
Hae Ra berjalan menuju ruangan CEO dengan wajah kesal, kesabaranya kini sudah hilang sekarang dia sudah tidak mempedulikan apakah dia akan dipecat, di PHK atau tidak.
"Apa sebenarnya keinginan lelaki setengah gila itu?" Gumam Hae Ra kesal.
Di depan ruangan CEO ada sebuah meja dan kursi untuk sekretaris umum, Hae Ra menghampiri seorang wanita yang duduk di balik meja itu.
Hae Ra membungkuk memberi hormat begitu juga dengan wanita berusia tiga puluhan tahun itu "Ada yang bisa ku bantu?" Tanya wanita itu ramah.
"Apa Pak CEO ada di ruangan?" Hae Ra balik bertanya.
"Maaf, Tapi Tuan Seon Ho belum datang" Jelas wanita itu membuat Hae Ra sedikit kecewa, Hae Ra membungkuk memberi hormat kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu namun beberapa saat kemudian Hae Ra kembali lagi menemui sekretaris umum itu dan berkata "Jika Tuan Seon Ho sudah datang bisakah katakan padanya bahwa Jang Hae Ra mencarinya"
"Baiklah" Balas si sekretaris dengan wajah tersenyumnya, Hae Ra akhirnya benar-benar pergi meninggalkan ruangan CEOnya itu.
Sementara itu di atap gedung setelah kepergian Hae Ra, Seon Ho yang sedari tadi bersembunyi kini bertepuk tangan dengan begitu kerasnya membuat Nyonya Rena langsung mencari sumber suara tepukan itu.
Nyonya Rena sedikit bingung melihat sosok Seon Ho dan Halan yang keluar dari balik dinding, denga bergegas Nyonya Rena menghapus air matanya "Tuan Seon Ho, apa yang anda lakukan disini?" Ucapnya.
Seon Ho tak menjawab pertanyaan Nyonya Rena, ia hanya tersenyum sembari menghampiri wanita paruh baya itu.
"Terimakasih" Ucap Seon Ho membuat Nyonya Rena bingung.
"Apa maksud Anda, Tuan?"
"Terimakasih telah menyajikan pertunjukan yang amat menarik untuk ku, Nyonya Rena" Balas Seon Ho "Anda betul-betul tidak memiliki malu sedikitpun" Lanjut Seon Ho.
Nyonya Rena tak merespon ucapan Seon Ho, wanita paruh baya itu hanya diam setelah melengoskan wajahnya kearah kiri.
"Sekarang apa yang akan anda lakukan?, nampaknya Hae Ra tak ingin menikah dengan ku" Ucap Seon Ho "Haruska aku mengambil alih semuanya hari ini juga" mendengar itu Nyonya Rena dengan cepat menggeleng "Jangan Tuan ku mohon" Ucapnya putus asa.
"Akan aku pastikan Hae Ra akan menikah dengan anda, setidaknya beri aku waktu tiga bulan, Tuan"
"Tiga bulan?" Seon Ho terlihat berfikir sejenak "Tiga bulan itu waktu yang sangat lama, Nyonya. Dan aku tak yakin bisa menunggu selama itu atau tidak"
Mendengar perkataan Seon Ho yang menganggap waktu tiga bulan terlalu lama membuat Halan hanya tersenyum kecut "Tiga bulan waktu yang lama. Wahai Tuan, apa kau tak sadar telah menghabiskan waktu lima tahun untuk mencari Nona Hae Ra" Ucap Halan sepelan mungkin agar tak terdengar oleh Seon Ho, karena jika Seon Ho mendengar ucapan Halan bisa-bisa Halan akan kehilangan pita suaranya.
"Kalau begitu beri aku waktu satu setengah bulan" Sambar Nyonya Rena masih berusaha bernegosiasi dengan Seon Ho.
__ADS_1
"Baiklah, tapi jika dalam waktu satu bulan setengah Hae Ra masih tak ingin menikahi ku, maka kau dan juga suami mu akan kehilangan segalanya" Ancam Seon Ho kemudian berlalu pergi.
Halan yang berjalan mengekor di belakang Seon Ho sedikit bingung dengan tingkah sang majikan.
"Boleh aku bertanya Tuan?"
"Hhm!.. Silahkan" Ucap Seon Ho memberiizin.
"Tadi ku lihat anda begitu kesal melihat Nyonya Rena bersikap tidak adil pada Nona Hae Ra, tapi tindakan anda justru semakin membuat Nyonya Rena akan semakin bersikap tidak adil pada Nona Hae Ra, aku yakin setelah anda memberi waktu padanya, Nyonya Rena akan mendesak dan terus mengusik kehidupan Nona Hae Ra sampai Nona Hae Ra mau menikah dengan anda"
"Aku sedang menghukum Nyonya Rena, Halan. Aku ingin membuatnya tertekan. sejujurnya tanpa bantuan Nyonya Rena, aku tetap akan bisa menikahi Hae Ra. Karena Hae Ra memang ditakdirkan untuk ku"
"Haaa... percaya diri sekali" Spontan Halan langsung menutup mulutnya begitu dia secara tak sengaja mengucapkan kata-kata yang seakan meremehkan Seon Ho.
Mendengar celetukan Halan, Seon Ho langsung memberhentikan langkahnya dan langsung memutar tubuhnya kearah belakang.
"Yang ku maksud percaya diri itu ku tunjukan pada Nyonya Rena, Tuan. Kalimat itu sama sekali bukan ku tunjukan untuk anda" Ucap Halan terbatah memberi alasan untuk mempertahankan masa depan dari kehidupanya yang damai.
"Benarkah?" Tanya Seon Ho dengan seger Halan menganggukan kepalanya.
_____
"Tuan, Nona Jang Hae Ra dari bagian servis room hotel mencari anda" Ucap sekretaris umum itu begitu Seon Ho baru saja mendudukan tubuhnya diatas kursi kebesaranya selaku CEO.
"Panggil Nona Jang Hae Ra kemari" Titah Seon Ho yang langsung segera dilaksanakan oleh sekretarisnya itu.
"Tapi kenapa dia ingin bertemu dengan ku?" Gumam Seon Ho bingung "Atau jangan-jangan dia mulai memikirkan ku, dan merindukan ku" Seon Ho terlihat salah tingkah begitu memikirkan bahwa Hae Ra mencarinya karena gadis itu merindukanya.
Tak beberapa lama menunggu, suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar membuat Seon Ho yang pada saat itu sedang memeriksa beberapa berkas keuangan hotel langsung segera menoleh kearah pintu.
Sosok Hae Ra muncul dari balik pintu wajah gadis itu terlihat dingin, sementara Seon Ho begitu melihat sosok Hae Ra langsung tersenyum dan segera beranjak dari kursi kebesaranya selaku CEO.
"Silahkan duduk" Ucap Seon Ho sembari menunjuk kearah sofa yang ada di tengah-tengah ruanganya.
Hae Ra tak bergeming, dia menggumpalkan tanganya, tanpa bersuara dia mendekati Seon Ho. Seon Ho merasa gugup, Hae Ra menatapnya intens sembari berjalan mempersempit jarak diantara mereka.
"Apa dia ingin mencium ku" Bantin Seon Ho bergejolak.
__ADS_1
Buuukk!..... Sebuah tamparan menderat begitu keras diwajah lelaki bernama Seon Ho Kim itu, mata Seon Ho terbelalak ia langsung melotot kearah Hae Ra.
Dengan kasar Seon Ho menarik pergelangan tangan Hae Ra dan mempelintirnya.
Hae Ra merasakan sakit di pergelangan tangan kananya, namun gadis itu tetap berusaha memasang wajah datar sembari menahan rasa sakitnya.
"Sekali lagi kau memukul ku, maka_"
"Maka apa?" Tanya Hae Ra memotong kalimat Seon Ho.
Seon Ho melonggarkan pegangan tanganya pada pergelangan tangan Hae Ra, alih-alih melepas genggamanya lelaki itu justru mengaitkan jarinya pada jari-jemarin milik Hae Ra.
Seon Ho dapat melihat ada kebencian di tatapan mata Hae Ra untuknya.
"Kau sungguh lekaki yang sangat licik" Ucap Hae Ra membuat Seon Ho tersenyum picik.
"Kau terlihat cantik saat marah, Hae Ra. Tapi kau harus ingat aku memiliki batas kesabaran, jika kesabaran ku habis maka aku tidak akan bisa bersikap lembut pada mu" Ucap Seon Ho, namun Hae Ra tak merasa takut pada perkataan lelaki itu.
Seon Ho melepaskan genggaman tanganya pada Hae Ra, lalu dengan santai ia berjalan menuju sofa mendudukan diri disana sembari merentangkan kedua tanganya di atas senderan sofa "Kau tau, Hae Ra" Seon Ho memberi jeda pada ucapanya "Aku mantan gengster, jadi membunuh adalah pekerjaan kedua ku. Dan jika Mama serta Ayah tiri mu tidak bisa membayar hutang mereka, atau mereka tidak bisa menikahkan mu dengan diri ku, maka akan ku pastikan mereka tidak akan bisa hidup di hari esoknya"
Mendengar perkataan Seon Ho membuat Hae Ra sedikit terintimidasi, namun sebisa mungkin dia tetap mempertahankan ekspresi datarnya.
"Kenapa harus aku?" Hae Ra memberanikan diri untuk bertanya, dia kini menatap Seon Ho dengan tajam.
"Apa kau tak ingat kejadian lima tahun lalu?" Bukanya menjawab Seon Ho malah balik bertanya.
Hae Ra menyipitkan matanya berusaha mengingat kejadian lima tahun lalu, namun ia sama sekali tak merasa memiliki kenangan dengan Seon Ho lima tahun lalu.
"Berhenti bertele-tele, katakan saja ada apa lima tahun lalu?" Desak Hae Ra.
Seon Ho tertawa, ia baru sadar bahwa Hae Ra adalah gadis yang tidak sabaran "Aku akan menjawanya di hari pernikahan kita nanti" Ucap Seon Ho.
Hae Ra tersenyum meremehkan "Jangan harap. Hal itu tidak akan perna terjadi" Hae Ra melemparkan sebuah amplop putih bertuliskan pengunduran diri kearah Seon Ho "Karena ini hari terakhir kita saling bertemu" Lanjut gadis berponi itu kemudian berlalu pergi tanpa menoleh sedikitpun.
Seon Ho hanya menyeringai melihat surat pengunduran diri milik Hae Ra "Dengan berontak seperti ini, kau semakin membuat ku tertarik, Hae Ra. Kemanapun kau pergi, aku akan tetap menemukan mu" Ucap Seon Ho.
Bersambung!......
__ADS_1