Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho
Episode 5


__ADS_3

Hae Ra berjalan lemas, dia sama sekali tak menyangka akan menantang Seon Ho.


Perasaan kesalnya karena dipermainkan oleh Seon Ho membuatnya kehilangan logika pikirannya.


Di sebuah sofa yang ada di loby hotel, Hae Ra langsung mendudukan dirinya dengan lemah, Hae Ra kembali mengingat ucapan kepala HRDnya kalau dia harus bersikap baik dan ramah pada Seon Ho Kim, namun apa yang dilakukanya tadi justru kebalikanya, dengan kesal Hae Ra menepuk kepalanya hingga beberapa kali "Dasar bodoh, mati saja kau" Ucapnya menyelahkan dirinya sendiri.


"Kenapa kau harus mati?" Suara dari Rapi mengejutkan Hae Ra, dengan segera Hae Ra langsung menoleh kearah sumber suara.


Rapi memberikan isyarat dari gerakan kepalanya mencari jawaban dari gadis berponi yang terlihat frustasi itu.


"Kenapa tak menjawab ku?" Tanya Rapi kembali namun masih sama Hae Ra tak meresponya.


"Yah!, Hae Ra aku bertanya pada mu. Kenapa kau harus mati?"


Hae Ra tertunduk alih-alih menjawab pertanyaan dari Rapi.


"Hae Ra, aku masih menunggu jawaban mu"


Hae Ra mendesah berat kemudian mengangkat kepalnya untuk mendongak menatap Rapi yang berdiri disampingnya.


"Rapi, tidak bisakah kau membunuhku sekarang" Jawaban random Hae Ra semakin membuat Rapi bingung.


Rapi mendudukan tubuhnya disamping Hae Ra lalu berkata "Apa kau mau ku peluk?"


Perkataan Rapi spontan membuat Hae Ra langsung menoleh kembali kearahnya "Apa kau gila?" Seru Hae Ra dengan nada keras.


"Yang gila itu justru diri mu, mana ada seorang sahabat yang meminta sahabatnya untuk membunuhnya" Lagi-lagi Hae Ra hanya diam sembari menundukan kepalanya "Memangnya kau kenapa?, apa ada masalah?" Sambung Rapi kembali, Hae Ra pun mengangguk menjawab pertanyaan Rapi.


"Aku telah mengacaukan masa depan pekerjaan ku" Gumam Hae Ra lemas.


"Maksudnya?" Sambar Rapi penasaran.


"Kau tau Tuan Seon Ho Kim?" Kini giliran Hae Ra yang bertanya, Rapi pun mengangguk memberi arti 'iya'.


"Ada apa denganya?"


"Tadi Pak kepala HRD memintaku untuk melayaninya, entah kenapa katanya Tuan Seon Ho ingin menemui ku" Ucap Hae Ra memberi jeda di kalimatnya.


"Lalu?" Sambar Rapi penasaran.


"Awalnya aku sudah bersikap baik dan ramah padanya, aku bertanya apa ada yang dia butuhkan atau tidak, tapi dia menjawab 'tidak', selama beberapa puluh menit di ruangan HRD Tuan Seon Ho tidak memberikan perintah apapun pada ku, dia hanya menatap ku dan itu membuat ku risih" Mendengar kelanjutan cerita Hae Ra membuat Rapi menyerengitkan alisnya merasa tak suka akan tingkah Seon Ho.

__ADS_1


"Untuk apa dia memanggil mu dan hanya menatap mu, apa dia sudah gila?" Nada suara Rapi terdengar hampir memekik.


"Aku juga tidak tau, dan ketika aku hendak meninggalkan ruangan dia justru mengancam akan mematahkan kaki ku jika aku meninggalkanya"


"APA?!" Pekik Rapi merasa jengkel dengan Seon Ho begitu mendengar kelanjutan cerita dari Hae Ra "Lalu apa yang kau lakukan?, apa kau kembali duduk atau apa?" Tanya Rapi penasaran.


"Tentu saja aku pergi meninggalkan ruangan"


"Bagus" Sambar Rapi cepat merasa bangga dengan perbuatan Hae Ra. Rapi kini menatap Hae Ra lalu bertanya "Lalu apa yang membuat mu frustasi?"


"Aku frustasi karena menyesali perbuatan ku" Jawab Hae Ra.


"Kenapa memyesal, tindakan mu sudah bagus dan benar dengan meninggalkan ruangan" sambar Rapi memberi dukungannya.


"Iya bagus, lalu bagaimana jika aku dipecat" Serobot Hae Ra dengan nada mulai goya.


"Tenanglah Hae Ra, apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan mu disini" Perkataan Rapi membuat perasaan Hae Ra tenang sekaligus berdegup kencang dan gugup.


Hae Ra menarik nafas dalam kemudian dihembuskannya perlahan sembari mengelus dadanya "Tenang Hae Ra, itu bukan pengakuan cinta, jadi berhentilah salah tingkah dan terlalu lupa diri, Rapi hanya sahabat" perkataan Hae Ra jelas tak di dengar oleh Rapi karena perkataan itu hanya diucapkannya dalam hati.


*****


Disisi lain, selsai melakukan pengakuisisian hotel, Seon Ho dan Halan kini berjalan meninggalkan ruanga CEO hotel tersebut.


Melihat tingkah Seon Ho yang seperti itu membuat Halan bergedik ngeri, wajah yang biasanya kaku itu tiba-tiba tersenyum adalah hal yang sangat mengerikan bagi lelaki berusia empat puluhan tahun itu.


Halan dan Seon Ho keluar dari dalam lift yang telah tiba di loby hotel, Seon Ho yang masih melamunkan pertemuanya dan Hae Ra sedikit tak fokus, sementara Halan yang masih memiliki kesadaranya tiba-tiba menghalau Seon Ho dari pandangan kearah depan, melihat itu membuat Seon Ho bingung.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Seon Ho.


"Sebaiknya kita kearah sana Tuan" Jawab Halan memberi ide sembari menunjuk kerah sisi kanan hotel


Seon Ho menyerengitkan alisnya tak suka sembari berkata "Untuk apa kearah sana?"


Halan terdiam, jika dia terus berjalan kearah depan maka Seon Ho akan melihat Hae Ra dan Rapi sedang mengobrol riang di sofa loby.


Melihat tingkah Halan yang aneh membuat Seon Ho menaruh curiga "Pasti ada yang kau sembunyikan" Ucap Seon Ho membuat Halan gugup.


"Tuhan tolong lindungi hidup Nona Hae Ra dari mahluk dari neraka ini" Gumam Halan dalam hati, akan sangat berbahaya jika Seon Ho tau bahwa dirinya memanggil majikanya itu dengan sebutan mahluk dari neraka.


Seon Ho dengan curiga langsung segera mendorong Halan kesisi kiri dan alangkah jengkelnya Seon Ho begitu melihat pemandangan yang dari tadi disembunyikan oleh Halan.

__ADS_1


"Berani sekali dia menggoda gadis ku" Ucap Seon Ho kesal sembari berjalan menghampiri Hae Ra dan Rapi yang masih mengobrol.


Halan hanya dapat menghela nafas berat "Tamat sudah" Gumamnya seraya berjalan mengikuti jejak Seon Ho.


"Apa yang sedang kalian lalukan?" Ucap Seon Ho dingin.


Hae Ra spontan beranjak bangkit dari duduknya kemudian membungkukan badanya sebagai tanda hormat, sementara Rapi masih duduk diatas sofa.


Seon Ho menatap Rapi tajam sembari berkata "Berani sekali kau menggoda kariyawan ku"


Rapi kemudian berdiri lalu membalas "Maaf sebelumnya Tuan, saya tidak menggoda Hae Ra. Kami hanya mengobrol lagi pula ini masih jam istirahat"


Seon Ho menatap Halan lalu berkata dengan nada dingin "Urus dia" mendengar itu membuat Hae Ra langsung terbelalak.


"Tapi Tuan_" Belum sempat melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Seon Ho tanpa basa basi langsung menarik pergelangan tangan Hae Ra dan menyeret gadis berponi itu berjalan meninggalkan loby hotel menuju tempat parkir VVIP.


Hae Ra yang bingung masih berusaha melepaskan genggaman tangan Seon Ho dari pergelangan tanganya seraya tetap berusaha menyeimbangkan langkahnya yang diseret oleh Seon Ho.


"Apa yang kau lakukan?.. Lepaskan aku" Teriak Hae Ra sembari memukul tangan Seon Ho, namun lelaki berlesung pipit itu tak menghiraukan pukulan dan juga perkataan Hae Ra.


Sampai di parkiran Seon Ho membuka pintu mobil dan mendorong Hae Ra masuk, namun begitu Seon Ho berjalan untuk menuju pintu mobil yang lain Hae Ra tiba-tiba membuka pintu, dia keluar dari mobil lalu berlari melihat itu Seon Ho yang baru saja hampir masuk kedalam mobil langsung segera mengejarnya.


Seon Ho berhasil meraih tangan Hae Ra kemudian kembali menyeret Hae Ra ke dalam mobil namun lagi-lagi Hae Ra berusaha kabur tapi lagi-lagi Seon Ho berhasil menangkapnya kembali.


"Jika kau kabur makan akan ku pecat lelaki tadi, dan akan aku pastikan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan yang baru dimanapun" Ancam Seon Ho membuat Hae Ra melunak melihat itu Seon Ho tersenyum ternyata ancamannya berhasil "Masuk ke dalam mobil" Titah Seon Ho, dengan berat hati Hae Ra pun mengikuti perkataan Seon Ho.


"Jadi kelemahan mu adalah lelaki itu" Gumam Seon Ho, dia merasa senang tapi juga kesal mengingat Rapi adalah kelemahan Hae Ra.


Seon Ho melangkah masuk dalam mobil ia melihat Hae Ra sekilas kemudian meraih ponsel yang ada dalam sakunya setelah memencet beberapa nomor iapun langsung menempelkan ponsel pintar itu kearah telinganya, setelah beberapa lama terdiam akhirnya Seon Ho terdengar berbicara dengan orang yang ditelponya itu.


"Halan, tahan dulu. Jangan memecat lelaki itu" Ucap Seon Ho memberi titah membuat Hae Ra bisa bernafas lega.


Seon Ho mendekat kearah Hae Ra ia bertingkah seakan ingin mencium Hae Ra melihat itu Hae Ra menutup matanya sembari berteriak "Apa yang akan kau lakukan?"


Melihat itu Seon Ho hanya memandangi wajah gadis yang selama ini dicarinya itu sebelum kemudian tangannya terjulur meraih sabuk pengaman kemudian memasangkannya untuk Hae Ra mendapati tak ada apa-apa yang terjadi Hae Ra dengan segera membuka matanya, mengetahui dia hanya salah paham membuat gadis berponi itu hanya dapat merutuki kebodohannya.


"Mati saja kau Hae Ra" Gumam Hae Ra sembari menjedotkan kepalanya kearah pintu mobil, melihat itu Seon Ho hanya tersenyum bahagia.


"Ternyata imajinasi mu liar juga" Ucap Seon Ho membuat Hae Ra langsung menundukan kepalanya dalam diam.


"Siapa yang tak salah paham jika kau mendekat seperti itu. Kau bisa mengatakan pada ku untuk mengenakan sabuk pengamanya" Balas Hae Ra membuat tawa Seon Ho pecah karena ia dapat melihat wajah Hae Ra yang memerah karena malu.

__ADS_1


Bersambung!.....


__ADS_2