Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Seon Ho
Episode 12


__ADS_3

Hae Ra yang duduk di atas tempat tidurnya tiba-tiba bergedik ngeri begitu mengingat kembali perlakuan Seon Ho pada dirinya.


"Lelaki itu bukan setengah gila tapi sepenuhnya gila" Ucap Hae Ra "Sebenarnya apa yang terjadi 5 tahun lalu?" Lanjutnya bergumam seakan ada orang yang akan menjawan pertanyaanya.


"Rapi juga keliatanya betul-betul marah" Lagi-lagi gadis berponi itu hanya bergumam sendiri, suara ponsel pintar milik Hae Ra yang tiba-tiba gergetar membuat gadis itu sedikit terlonjak kaget, tangan Hae Ra bergerak meraih ponselnya kali ini dia betul-betul mengamati nama yang tertera di ponsel pintarnya 'Rapi sahabat ku' itulah nama yang tertera, dengan segera Hae Ra langsung menjawab panggilan telpon itu.


"Hallo?" Ucap Hae Ra menjawab telpon.


"Kau betul-betul akan pindah?" Tanya Rapi dengan nada sedih.


"Hhm!" Jawab Hae Ra, untuk menghindari sang Ibu, Hae Ra memang harus pindah karena jika tidak Hae Ra sangat yakin sang Ibu akan terus mengusiknya jadi satu-satunya jalan Hae Ra memang harus pindah.


"Lalu bagaimana dengan rumah mu?" Lagi-lagi Rapi hanya memberikan pertanyaan.


"Aku akan menyewakanya" Jawan Hae Ra yakin.


"Sudah mendapatkan penyewa?"


"Belum" Sambar Hae Ra.


"Kalau begitu aku akan membantu mencarikan penyewa" Ucapan Rapi spontan membuat Hae Ra tersenyum lega.


"Berarti kau tak marah pada ku lagi?" Tanya Hae Ra.


"Hhm!" Balas Rapi semakin membuat Hae Ra bahagia "Ingat kau harus sering menghubungi ku" Lanjut Rapi.


"Tentu saja" Sambar gadis berponi itu dengan semangat.


"Dua hari lagi Nenek akan pergi ke desa lebih dulu, sementara aku akan bertahan disini sampai ada penyewa rumah" Jelas Hae Ra akan rencananya.


"Sudah selsai membereskan barang-barang?"

__ADS_1


"Sudah, tapi hanya barang-barang yang kecil, berupa baju, buku, dan perabotan kecil yang lain" Jawan Hae Ra.


"besok sepulang kerja aku akan membantu ku membereskan barang-barang" Hae Ra lagi-lagi hanya tersenyum, memang Rapi selalu bisa diandalkan.


"Tapi nada suara mu masih terdengar dingin, aku yakin kau pasti masih marah"


Rapi yang kala itu ada di dalam kamarnya hanya mendesah berat "Aku bukanya marah Hae Ra, aku hanya kecewa" Ucapnya lemah "Sebaiknya kau istirahat, kau pasti masih banyak pekerjaan besok" Lanjut Rapi.


"Hhm.. Selamat malam" Balas Hae Ra sembari mengakhiri panggilan telponnya.


________


Rapi melangkah menuju ruangan CEO hotelnya dengan wajah yang sangat marah, ia menerobos masuk ke ruangan Seon Ho selaku CEO tanpa mempedulikan sekretaris umum yang melarangnya masuk.


Seon Ho yang saat itu terduduk di kursi kebesaranya selaku CEO langsung segera menoleh kearah pintu yang kini sudah terdapat Rapi berdiri di ikuti oleh sekretaris umumnya.


Wanita awal tiga puluhan tahun itu membungkuk dengan wajah panik "Maafkan saya pak, Saya sudah berusaha untuk_"


Seon Ho berdiri kemudian berjalan menghampiri Rapi yang tengah berdiri memandangnya dengan tatapan benci.


Begitu Seon Ho ada di hadapanya tangan Rapi spontan dengan cepat menarik kerah baju milik Seon Ho.


"Apa maksud mu dengan memanfaatkan Ibu dari Hae Ra?" Ucap Rapi.


Seon Ho yang masih terlihat santai dengan sekali sentakan menepis tangan Rapi yang ada di kerah bajunya hingga terlepas.


"Tingkah mu sangat berlebihan untuk seorang sahabat, Rapi" Ucap Seon Ho "Apa kau menyukai, Hae Ra"


"Tidak" Sambar Rapi cepat.


Kini giliran Seon Ho yang menatap tajam kearah Rapi "Jika kau hanya menganggapnya sahabat maka bertindaklah sebagai mana semestinya seorang sahabat, jangan berlebihan. Ketahui posisi mu yang hanya seorang sahabat" Ucap Seon Ho.

__ADS_1


"Aku menyukai dan mencintai Hae Ra, jadi bagaimanapun aku akan menjadikan Hae Ra milik ku meski harus menggunakan cara licik sekalipun"


Mendengar ucapan Seon Ho, Rapi pun naik pitam spontan lelaki yang telah dikuasai amarah itu langsung melayangkan tinjunya kearah Seon Ho.


"Kau benar-benar lelaki gila" Ucap Rapi yang hanya dibalas dengan tawa renyah milik Seon Ho.


Seon Ho menatap Rapi dengan tatapan merendakan "Dari dulu aku selalu mendapatkan apapun yang ku inginkan, dan untuk Hae Ra bagaimanapun aku akan mendapatkanya"


Lagi-lagi Rapi naik pita mendengar ucapan Seon Ho dengan kesal ia kembali melayangkan tinjunya kearah Seon Ho namun kali ini Seon Ho dengan muda menepis serangan dari Rapi.


"Jangan memaksa ku kehilangan kesabaran ku, kau mengerti" Ucap Seon Ho "Sebaiknya kau pergi sekarang" Lanjut lelaki pemilik lesung pipit itu.


Dengan kesal Rapi pun melangkah pergi meninggalkan ruangan Seon Ho "Ternyata keputusan Hae Ra untuk pindah benar-benar bagus" Gumam Rapi.


Sampai di loby, Rapi melihat sosok Nyonya Rena "Mau apa lagi siluman rubah itu?"


Rapi menghampiri Nyonya Rena "Apa yang anda lakukan disini?" Tanya Rapi, namun Nyonya Rena tak menggubris


"Anda betul-betul tidak tahu malu" Ucap Rapi.


"Apa pun yang ku lakukan, bukan urusan mu ini urusan antara aku dan putri ku" Balas Nyonya Rena membuat Rapi langsung tertawa.


"Putri mu?" Seru Rapi "Kau tidak layak disebut sebagai seorang Ibu. Kau meninggalkan Hae Ra, dan tak mengakui Hae Ra sebagai anak mu, kini kau muncul ingin menjual Hae Ra pada lelaki segila Seon Ho Kim. Ibu macam apa diri mu?, ku mohon jangan mengotori kata suci seperti ibu dengan menyebut diri mu seorang ibu" Ucap Rapi kemudian berlalu pergi meninggalkan Nyonya Rena yang kini telah menjadi pusat perhatian semua orang.


Semua orang yang mendengar percakapan Rapi dan Nyonya Rena langsung menatap sinis kearah Nyonya Rena.


"Tega sekali dia" terdengar perkataan beberapa orang yang ada di loby hotel sekaligus menatap sinis kearah Nyonya Rena.


Nyonya Rena terdiam, dia mengabaikan setiap gunjingan yang di dapatnya dari orang yang ada di loby, bagi wanita paruh baya itu sekarang yang terpenting baginya adalah membujuk Hae Ra agar mau menikah dengan Seon Ho, dia sama sekali tak memikirkan perkataan orang.


Bersambung!....

__ADS_1


__ADS_2