Terpaksa Menjadi Istri Simpanan

Terpaksa Menjadi Istri Simpanan
Bab 31


__ADS_3

"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu terlihat seperti orang yang sedang bingung?" tanya Boy yang mendapat gelengan kecil dari Viola.


"Tidak. Aku tidak apa-apa!" jawab Viola. 'Sebaiknya, aku tidak perlu memberitahukan semua ini ke Kak Boy. Aku takut, Kak Boy berbicara dengan Kak Davien dan akan menimbulkan masalah baru untuk Kak Li!' batin Viola.


"Kau yakin, kalau kau tidak apa-apa, Nona? Saya tidak mau, anda merasakan sakit atau keluhan lainnya."


"Aku tidak apa-apa, Kak. Aku hanya heran dengan kedekatan Kak Davien juga Kak li,"


"Tidak perlu heran karena mereka sepasang suami istri." jawab Boy keceplosan.


"Apa!" pekik Viola syok. "Suami istri?" sambungnya lagi.


"Bu-bukan begitu, tapi--"


"Jawab pertanyaanku dengan jujur." ketus Viola. "Kak Davien sudah mempunyai istri tapi kenapa kak Boy mengatakan kalau kak Li istri dari Kak Davien! Jawab dengan jujur, kak!" pekik Viola.


"Kau salah paham, Nona."


"Salah paham bagaimana? Jelas-jelas aku mendengar semuanya! Sekarang, aku mau bicara dengan mereka berdua!" ketusnya lagi.


"Bicara dengan siapa?" tanya Boy.


"Siapa lagi kalau bukan Kak Davien dan Kak Li! Cepat!" pekiknya dan semua itu terdengar sampai telinga Citra.


Brak!


Pintu ruangan di buka paksa.


Boy terkejut saat melihat istri pertama Tuan nya.


"Nyonya, kenapa anda bisa--"


"Cepat jelaskan apa yang dikatakan wanita penyakitan itu!" titah Citra.


"I-ibu!" lirih Viola, "Bukankah ibu ini istri dari--"

__ADS_1


"Iya, aku istri dari Davien! Dan aku mau penjelasan dari kamu, Boy!" ketus Citra.


"Maafkan saya, tapi saya tidak bisa menjelaskan yang sesungguhnya karena ini bukan wewenang saya." jawab Boy menundukkan kepalanya. 'Aduh, bagaimana ini! Rahasia Tuan Davien sudah terbongkar! Bisa-bisa aku di bunuh olehnya' batinnya ketakutan.


Citra berjalan keluar ruangan dan melihat ponselnya. "Ternyata titik mas Davien sudah berubah. Dia berjalan menuju rumah." gumamnya.


Citra berlari menuju mobilnya dan mengendarai mobilnya sesuai petunjuk di ponselnya.


Di sisi lain, Davien menghentikan mobilnya di depan rumah baru Liana.


"Ayo masuk!" ucapnya membuat Liana berjalan mengekor di belakang suaminya.


"Mas, bagaimana dengan Mba Citra?" tanya Liana.


"Tidak perlu mengkhawatirkan dia! Ini waktu kita!"


"Tapi kenapa firasatku tidak enak ya, Mas? Apa .aku terjadi sesuatu?" gumamnya.


"Hanya feeling, belum tentu benar!" jawab Davien menjatuhkan pantatnya di sofa.


Karena pintu rumah terbuka, Citra dengan leluasa masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat suaminya yang sedang duduk di sofa.


"Mas!" pekik citra membuat Davien dan Liana terkejut. "Apa yang kalian lakukan di sini, ha!"


Davien tersenyum, "Semua ini salah paham, sayang!" jawabnya.


"Salah paham bagaimana? Jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Dan aku sempat mendengar dari wanita penyakitan itu kalau kamu menikah dengan wanita miskin ini. Apa yang dikatakan semuanya benar, Mas? Kamu sudah menikah lagi di belakangku?"


"Wanita penyakitan? Apa jangan-jangan yang di maksud mbak Citra itu viola, adikku?" gumam Liana. "Itu artinya, Viola sudah tahu?" sambungnya lagi.


"Kak!" panggil gadis kecil yang baru saja datang mengunakan kursi roda.


"Viola? Kenapa kamu di sini, Hem? Seharusnya kamu di rumah sakit?" tanya Liana berlari menghampiri adiknya.


"Jangan dekat-dekat denganku sebelum kakak menjawab pertanyaan istri Kak Davien dengan jujur! Apa benar, kakak menikah diam-diam dengan Kak Davien!" ketus Viola.

__ADS_1


"Itu ti--"


"Semuanya benar." jawab Davien tiba-tiba yang membuat syok semua orang di rumah.


'Kenapa Mas Davien membocorkan semuanya?' batin Liana.


"Aku sudah menikah dengan Liana. Awalnya, aku menikahinya karena anak, tapi setelah seiring berjalannya waktu, aku bisa melihat sikap aslimu, Citra. Kau berselingkuh di belakangku. Dan aku tidak menyukai perselingkuhan. Jadi, aku memutuskan untuk menceraikanmu!" ucap Davien tegas.


"Kamu tidak bisa menceraikanku, Mas!" pekik Citra. "Karena wanita ini kamu menceraikanku?" sambungnya lagi.


"Kamu berselingkuh. Untuk apa aku mempertahankan pernikahanku denganmu, ha!" ketus Davien.


"Awas saja! Aku akan membalas kalian!" ketus Citra berjalan keluar rumah.


"Vi," panggil Liana. "Maafkan kakak, kakak terpaksa karena--"


"Karena aku, kak?" tanya Viola.


"Maafkan kakak, ya!"


"Kakak tidak perlu meminta maaf, semua ini salahku. Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku minta maaf ya, kak!" ucapnya lirih. "Aku merestui pernikahan kakak dan Kak Davien." sambungnya lagi.


"Kakak janji akan menjaga kakakmu dengan baik." ujar Davien.


"Aku pegang janji Kakak, ya! Jangan buat Kak Li menangis. Aku ingin melihatnya bahagia." jawab Viola.


"Aku janji," ucap Davien.


Liana tersenyum. "Makasih, Mas."


"Kita buka lembaran baru di sini." ucap Davien menarik Liana ke dalam pelukan.


"Iya!" jawab Liana membalas pelukan suaminya.


...Tamat........

__ADS_1


__ADS_2