat ini mereka sibuk menyiapkan untuk ujian semester dan setelah ujian semester mereka akan jadi melakukan travelling ke Jogya sesuai rencana mereka bertujuh.


Dilain tempat, Fajar tengah kesal karena sang mama yang tadinya setuju dengan hubungannya dengan Mutiara tiba-tiba meminta Fajar untuk mengakhir hubungan mereka, karena sang mama ingin Fajar menikah dengan wanita yang menolongnya waktu itu, hanya untuk balas budi saja.


Fajar sebenarnya menyarankan sang mama untuk memberikan saja uang untuk bentuk terima kasih. Namun, kata mama Ina wanita yang menolongnya itu tidak mau menerima uangnya dan orang tua dari wanita yang menolong mama Ina waktu itu memberikan pilihan lain yaitu dengan menjodohkan saja wanita itu dengan anak dari mama Ina.


Dan karena mama Ina merasa tidak enak akhirnya menyetujuinya. Lalu meminta kepada Fajar untuk mau menikahi wanita itu. Namun, Fajar terus menolak karena Fajar hanya mencintai Mutiara saja tak ada wanita lain di hatinya.


Tapi, mama Ina tetap memohon dan memberikan kesempatan kepada Fajar untuk mengenal terlebih dahulu wanita itu selama satu tahun.


"aarrghh, kenapa gini sih, pokoknya gua nggak mau nikah sama tuh cewek, gua cuma mau sama Mutiara".gerutu Fajar mengingat permintaan sang mama dua minggu yang lalu saat ia berniat akan menemui Mutiara setelah dua minggu tak bertemu.


Namun, akibat ucapan sang mama membuat Fajar jadi tidak jadi menemui Mutiara karena Fajar masih belum menemui jalan keluar dari masalahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba si kembar masuk ke dalam kamar Fajar, karena mereka merasakan perubahan kakaknya yang seperti memiliki beban berat.


"kak, kami masuk ya". ucap serempak si kembar Dea dan Gea sambil membuka pintu kamar Fajar.


"kalian belum tidur de?". tanya Fajar kepada kedua adiknya


"belum mau tidur bareng kakak boleh? udah lama nggak cerita-cerita nih kita bertiga". ijin Dea karena memang biasanya mereka akan sebulan sekali akan tidur bertiga di satu ranjang untuk saling bertukar cerita.


"boleh, sini tiduran bareng kakak". ujar Fajar sambil menepuk kasurnya menyuruh kedua adiknya ikut berbaring bersama


"kakak kerjaannya banyak ya, kayanya mukanya sumpek banget kaya gudang sekolah aku". ujar Gea sambil sedikit bergurau


"kerjaan udah nggak terlalu banyak cuma kakak ada masalah nih". ucap Fajar sambil menghembuskan nafas dengan kasar


"yaudah kakak cerita ya, mama minta kakak putus sama kak Ara karena mama mau nikahin kakak sama cewek yang katanya nolongin dia waktu itu". ucap Fajar dengan wajah sendunya.


"HAH". serempak si kembar kaget mendengar cerita Fajar


"kok bisa? bukannya mama setuju ya kalo kakak pacaran sama kak Ara? kok bisa sampe kakak mau dinikahin sama cewek lain sih". heran Gea


"iya katanya buat balas budi". ucap Fajar


"balas budi kan nggak harus dengan nikah kak, bisa dengan ngasih uang atau apa gitu biar nggak usah nikah segala". Dea ikut kesal dengan mamanya.


" iya kakak udah bilang gitu tapi kata orang tua tuh cewek maunya anaknya di jodohin aja sama kakak"ujar Fajar

__ADS_1


"terus kakak udah tau muka tuh cewek? dan mama emangnya niat mau nikahin kakaknya kapan?". tanya Gea


"belum tau dan katanya kakak coba pendekatan selama satu tahun habis itu di nikah sama tuh cewek". jelas Fajar


"kalo kakak nggak mau ya nggak usah kakak nikahin, kakak nikahin aja kak Ara, kan kalo kakak nikah sama kak Ara, mama nggak bisa maksa kakak buat nikah sama tuh cewek". saran Dea


"iya, tapi waktu itu kak Ara nya bilang belum mau nikah buru-buru sebelum lulus kuliah, sedangkan lulus kuliah masih kurang lebih dua tahun lagi, nah mama mau nikahin kakaknya tahun depan, aduh kakak pusing". Fajar kesal sendiri lalu meremas rambutnya sampai acak-acakan


"di coba lagi kak, kan liburan besok kita niatnya jalan-jalan tuh ke Jogya gimana kalo kakak lamar kak Ara lagi di sana, tapi sebelum kakak ngelamar kak Ara kakak ijin dulu sama papa dan ibunya kak Ara". kali ini Gea memberi saran


"iya bener kak kata Gea, besok kakak coba ijin sama papa dan ibunya kak Ara, nanti soal lamaran kami bantuin deh kak". ucap Dea


"yaudah besok kakak ijin sama papa dan ibunya kak Ara deh, makasih ya de udah mau jadi tempat curhat kakak, kakak sayang kalian berdua". ujar Fajar lalu mencium kening adiknya secara bergantian


"kami juga sayang kakak". serempak si kembar


"ya udah yuk tidur udah malam, mimpi indah ya adik-adik kakak". ujar Fajar


"mimpi indah juga ya kak". ucap Dea dan Gea lalu si kembar mengambil guling lalu memeluk guling itu dan tidur menghadap Fajar yang berada diantara mereka.


Dilain rumah ada Mutiara yang sedang tidur bersama sang ibunya setelah mencurahkan isi hatinya yang merasa Fajar sedikit berubah.


Namun, sang ibu selalu menasehati dan memberikan saran yang dapat menenangkan hati Mutiara. Dan memberi masukan kepada Mutiara jika suatu saat Fajar melamar di coba untuk memikirkan menerima lamaran itu, karena walaupun menikah Mutiara dan Fajar masih dapat berkuliah dan untuk sang ayah yang tak pernah lagi berjumpa, ibunya meminta Mutiara untuk tetap mendoakan sang ayah semoga kelak dapat bertemu kembali.


Sedangkan di kamar papa dan mamanya Fajar tengah jadi perdebatan antara papa dan mamanya Fajar. Papa Rahardian tidak setuju dengan keputusan mama Ina karena papa Rahardian ingin semua anaknya menikah dengan pilihan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2