Ternyata Suamiku Mendua

Ternyata Suamiku Mendua
rencana jalan-jalan


__ADS_3

Usai menonton, segerombolan genk cecurut dan triple F , mereka memutuskan untuk mampir ke tempat makan karena para cacing di dalam perut mereka sudah pada jumpalitan minta dikasih makanan, walaupun itu makanan tidak terlalu bergizi juga yang penting bisa bikin para cacing kenyang itu sudah lebih dari cukup bagi para cacing di perut mereka semua.


Namun, karena disini ada Fajar maka Fajar tidak mau kekasihnya makan sembarangan, seperti moto geng cecurut "makan apapun yang penting kenyang, halal dan murah". Padahal kalau soal ekonomi hanya Mutiara saja yang berasal dari keluarga sederhana sedangkan anggota cecurut yang lain berasal dari keluarga berada. Namun, sejak keluarga Irfan, Nila dan Pipit mengenal Mutiara dan ibunya yang hanya untuk makan saja harus bersusah payah dulu baru bisa makan, hal itu membuat keluarga Irfan, Nila dan Pipit ikut prihatin dan mulai membiasakan kepada anak-anaknya untuk makan seadanya dan seperlunya saja jangan rakus bin maruk.


Karena tak selamanya hidup kita selalu diatas dan selalu menikmati kemewahan, namun kehidupan juga akan terus berputar, mereka tak mau jika suatu saat mereka susah dan anak-anak mereka tak terima hidup susah karena selalu merasakan kenikmatan tanpa kesusahan.


Dan para orang tua mereka juga ingin memberikan pelajaran kepada anak-anaknya bahwa jangan terus melihat ke atas karena tak akan pernah puas tapi lihatlah ke bawah maka kamu akan tau rasanya nikmat bersyukur karena mungkin hidupmu itu lebih baik dari pada yang lain.


"gua pesenin aja ya lauk dan sayurannya, jadi kalian nanti bisa milih deh mau nyomot yang mana aja bebas, hari ini gua yang teraktir". ucap Fajar lalu memanggil pelayan


"wadidaw, nggak bakal nolak gua mah kalo di teraktir, apalagi yang neraktir si Fajar yang uangnya nggak ada seri nya". celetuk Irfan


"wah lebay banget lu, Pan. Padahal lu juga anak orang kaya tapi bawaannya hobby banget diteraktir orang". seru Fajar


"mba saya pesen gurame bakar pedes nampolnya 1, gurame goreng saus madu 1, cumi saus Padang 1, cah kangkung seafood 2, bakwan jagung 1porsi, tempe mendoan 1porsi, sambel netizennya 1, sambel pelakor 1, sama potongan buahnya ya 2 porsi, minumnya es teh manis aja 7, nasinya 7 porsi juga ya, udah itu dulu mba". serentetan pesanan yang di sebutkan oleh Fajar tadi dan di ulang kembali oleh mba pelayanannya untuk memastikan.


Setelah pelayanannya pergi mereka melanjutkan kembali obrolan mereka sambil menunggu pesanan datang.


"eh, kapan-kapan kita jalan-jalan yuk, ke villa atau camping yuk kayanya asyik tuh". usul Firman


"iya bener tuh kata Firman, kuy lah kita jalan-jalan kan dikit lagi liburan tuh".timpal Nila


"jalan kemana ya?mau ke puncak, Bandung, Bali apa Jogya?". saut Fajar


"hmmm kan dikit lagi libur panjang kenaikan semester tuh, gimana kalo kita jalan-jalannya yang agak jauhan jangan cuma di puncak doang, kayanya travelling ke Jogya enak tuh, seminggu aja kita jalan-jalannya pasti enak tuh". saran Irfan

__ADS_1


"iya aku setuju sama ide Ipan, kita ke Jogya aja gimana? nanti disana nyewa penginapannya pindah-pindah biar bisa ngerasain sensasi yang beda gitu, apalagi ini udah mau semester lima pasti mulai sibuk dengan tugas-tugas".ujar Mutiara dan semuanya setuju dengan saran Mutiara


"oke, berarti liburan semester ini kita jalan ke Jogya ya, untuk penginapan kita sambil cari-cari dari sekarang sebagai rekomendasi saat disana dan kita tentuin mau kemana aja selama di Jogya". Farhan memberi kesimpulan dari rencana agenda jalan mereka bertujuh.


"iya nanti bawa mobil aja ya biar gampang kalo mau jalan-jalannya, kalo cape nyetir nanti bisa gantian, oya kalo si kembar tau rencana jalan kita ini, boleh nggak si kembar ikut?biasalah si kembarkan suka ngintilin kemana pun gue jalan". ucap Fajar


"boleh lah, tambah rame tambah asyik, si kembar juga kan anaknya asyik pasti kalian nggak bakal nolak lah". seru Mutiara


"iya kembar ajak aja, Jar". giliran Pipit yang mensetujui


"iya udah kita jalan ajak si kembar juga, nanti kita bikin grup aja lagi buat ngomongin rencana jalan-jalan kita nanti, sekarang kita makan dulu biar cacing dalam perut gue bisa diem, noh pelayannya udah dateng bawain pesanan kita". suat Irfan


Mereka bertujuh akhirnya mulai menyantap makanan sampai habis tak tersisa.


Namun, sebelum pulang Mutiara berniat untuk ke toilet terlebih dahulu.


Saat mau masuk ke toilet tak sengaja Mutiara bertabrakan dengan seorang gadis yang menatapnya dengan tatapan datar padahal Mutiara sudah mencoba tersenyum ramah.


Dan karena tidak mau ambil pusing akhirnya Mutiara meninggalkan gadis itu setelah mengucapkan kata maaf.


Keluar dari toilet Mutiara menghampiri kekasih dan teman-temannya yang sedang menunggu di depan restoran itu.


Banyak mata yang melirik bahkan memperhatikan gerombolan Mutiara dan kawan-kawan yang sedang berjalan menuju parkiran dengan canda tawa.


Bahkan banyak gadis dan emak-emak yang terkagum-kagum melihat ketampanan dan kecantikan dari Mutiara dan kawan-kawan.

__ADS_1


"waduh, kalo suami saya kaya mereka mah, udah saya kekepin terus tuh". celetuk ibu A


"ah, itu laki pada ganteng dan badannya bagus banget, pasti perutnya sixpack, lah ini suami di rumah perutnya malah onepack". celetuk ibu B


"aduh itu cowoknya ada empat nah ceweknya cuma tiga, wah pasti salah satu dari mereka ada yang jomblo, mau dong yang jomblo buat gue aja". ujar gadis A


" lah mana mau mereka sama lu, mending sama gue yang bodynya aduh hai, lebih cocok sama mereka yang tampan". sindir gadis B


Mendengar celetukan itu membuat Mutiara, Nila dan Pipit ikut meledek ke ada empat cowok tampan itu.


"Nilnil, Pipit, coba liat deh body aku bohai nggak? soalnya kalo nggak bohai nggak cocok sama Fajar". celetuk Mutiara


"wah kurang bohai ,Mut. berarti kamu kurang cocok sama Fajar".


"iya si Muti nggak bohai kaya mba-mba tadi, tapi Muti mukanya jauh lebih cantik dari mba-mba tadi kok". polos Pipit membuat Mutiara tersenyum sedangkan Nila hanya menepuk jidat karena Pipit yang selalu polos


"iya udah deh aku mau cari pacar baru aja deh yang cocok sama body aku yang kurang bohai". seru Mutiara sekaligus memanasi Fajar


"eh, enak aja kamu ya ngomong apa tadi? mau cari pacar baru? jangan harap bisa cari pacar baru karena sampai kapan pun kamu tuh milik aku". ucap Fajar sambil memiting pelan leher Mutiara dan tanpa sadar kalung Mutiara terlepas dan terjatuh mereka bertujuh tak ada yang menyadarinya


"ampun-ampun, janji nggak nyari pacar baru deh". ucap Mutiara lalu Fajar melepas tangannya dari leher Mutiara


Lalu Mutiara berjalan agak cepat menjauhi Fajar sambil berteriak


" iya janji nggak cari pacar baru, tapi cari calon suami baru aja ya". ledek Mutiara sambil berlari pelan menjauh dari Fajar dan kawan-kawannya.

__ADS_1


__ADS_2