Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho
Epidose 4


__ADS_3

Anna berlari menuju taman hotel sembari mencari sosok keberadaan Hae Ra setela mendapat printah dari bagian HRD.


"Tumben sekali Hae Ra di panggil pihak HRD" Gumam Anna merasa bingung dengan apa yang terjadi. Setelah beberapa lama berjalan Anna akhirnya dapat menemukan sosok Hae Ra, gadis cantik berponi itu tengah terlihat mengobrol dengan seorang tamu wanita.


"Anda dapat menggunakanya kapan saja, Nyonya" Kalimat seperti itulah yang sekilas di dengar Anna dari percakapan Hae Ra dan tamu hotel itu.


Setelah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanya kepada Hae Ra tamu hotel itupun melangkah meninggalkan Hae Ra yang masih memamerkan senyuman manisnya.


Melihat kepergian sang tamu hotel, Anna yang sedang berdiri berjarak beberapa langkah dari Hae Ra kini bergegas mendekati gadis itu.


"Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu, Anna?" Tanya Hae Ra penasaran begitu Anna tepat berada dihadapanya.


"Apa kau membuat kesalahan, Hae Ra?"


"Maksud mu?" Tanya Hae Ra yang merasa bingung akan pertanyaan yang dilontarkan Anna.


"Kepala HRD memanggil mu pergi keruangannya" Jelas Anna, membuat Hae Ra sedikit terkejut.


Hae Ra terdiam sejenak, perasaan khawatir mulai menyelimuti hati dan pikirannya karena setahu Hae Ra kariyawan yang dipanggil ke ruangan HRD hanyalah kariyawan yang bermasalah dalam hal absensi, dan cuti, yang membuat Hae Ra semakin khawatir adalah setahunya dia sama sekali tak perna melewati absensi kehadiran, dia juga selalu datang tepat waktu, dan dia sama sekali tidak mengajukan cuti, lalu apa alasannya dipaggil menuju ruang HRD?


"Hae Ra?!!" Suara panggilan Anna membuat Hae Ra langsung membuyarkan lamunanya.


Hae Ra menatap Anna nanar "Ku rasa aku akan di PHK" Gumam Hae Ra dengan kekhawatiran tak beralasan miliknya.


Meliht raut wajah Hae Ra yang terlihat panik membuat Anna spontan mengucapkan kalimat penghibur "Belum tentu juga, siapa tau kau dipanggil karena ada alasan yang lain selain di PHK" Anna memegangi pundak Hae Ra dengan lembut berusaha memberikan semangat pada temannya itu "Untuk sekarang, lebih baik kau segera menemui kepala HRD dan dengarkan apa yang ingin dikatakanya" Hae Ra pun mengangguk, setelah memberikan senyuman kepada Anna iapun pergi meninggalkan Anna untuk menuju ke ruangan HRD.


******


Di ruangan HRD, Seon Ho terlihat gelisa karena Hae Ra tak kunjung tiba di ruangan HRD.


Seon Ho menatap kepala HRD yang berdiri tak jauh darinya "Apa kau yakin telah memanggilnya?" Tanya Seon Ho.


"Iya Tuan" Jawab kepala HRD itu spontan.


"Lalu kenapa lama sekali?" Gumam lelaki berlesung pipit itu frustasi.


melihat tingkah Seon Ho yang tak sabaran membuat Halan mendesah berat.


Seon Ho kini kembali menatap kepala HRD itu "Coba kau panggil kembali" Titah Seon Ho.

__ADS_1


"Kalau begitu saya yang akan mencarinya sendiri, Tuan" Balas kepala HRD itu kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangannya.


Disisi lain, Hae Ra yang sedang melangkah menuju ruangan kepala HRD masih merasa khawatir akan masalah PHK.


"Hae Ra!" Panggilan suara kepala HRD membuat Hae Ra langsung menatap kearah lelaki paruh baya itu.


Hae Ra mempercepat langkahnya menghampiri kepala HRD yang tengah berdiri tepat di sebelah ruangan HRD.


Setibanya di hadapan kepala HRD itu Hae Ra dengan cepat membungkuk takzim.


"Ada apa Bapak memanggil saya?" Tanya Hae Ra penasaran "Apa saya membuat kesalahan, Pak?" Lanjutnya.


Kepala HRD menggeleng menjawab pertanyaan dari Hae Ra "Apa kau tahu kalau hotel kita akan di akuisisi oleh Tuan Seon Ho Kim?" Tanya kepala HRD itu, Hae Ra pun mengangguk menjawab pertanyaan itu.


Dengan penuh harap kepala HRD memegangin pundak Hae Ra, tatapan lelaki paruh baya itu terlihat tajam menatap kearah Hae Ra "Dengarkan aku, Hae Ra" Ucapnya "Di dalam ruangan ku saat ini ada Tuan Seon Ho, dia ingin bertemu dengan mu, jika kau ingin terus bekerja disini sebaiknya kau berikap baik dan ramah padanya, layani dia sebaik mungkin, Kau mengerti?" Hae Ra pun mengangguk tanda mengerti.


"Baik, sekarang masuklah" Ucap kepala HRD itu seraya mendorong Hae Ra masuk ke ruangan HRD.


Setelah masuk keruangan HRD, Hae Ra kini melangkah menuju satu ruangan yang bertuliskan Kepala HRD, meski tampak ragu-ragu namun Hae Ra tetap melangkah karena ia tak mau kehilangan pekerjaannya.


Di dalam ruangan HRD Seon Ho yang tampak tak sabaran sesekali memainkan Vas bunga yang ada di atas meja, sebelum kemudian suara ketukan pintu mengejutkannya.


Mendapati sosok Hae Ra berdiri tepat di dekatnya membuat Seon Ho maupun Halan langsung terkejut, terutama Halan karena dia menyangka Hae Ra hanyalah gadis dari imajinasi Seon Ho belakang dan begitu melihat Hae Ra betul-betul berdiri dihadapnya membuat dirinya merasa takjub, wajah Hae Ra persis sama pada foto yang memenuhi dinding suatu ruangan kosong yang ada dikediaman milik Seon Ho.


Lain halnya dengan Halan yang begitu takjub dan nampak tak percaya, Seon Ho justru terlihat terpesona dan telah terpukau pada sosok gadis yang berdiri di hadapanya itu.


Hae Ra merasa aneh akan situasi yang dialaminya itu, karena hampir dua menit lamanya dia berdiri kedua lelaki yang ada di ruangan itu sama sekali belum bersuara.


Dengan sedikit keberanian Hae Ra pun akhirnya mengangkat kepalanya dia kini dengan berani meski masih takut untuk menapat Seon Ho dan juga Halan.


"Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Hae Ra dengan nada lembut, mendengar itu membuat Seon Ho langsung tersenyum haru karena akhirnya dia menemukan sosok gadis yang selama ini dicarinya.


"Tuan?" Panggil Hae Ra kembali namun Seon Ho tak merespon.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Lagi-lagi Hae Ra bertanya.


"Tidak ada?" Jawab Seon Ho spontan sembari terus memandangi sosok Hae Ra, hal itu bahkan membuat Hae Ra risih.


Halan yang menyadari ketidak nyamanan Hae Ra langsung berbisik kearah Seon Ho "Berhenti menatapnya, kau membuatnya merasa tak nyaman"

__ADS_1


Seon Ho tak menggubris ucapan Halan ia yang masih menatap Hae Ra tajampun berkata "Tutup mulut mu, dan pergilah dari sini"


"Tapi_" Mendengar kalimat tapi dari Halan membuat Seon Ho langsung memberikan tatapan tajam yang mematikan pada orang kepercayaannya itu.


"Cepat pergilah" Gumam Seon Ho, Halan pun dengan berat hati melangkah meninggalkan ruangan itu.


"Duduklah!" Ucap Seon Ho pada Hae Ra setelah kepergian Halan.


meski ragu dan takut Hae Ra pun mengikuti printah Seon Ho.


Seon Ho sesekali tersenyum begitu tatapanya beradu pandang dengan Hae Ra, mata lelaki itu bahkan tak ingin melepas sosok Hae Ra dari pandanganya.


Hae Ra merasa risih dengan situasi itu, dia mengetahui dari tadi Seon Ho hanya memandanginya.


"Maaf sebelumnya Tuan, boleh saya tahu alasan anda memanggil saya?" Tanya Hae Ra memberanikan diri.


"Aku memanggil mu karena ingin bertemu dengan mu" Jawab Seon Ho santai sembari tetap menatap kearah Hae Ra.


"Apa anda membutuhkan bantuan saya?" Tanya Hae Ra kembali.


"Tidak, kau hanya cukup berada di samping ku itu sudah cukup membantu ku" Jawab Seon Ho, mendengar jawaban itu membuat Hae Ra mulai merasa kesal, terlebih dia harus berdiam diri dalam ruangan cukup lama tanpa melakukan apapun, padahal di luar sana kerjaanya masih sangat banyak menumpuk.


"Maaf sebelumnya Tuan, jika anda tak bembutuhkan apapun maka saya permisi ingin kembali bekerja" Ucap Hae Ra seraya beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.


"Jika kau pergi meninggalkan ku sekarang maka akan ku patahkan kaki mu" Ancam Seon Ho membuat Hae Ra langsung menghentikan langkahnya, Hae Ra berhenti bukan karena takut akan ucapan Seon Ho tapi karena dia merasa kesal.


Hae Ra berbalik menatap kearah Seon Ho yang masih duduk diatas sofa "Kalau begitu cobalah" Jawab Hae Ra kemudian melangkah dengan percaya diri meninggalkan ruangan.


Sementara Seon Ho hanya tersenyum melihat kepergian Hae Ra "Kau telah betul-betul membuatku tergila-gila, Hae Ra" Gumam Seon Ho.


Seon Ho melangkah keluar meninggalkan ruangan, melihat sosok Seon Ho keluar membuat Halan langsung segera menghampirinya.


"Apa yang terjadi, Tuan?, aku melihat Nona Hae Ra keluar dengan wajah jengkel" Tanya Halan.


Seon Ho tak menjawab pertanyaan Halan dia menatap lelaki itu dan berkata "Ayo!, kita ambil alih hotel ini" ajak Seon Ho.


Melihat Seon Ho yang bersemangat membuat Halan lagi-lagi menaruh rasa iba dan kasihan pada Hae Ra.


"Nasib mu terlalu sial, Nona" Gumam Halan.

__ADS_1


Bersambung!...


__ADS_2