Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho
Episode 7


__ADS_3

Seon Ho terdiam mematung memandangi foto Hae Ra yang tertempel di dinding.


"Maaf Tuan?" Suara Halan langsung membuat Seon Ho berbalik menatap kesumber suara, Seon Ho melihat Halan tengah berdiri memegangi sebuah amplop coklat.


"Ayo!, Keruangan kerja ku" Ucap Seon Ho melangkah keluar kamar lalu menutup pintu ruangan yang khusus dibuatnya untuk menempel foto Hae Ra.


Seon Ho kini terduduk di kursi kebesaranya yang ada di ruang kerja, sementara Halan bediri tepat dihadapanya.


Halan menyerahkan sebuah amplop kearah Seon Ho sembari berkata "Ada sesuatu yang mengejutkan yang ku temukan ketika mencari informasi tentang Nona Hae Ra, Tuan"


Mendengar perkataan Halan membuat Seon Ho semakin penasaran dengan segera Seon Ho membuka amplop coklat yang ada dihadapanya.


Seon Ho mengamati semua kertas yang ada ditanganya, sebelum kemudian perhatianya dicuri oleh sebuah foto pernikahan.


"Ini bukankah_" Seon Ho menggantung kalimatnya.


"Benar Tuan" Ucap Halan "Ibu dari Nona Hae Ra adalah, Nyonya Rena" Jelas Halan.


"Jadi maksud mu Nyonya Rena telah menikah lagi dengan Tuan Whil pemilik Jaya Grup?"


Halan mengangguk memberi arti iya pada perkataan Seon Ho.


"Menurut informasi yang saya dapat memang seperti itu, Nyonya Rena meninggalkan Nona Hae Ra dan Ayahnya ketika Ayah Nona Hae Ra di PHK" Jelas Halan "Dan yang lebih tak terduga lagi, ternyata Nyonya Rena tak mengakui Nona Hae Ra sebagai anaknya"


Seon Ho terdiam sejenak entah mengapa dia jadi membenci Nyonya Rena, padalah selama ini dia sangat mengagumi wanita paruh baya itu, namun begitu mendengar perbuatanya dimasa lalu membuat Seon Ho kehilangan rasa kagum itu "Aku tak menyangka ternyata dia wanita seperti itu"


"Lalu sekarang Hae Ra hanya tinggal dengan sang Ayah?" Seon Ho menatap Halan.


Halan menggelengkan kepalanya pelan "Nona Hae Ra tinggal bersama Neneknya Tuan, karena Ayah Nona Hae Ra meninggal dalam kecelakaan"


Bluuss!... Tubuh Seon Ho langsung lemas, ternyata kehidupan Hae Ra sangatlah sulit.


"Nona Hae Ra terpaksa hanya bersekolah sampai SMA, karena dia tak memiliki biaya untuk kuliah padahal dari apa yang ku dengar Nona Hae Ra termaksud murid yang cerdas"


Perhatian Seon Ho kini dicuri oleh foto Hae Ra dan Rapi, ada kekesalan diraut wajah lelaki tampan itu, Seon Ho ngangkat foto itu kearah Halan "Lalu apa mereka berpacaran?" Tanya Seon Ho, Halan menggeleng menjawab pertanyaan itu membuat Seon Ho bernafas lega.


"Nona dan lelaki yang ada di foto itu hanya bersahabat Tuan. Lelaki dalam foto dan keluarganya banyak membantu Nona Hae Ra" Jelas Halan.


"Kalau begitu pertahankan lelaki itu bekerja di hotel, itu balasan karena dia dan keluarganya telah membantu calon istri ku"

__ADS_1


Halan langsung menyerengitkan alisnya mendengar Seon Ho menyebut Hae Ra sebagai calon istrinya.


Seon Ho beranjak dari tempatnya terduduk "Ayo!" Ajaknya.


Halan terlihat bingung "Kita akan pergi kemana, Tuan?" Tanya Halan.


Seon Ho menyeringai lalu berkata "Kediaman Tuan Whil" mendengar perkataan itu membuat Halan langsung mengerti.


Sebuah mobil sudah terpakir di depan teras rumah Seon Ho, dia dan Halan langsung segera masuk dalam mobil begitu keluar dari dalam rumah.


setalah beberapa puluh menit dijalan akhirnya Seon Ho dan Halan tiba di kediaman keluarga Whil.


Halan memencet bel pintu. Seorang pelayan keluarga Whil langsung menghampiri monitor begitu mendengar bunyi bel. Mata pelayan itu terbelalak begitu melihat Halan dan Seon Ho di dalam monitor.


"Nyonya, Tuan" Teriak pelayan itu berhamburan, pasalnya agak sedikit aneh melihat kedatangan Seon Ho tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Biasanya Nyonya Rena akan memerintahkan semua pelayanya untuk membersihkan rumah dan memasak sehari sebelum Tuan Seon Ho datang, namun kali ini Nyonya Rena terlihat biasa saja dan tak memberikan perintah apapun padalah mengetahui Seon Ho datang.


"Nyonya, Tuan" Pelayan itu berlari berhamburan menuju ruangan keluarga, disana dia mendapati majikan dan anaknya sedang menonton TV.


"Nyonya, Tuan" Teriak si pelayan sembari menghentikan lakahnya.


"Di luar, ada Tuan Seon Ho kim"


"APA?" Teriak Nyonya Rena dan Tuan Whil secara bersamaan.


"Apa kau sudah membukakan pintu?"


"Belum Nyonya" Balas si pelayan.


"Dasar bodoh kenapa belum kau bukakan, berani sekali kau membuatnya menunggu" Ucap Nyonya Rena sedikit meninggi. Si pelayan kini berlari lagi menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Nyonya Rena menatap suaminya penuh tanda tanya "Apakah dia menerima tawaran dari kita?" Ucapnya.


Mendengar perkataan sang ibu membuat Aluna sontak berdiri "Jadi Tuan Seon Ho menerima tawaran Mama dan Papa"


"Belum tahu, sayang" Ucap Nyonya Rena menatap Aluna "Sebaiknya kau ganti baju dan berdandanlah yang cantik" Lanjutnya.


Aluna gadis berusia dua puluh tiga tahun itu tanpa aba-aba berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi jika Tuan Seon Ho menolak tawaran kita?" Tanya Rena kearah sang suami.


"Tentu saja dia akan mengambil alih perusahaan, dan rumah ini serta aset-aset lain yang ku miliki" Balas Tuan Whil.


Tuan Whil dua tahun lalu pergi keperusahaan Shon Grup milik Seon Ho, lelaki paruh baya itu meminta bantuan pada Seon Ho agar mau menyuntikan modal ke Jaya Grup, Seon Ho menyetujui itu dengan jaminan semua harta milik Tuan Whil sebagai jaminanya, dan Tuan whil menyetujui itu.


Nyonya Rena dan Tuan Whil melangkah menuju ruang tamu, mereka berdiri memasang wajah rama untuk menyambut kedatangan Seon Ho.


"Silakan duduk Tuan" Ucap Nyonya Rena begitu Seon Ho dan Halan memasuki ruang keluarga.


Seon Ho dan Halan pun langsung mendudukan diri mereka dengan nyaman di sofa berwarna hitam yang ada di ruang tamu kediaman Whil itu.


"Kenapa tak memberitahu bahwa anda akan datang, jika anda memberitahu saya bisa menyiapkan makanan kesukaan anda" Ucap Nyonya Rena ramah bahkan senyuman tak luntur dari wajahnya.


Nyonya Rena dan Tuan Whil mendudukan tubuhnya di atas sofa.


"Aku menyetujui tawaran kalian untuk menikah dengan anak kalian"


Mendengar kalimat itu membuat Nyonya Rena dan Tuan Whil tersenyum bahagia, jika Seon Ho menjadi menantu mereka maka mereka tidak akan memikirkan hutang modal yang telah dipinjam Tuan Whil dua tahun lalu.


Aluna yang tak jauh dari ruang tamu terlihat bahagia, dia sama sekali tak menyangka bahwa Seon Ho, lelaki yang di sukainya itu akan memilih menikahinya.


Aluna dengan percaya diri masuk ke dalam ruang tamu, lalu mendudukan tubuhnya disamping Nyonya Rena.


Nyonya Rena memeluk Aluna seraya berucap bahagia "Selamat Sayang" Melihat adegan itu membuat Seon Ho menyeringai.


"Maaf ku rasa ada kesalapahaman disini" Ucap Seon Ho membuat kebahagiaan yang terpancar di keluarga Whil langsung menghilang.


"Maaf maksud anda apa Tuan?" Tanya Tuan Whil.


"Maksud ku, aku menyetujui tawaran kalian untuk menikahi anak kalian, tapi anak yang ku maksud bukan Aluna" Jelas Seon Ho semakin membuat Tuan Whil dan yang lain bingung.


"Maaf sebelumnya Tuan, tapi kami hanya memiliki satu orang putri yaitu Aluna" Ucap Nyonya Rena.


"Apa kau yakin?" Balas Seon Ho.


"Sangat yakin" Sambar Tuan Whil percaya diri.


"Aku akan menyetujui pernikahan ini Hanya dengan putri kalian yang bernama Jang Hae Ra" Mendengar itu membuat tubuh Nyonya Rena langsung lemas seketika.

__ADS_1


Bersambung!......


__ADS_2