Ternyata Suamiku Mendua

Ternyata Suamiku Mendua
JONES


__ADS_3

tok


tok


tok


"assalammualaikum". serempak beberapa orang mengucapkan salam di depan rumah Mutiara


Ibu Tia dan Mutiara saling berpandangan memikirkan siapa yang bertamu pagi hari ke rumah mereka, karena kalau ketiga cecurut tidak mungkin karena mereka bertiga pasti setelah mengetuk pintu mereka akan langsung masuk ke dalam rumah tanpa perlu Mutiara atau ibu Tia bukakan pintunya.


"coba Muti liat dulu ya bu, siapa yang bertamu". ucap Mutiara dan mulai bangkit dari posisi tidurnya


"waalaikumsalam".ucap Mutiara setelah sampai di depan pintu rumah lalu membuka pintu rumahnya


"eh kalian, ayo masuk pas banget tadi ibu nanyain kalian". ucap Mutiara saat melihat siapa yang bertamu ke rumahnya


Mutiara mempersilakan Fajar, Dea dan Gea untuk masuk kedalam rumahnya dan bertemu dengan ibu Tia. Dea dan Gea sudah berjalan terlebih dahulu ke tempat ibu Tia berada, sedangkan Fajar berjalan bersama Mutiara dibelakang.


"sayang, kok kamu nggak baca pesan dan angkat telepon aku sih". ucap Fajar


"ya maaf ya, aku dari bangun tidur belum cek hp soalnya aku tadi bangun tidur langsung bebenah dan masak, ngomong-ngomong kamu udah makan belum?". ucap Mutiara


"emang kamu masak apaan?". tanya Fajar lalu Mutiara menyebutkan masakannya hari ini yang dia masak


"wah enak tuh, aku mau dong". Fajar sangat semangat mendengar masakan Mutiara karena Fajar memang sangat suka dengan rasa masakan Mutiara


"ya udah salim dulu sama ibu, abis itu aku siapin ya makanan buat kamu". ucap Mutiara


"oce sayang ku". ucap Fajar


"assalammualaikum bu, ibu sehat?".sapa Fajar kepada ibu Tia


"waalaikumsalam, alhamdulillah ibu sehat nak, udah berapa hari ya kita nggak ketemu, kamu sibuk ya?". tanya ibu Tia


"iya bu, maaf ya jadi nggak bisa sering ketemu ibu soal jadwal kuliah kemarin padat dan harus ke kantor juga karena ada beberapa hal yang harus aku tangani secara langsung". terang Fajar

__ADS_1


"ya udah nggak apa-apa yang penting kamu jaga kesehatan terus ya jangan lupa makan dan istirahat mentang-mentang sibuk". nasihat ibu Tia


"iya ibu mertua yang paling baik hati". gombal Fajar


"bisa aja kamu Jar". ucap ibu Tia


"ibu, Muti mau ngajak Fajar sarapan dulu ya katanya dia mau nyobain sarapan kita kali ini". ucap Mutiara sambil melirik Fajar.


"ya udah gih silakan makan kamu Jar, Dea dan Gea nggak mau ikutan sarapan juga, sarapan dulu gih nanti baru kalian cerita-cerita lagi sama ibu". ucap ibu Tia


"wah boleh deh, kebetulan kalo ditawarin masakan kak Ara mah Dea nggak bakal nolak bu, soalnya masakan kak Ara kan , MAKNYOSSS". ucap Dea sambil mengacungkan kedua jempolnya


"ya Gea juga mau ah, udah lama nggak nyobain masakan kak Ara yang rasanya enak tak kendol kendol ngunyah". ucap Gea mengikuti ucapan artis yang di televisi


"bisa aja kalian berdua, ya udah makan yang banyak ya kalian biar gemuk". ucap ibu Tia


"ih ibu, bukan gemuk tapi bo hay , ya kan Dea". ucap Gea dan diangguki oleh Dea


Akhirnya Mutiara menyiapkan makanan untuk Fajar, Dea dan Gea. Mutiara ikut menemani mereka bertiga makan, dan Mutiara sangat senang melihat ketiga orang itu makan dengan lahap masakannya.


"eh jeng Yanti, jeng Nilam, jeng Fani sudah datang, maaf ya saya telat". ucap ibu Tia sambil cipika cipiki


"ya nggak apa-apa jeng Tia, kami juga belum lama sampai kok, ya kan jeng". ucap jeng Yanti (ibu dari Pipit) kepada jeng Nilam (ibu dari Nila) dan jeng Fani(ibu dari Irfan) dan diangguki oleh jeng Nilam dan jeng Fani.


"apa kabar pak Sultan dan pak Andri?". sapa ibu Tia kepada ayahanda dari Irfan dan Nila sedangkan ayahnya Pipit sudah meninggal dua tahun yang lalu.


"alhamdulillah baik bu Tia". ucap serempak pak Sultan dan pak Andri


"ya udah kami mau bantu-bantu dibelakang dulu ya, kalian pada mau pesan apa nih?". tanya Mutiara


"Mut, papa Sultan mau pesan pahitnya patah hati (kopi hitam), sama pahit diluar manis didalam(roti bakar coklat)". ucap pak Sultan (papanya Irfan)


"kalo papi pesan pahit manisnya cinta( es cappucino), sama cinta butuh proses (pisang goreng tepung dengan taburan coklat dan keju)". ucap pak Andri (papinya Nila).


"kalo kami samain aja berempat ya, kami pesan manisnya cinta (milkshake), sama rajutan cinta(spageti)". ucap mami Nila

__ADS_1


"oce tunggu ya, dan selamat bergosip ria para orang tua". ucap Mutiara


Mutiara mengajak sahabatnya serta kekasihnya dan adik-adik dari kekasihnya untuk membantu para karyawan cafe JONES untuk melayani pembeli.


Beberapa menit kemudian pesanan para orang tua telah jadi, dan Irfan serta Fajar mengantarkan pesanan itu ke meja para orang tua dari cecurut yang sedang bersenda gurau bersama.


"nih, pesanan kalian semua para cecurut senior". ledek Irfan sambil meletakan pesanan para orang tua itu.


"wah makasih ya cecurut junior udah nganterin pesanan kami dengan baik". timpal pak Sultan yang membalas ledekan dari Irfan anaknya


"silakan di nikmati ya om, tante". ucap Fajar


"nggak usah sok formal deh ,Jar". ucap Irfan


"sama mereka nggak usah kaku, mereka tuh tampang boleh jadul tapi kelakuannya mah beuh udah kaya anak jaman now". sambung Irfan dan disambut gelak tawa semuanya


"iya dong, kami sebagai orang tua harus mengikuti tren anak muda jaman now biar bisa ngimbangin anak-anak, terutama keempat cecurut junior". timpal papi Andri


"heuh bener tuh pih, makanya mami juga selain sikapnya harus kaya jaman now, tampilan wajah juga harus tetap selalu tampil muda biar kalo lagi jalan sama anak biar disangka kaya ade kakak". ucap mami Nilam


"ya wajah kaya ade kakak, tapi uban mah tetap nggak bisa bohong loh mam, kalo buka hijabnya, itu uban mami udah mulai keliatan". ledek papi Andri kepada istrinya


"wah, papi ngeledek mami nih, awas ya nanti malam tidur diluar aja nggak mami kasih jatah biar nyaho". kesal mami Nilam


"ya jangan gitu dong mam, ya deh mami cantik dan awet muda, jadi nanti malam papi tetap boleh bobo bareng ya, dan jatahnya jangan di stop nanti papi bisa uring-uringan kalo nggak dapat jatah dari mami". rayu papi Andri kepada mami Nilam dan semua tertawa melihat tingkah orang tuanya Nila


"sudah, sudah masa ada anak perjaka ngomonginnya yang seperti itu, kasian mereka belum ngerti". lerai ibu Tia


"udah ngerti ibu, tapi nggak bisa mempraktekannya karena selain belum ada pasangan tapi juga belum nikah". saut Irfan


"kasian JONES". Ledek serempak para orang tua cecurut dan membuat Irfan cemberut


"sabar ya mblo". ucap Fajar sambil menepuk pundak Irfan


"sialan lu, Jar, rese lu ah". ucap Irfan

__ADS_1


Aksi ledek meledek telah usai, Irfan dan Fajar pun kembali untuk membantu yang lain melayani pembeli di cafe JONES yang mulai rame berdatangan untuk menikmati weekend mereka dengan nongkrong bersama, kekasih, sahabat, teman bahkan keluarga.


__ADS_2