Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho
Episode 3


__ADS_3

Sebuah mobil mewah baru saja terparkir di parkiran khusus tamu VVIP sebuah hotel bintang lima, sosok lelaki tampan dengan tubuh proposional keluar dari dalam mobil, di ikuti oleh beberapa orang lelaki berbadan kekar yang mengenakan stelan jas hitam.


Seon Ho menatap kearah Halan, lelaki berusia awal empat puluhan tahun yang telah lama menjadi tangan kanan Seon Ho itu langsung menatap layar ponsel yang ada di tangan kananya, ia seakan bisa memahami apa yang ingin dikatakan Seon Ho hanya dengan melihat tatapan mata lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu.


"Jadwal anda hari ini cukup padat, Tuan" Ucap Halan "Anda harus menghadiri rapat direksi dari Moon Grup, anda juga memiliki jadwa makan malam dengan nona Helen, selepas itu_" Seon Ho mengangkat tangan kananya membuat Halan langsung berhenti bahkan sebelum dia sempat menyelesaikan perkataanya.


Seon Ho dan Halan melangkah masuk ke dalam lift, sementara beberapa orang lelaki bertubuh kekar lainya hanya menunggu di caffetaria hotel.


Setelah berada dalam lift tangan kanan Halan dengan cepat memencet angka tujuh yang menempel di dinding lift, dan sebelum pintu lift sepenuhnya tertutup Seon Ho tiba-tiba membelalakan matanya, dia melihat gadis yang selama ini dicarinya itu sedang melintas di loby hotel, dengan terburu Sehon Ho langsung menekan tombol untuk mebuka pintu lift namun sayang pintu lift sudah sepenuhnya tertutup.


"Sial!" Umpat Seon Ho dengan tangan kanan dengan cepat memencet angka dua.


"Ada apa Tuan?" Tanya Halan penasaran dengan perubahan tingkah laku drastis milik Seon Ho.


"Dia bukan imajinasi, Halan. Aku melihatnya sekarang" Ucap Seon Ho ngelindur, belum sempat Halan mencerna apa yg dimaksud dengan ucapan sang majikan, tiba-tiba pintu lift terbuka dan tanpa aba-aba Seon Ho pun berlari meninggalkan Halan dalam keadaan bingung sendirian dalam lift.


Seon Ho berlari menuju tangga darurat dengan kecepatan penuh, setiap detiknya kecepatanya berlari semakin bertambah hingga dalam waktu singkat lelaki pemilik lesung pipit itu tiba di lobi hotel kembali, namun apa yang di carinya disana telah tiada, gadis yang dilihatnya hanya sekilas itu telah tak ada di lobi hotel.


Seon Ho tak menyerah, kini ia berlari ke arah seluruh penjuru hotel untuk mencari sosok yang ingin dilihatnya itu, hingga langkahnya terhenti begitu melihat seorang gadis yang membelakanginya, gestur tubuh gadis itu sama persis dengan gestur tubuh yang dilihatnya tadi.


Seon Ho melangkah menghampiri gadis yang tengah berdiri membelakanginya itu, dan begitu tiba tepat di belakang gadis itu tangan Seon Ho dengan cepat menepuk pelan pundak sang gadis, wajah Seon Ho kini tersenyum penu harap, wajah yang biasanya dingin itu kini dihiasi oleh sebuah senyuman indah membuat lesung pipitnya terlukis begitu sempurna di bagian kedua pipinya.


Wajah senyum Seon Ho kini berubah drastis begitu wajah gadis itu menghadap kearahnya, harapan Seon Ho langsung menghilang, sementara gadis itu hanya memandang Seon Ho dengan tatapan bingung.


"Maaf!" Ucap Seon Ho lemas, kemudian berlalu pergi meninggalkan gadis itu, ternyata gadis itu bukanlah gadis yang selama ini dicarinya.


"Sebenarnya kemana perginya, gadis itu?" Gumam Seon Ho kesal.


Tengah berjalan dengan lemasnya tiba-tiba kehadiran sosok Halan membuat Seon Ho terhenti "Tuan?!" Panggila Halan "Sebenarnya apa yang terjadi?" Lanjutnya memberikan pertanyaan.

__ADS_1


Seon Ho terdiam sejenak sebelum kemudian menjawab "Tadi aku seperti milihat gadis ku"


Halan sedikit memiringkan kepalanya "Maksud anda, anda melihat gadis yang ada dalam foto itu?" Ucap Halan yang langsung dijawab dengan anggukan kepala milik Seon Ho.


"Apa anda yakin, Tuan?" Lagi-lagi Halan bertanya untuk memastikan kebenarannya, dan lagi-lagi Seon Ho hanya mengangguk.


"Kau pikir aku segila itu, sampai kau menganggupku berimajinasi sekarang, aku yakin sekali telah melihatnya. Dia mengenakan baju seperti itu" Jelas Seon Ho seraya menunjuk seorang karyawan hotel yang ada diujung lobi.


"Kalau memang betul anda melihatnya mengenakan baju seperti itu, maka kita akan segera menemukan gadis itu" Ucap Halan membuat Seon Ho kembali bersemangat, harapanya yang hilang kini kembali "Bagaimana caranya?" Tanya Seon Ho antusias.


"Jika kau melihatnya mengenakan seragam seperti itu, berarti gadis yang tuan maksud bekerja disini, kita bisa meminta daftar kariyawan hotel di pihak HRD" Jelas Halan.


"Kalau begitu, ayo kita ke HRD" Ajak Seon Ho tak sabar seraya menyeret tangan Halan menuju ruangan HRD, tingkah Seon Ho saat ini mirip sekali dengan seorang bocah SD yang tengah menuntun ibunya menuju tempat mainan yang ingin dibelinya.


Seon Ho melangkah masuk ke dalam lift untuk menuju lantai lima, karena ruangan HRD hotel ada di lantai lima.


Setelah tiba di ruangan HRD Seon Ho langsung berjalan menuju ruangan kepala HRD, di sana dia tanpa sopan santun langsung memerintah ketua HRD setelah menerobos masuk tanpa mengetuk pintu ruangan terlebi dahulu.


Kepala HRD yang terkejut itu hanya diam berdiri menatap bingung kearah Seon Ho, melihat tingkah kepala HRD yang masih berdiri diam membuat Seon Ho menyerengitkan alisnya, jika lelaki itu mengerutkan keningnya serta menyerengitkan alisnya berarti ia tak suka dengan sesuatu "Apa yang kau lakukan, cepat serahkan pada ku" Ucapnya kembali dengan nada sedikit meninggi, melihat situasi itu Halan hanya menghela nafas, iapun memghampiri Seon Ho "Duduklah dulu Tuan" Pinta Halan seraya menunjuk sofa yang ada dalam ruangan.


Setelah Seon Ho terduduk, Halan kini menatap kepala HRD yang masih dalam keadaan bingung itu.


"Maaf sebelumnya, aku yakin anda terkejut sekarang. Tapi bisakah anda memberikan kami daftar kariyawan hotel" Pinta Halan dengan nada lembut dan suara ramah.


Kepala HRD yang sempat terkejut itu kini mulai mendapatkan kesadarannya kembali, iapun membalas tatapan mata Halan sembari berkata "Maaf sebelumnya Tuan, tapi menurut peraturan hotel, data pribadi kariyawan adalah sebuah kerahasiaan hotel, jadi saya tidak bisa memberikanya" Ucap kepala HRD itu, mendengar itu Seon Ho dengan mata melotot langsung spontan berdiri dari duduknya "Apa kata mu?" Seru Seon Ho kesal.


Seon Ho kini menatap Halan "Pecat dia, nanti" Ucap Seon Ho membuat kepala HRD kembali bingung.


kepala HRD itu dengan teliti menganalisis wajah Seon Ho, setelah mengenali wajah itu mulut kepala HRD menganga lebar dengan tatapan terbelalak dengan segera ia pun membungkukkan badanya " Maafakan saya, Tuan" Ucap kepala HRD dengan penuh penyesalan, andai dia tahu bahwa yang meminta daftar kariyawan itu adalah Seon Ho Kim maka ia akan menyerahkanya dengan secepatnya.

__ADS_1


Seon Ho dan Halan kembali duduk di atas sofa sementara kepala HRD itu dengan terburu mencari daftar kariyawan hotel, setelah menemukanya kepala HRD itu langsung menyerahkan sebuah dokumen berwarna coklat itu kearah Seon Ho.


Seon Ho dengan cepat meraih dokumen itu, dengan cepat ia membuka lembar demi lembar daftat kariyawan yang berjumlah hampir ratusan lembar itu.


mata Seon Ho dengan teliti mengamati setiap detil foto yang ada di daftar kariyawan itu, setelah hampir menghabiskan waktu setengah jam akhirnya Seon Ho menemukan foto gadis yang dicarinya itu.


"Ketemu!!" Serunya spontan, mendengar itu Halan bangkit dari duduknya dan menatap dokumen yang ada di hadapan Seon Ho.


begitu melihat foto gadis itu Halan langsung terbelalak takjub "Ternyata gadis itu benar-benar ada" gumam Halan.


Seon Ho tersenyum menatap Halan sembari berkata "Sudah ku katakan pada mu, Halan. Takdir akan membawa gadis ini menjadi milik ku, karena memang dia adalah milik ku sejak awal"


Melihat Seon Ho yang begitu antusias membuat Halan langsung menatap iba pada foto gadis itu "Sunggu malang nasib mu Nona, kini Tuan ku akan memburu mu" Gumam Halan pelan.


Seon Ho menatap kepala HRD "Apa kau bisa memanggil gadis ini, kesini sekarang?" Tanya Seon Ho.


"Tentu saja, Tuan" Balas kepala HRD itu.


Kepala HRD langsung menghampiri telpon yang ada diatas mejanya setelah memencet beberapa angka ia pun langsung menempelkan ganggang telpon kearah telinganya, setelah menunggu beberapa saat suara seorang wanita menyambut indra pendengaran lelaki paruh baya itu.


"Tolong informasikan kepada Nona Hae Ra bahwa dia harus menghadap ke ruangan ku sekarang" Titah kepala HRD itu kemudian mengakhiri panggilan telponnya.


melihat itu Seon Ho tersenyum, jantungnya berdegup kencang selama menunggu, ia merasa waktu berjalan begitu lambat satu detik serasa satu jam.


"Aku akan bertemu dengannya, Gadis ku" Gumam Seon Ho tak sabaran "Jadi namanya Hae Ra, selama ini dia begitu dekat tapi aku tak menyadarinya " Lanjut Seon Ho.


Di sisi lain Halan hanya diam dalam perasaan iba "Malang sekali nasib mu, Nona" gumamnya pelan.


Sementara disisi lain, Hae Ra yang tengah sibuk bekerja melayani para tamu sama sekali tak mengetahui entah nasib seperti apa yang akan menantinya dimasa depan.

__ADS_1


Bersambung!....


__ADS_2