The Bloods Of Seven Nobles : Hidden Civilization

The Bloods Of Seven Nobles : Hidden Civilization
Hari yang melelahkan


__ADS_3

"Bbbrraaaakkkk!!!!!......kurang ajar, berani-beraninya aku dipermalukan di depan para dewan" bentak pangeran Surayya sembari marah-marah. "Tenangkan dirimu putraku!!...jangan sampai terdengar ke luar ruangan ini"kata selir Noor. "Kenapa selalu Putri Mahacharya!!...dia hanya seorang wanita, bisa apa dia..kenapa ayahanda malah memilihnya sebagai putri mahkota!!" ujarnya dengan kesal. "kamu tenang saja putraku, ibu punya rencana yang bagus, kita akan segera menyingkirkannya sebelum hari pernikahannya dengan pangeran Su-Shino dari kerajaan Timur" jawab selir Noor dengan seringai jahatnya. "Lalu apa rencana Ibu?" tanya pangeran. "Kamu tahu kan, 3 aliansi kerajaan berusaha memberontak?, tpi sebelum itu ibu punya rencana lain yang bisa menghancurkan kerajaan Tamoor ini dari dalam, kerajaan akan hancur jika raja sendiri dalam keadaan lemah. Tidak lama lagi, kita bisa membalaskan dendam kakekmu!! dan kamu bisa naik tahta" kata selir Noor dengan kebencian yang menyala-nyala. "Ibu memang hebat, sebentar lagi aku bisa melihat Mahacharya mengemis nyawa pada kita hahahahahaha" kata pangeran Surayya dengan sombongnya.

__ADS_1


Di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik sedang berbincang-bincang dengan kedua dayangnya. yaaa wanita cantik itu adalah putri Mahacharya yang sedang merawat rambut indahnya ditemani dayang-dayang setianya. Ditemani kicauan burung, dengan pemandangan pepohonan yang rindang dan hijau. Ruangan yang bernuansa keemasan dengan gordin-gordin sutra berwarna serba hijau muda dan salem, melambai-lambai diterpa angin, di dinding ruangan ini terdapat beberapa senjata, pedang dan busur panah yang biasa putri gunakan untuk latihan berperang, kotak perhiasan di atas meja rias dan di dekat tempat tidur putri terdapat kaca yang besar yang biasa digunakan putri untuk menangkap bayangan matahari terbenam agar ruangan sang putri penuh dengan cahaya keemasan. di sebelah Timur tak jauh tempat tidur putri terdapat meja yang dilengkapi dengan buku dan literarur kuno lainnya dan satu kursi yang biasa putri pakai untuk belajar, yaaa sang putri tidak hanya cantik tetapi juga ahli berperang dan yang lebih mengesankan adalah seorang yang terpelajar dan cerdas.

__ADS_1


"Putri....harus sering dandan cantik, merawat diri pakai lulur yang wangi, khan sebentar lagi menjadi permaisuri pangeran Shu-Sino hihihihi" Canda Inoi. Dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah sedih "Aku tak pernah menginginkan pernikahan ini, aku hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku cintai" kata putri dengan berkaca-kaca. "Putri anda harus menikah dengan pangeran dari Timur, ini demi kerajaan dan rakyat. Anda harus melindungi kejayaan kerajaan Tamoor di benua Mu ini dan Anda tau kan aliansi 3 kerajaan memiliki rencana pemberontakan, salah satunya adalah kerajaan selir Noor, anda harus hati-hati dengan selir ular itu"kata Mubai. "Politik lagi....jika seandainya boleh memilih, aku akan lebih memilih lahir sebagai rakyat jelata bukan sebagai anggota kerajaan" jawab putri dengan perasaan sedihnya. "Tapi putri setiap takdir membawa jalan bagi manusia yang terlahir di dunia ini. Dewa telah mempercayakan kepada anda tugas ini, karena dewa menganggap anda mampu. Peradaban kita harus dikenal sampai anak cucu, tidak boleh sampai lenyap, agar mereka yang hidup setelah kita mengenal siapa nenek moyangnya" kata Inoi lagi. "Putri...tiga hari lagi adalah pernikahan anda dengan pangeran Shu-Sino, pernikahan ini harus terjadi, anda harus memiliki keturunan untuk meneruskan kejayaan peradaban. Bersamaan dengan itu kuil akan selesai dan kalian akan menikah disana"timpal mubai. "Apapun yang terjadi kami berdua akan melindungi putri dalam keadaan apapun. Kami akan setia sampai mati" kata mereka berdua. Dengan terharu sanf putri langsung memeluk dengan air mata yang tiba-tiba menetes ke pipi sang putri.

__ADS_1


__ADS_2