The Bloods Of Seven Nobles : Hidden Civilization

The Bloods Of Seven Nobles : Hidden Civilization
Petunjuk


__ADS_3

Siang hari di TKP (Tempat Kejadian Perkara)


Mayat Profesor ditemukan pertama kali oleh seorang tukang kebun Balai Arkeologi pada pukul 05.00 pagi, si tukang kebun curiga karena tidak biasanya ruangan profesor begitu sunyi dan kedaan lampu masih menyala, karena pada jam segitu tukang kebun sudah mendapati ruangan kerja profesor sudah dalam keadaan kosong dan lampu dimatikan. Setelah menemukan jasad profesor yang bersimbah darah tukang kebun segera berlari ke ruang tengah menelepon kepala Balai Arkeologi dan segera menghubungi pihak kepolisian atas ijin kepala Balai. Sudah 6 jam jasad belum juga di evakuasi, nampak seorang lelaki muda sedang mengamati jasad tanpa berani menyentuhnya, sedangkan dia pun juga seperti sedang menunggu kedatangan tim lain dan para penyidiknya.


"Lapor inspektur...sementara ini kami belum menemukan bukti-bukti lainnya kecuali berapa jejak kaki di lorong bagian belakang ruang ini" kata seorang penyidik.


"Selain itu apalagi yang kamu temukan?, mungkin senjata yang digunakan oleh pelaku?" tanyanya.


"Belum pak...selain laptop dan beberapa posisi benda-benda ini yang tampak sedikit aneh, kami pun tidak menemukan jejak berupa sidik jari atau rambut sehelai pun yang tertinggal di sekitaran jasad, sepertinya ini memang sudah direncanakan dengan matang" kata salh satu penyidik.


Inspektur muda itu nampak masih mengamati sesuatu di ruangan tersebut, dari mulai posisi benda-benda yang jatuh, dia menyimpulkan bahwa tidak adanya perlawanan oleh korban pada pelaku, karena sepertinya barang-barang tersebut memang jatuh dengan sendirinya ketika tersenggol oleh profesor, sepertinya korban sudah tahu bahwa akan ada rencana pembunuhan pada dirinya.


Tiga puluh menit Iptu mengamati artefak-artefak yang berserakan tersebut, matanya tertuju pada salah satu benda yang berbentuk seperti kujang, yaaa memang mata Iptu ini pantas dijuluki sebagai mata elang karena ketepatannya dalam mengamati sesuatu yang orang lain pun sering terlewat.


Segera diambilnya benda tersebut menggunakan kain dan di amatinya sekali lagi, "Sepertinya titik ini adalah darah, hanya saja warnanya agak pekat tidak seperti darah korban" gumamnya.


"Ardi cepat bawakan aku plastik untuk menyimpan benda ini dan segera bawa ke laboratorium untuk diperiksa, aku mau hasilnya sore ini juga, jangan lupa juga bawakan sample darah korban dan cocokkan di laboratorium" katanya kepada bawahannya.


Dia adalah Iptu Dany Hargantara, seorang perwira muda berusia tigapuluhan berpangkat Inspektur Satu dari divisi kriminal khusus. Seorang perwira yang sangat jeli dalam pengamatan, tak ayal dia akan segera di promosikan oleh atasannya naik pangkat karena kemampuannya tersebut. Dengan perawakan tinggi dan postur tubuh sedang, rambut ikal hitam pekat dan alis yang cukup tebal membuatnya nampak berwibawa, bahkan ketika dia berjalan pun bawahannya akan menjadi segan.


Sebuah mobil kepolisian warna oranye tiba di lokasi ketika matahari mulai naik sejajar diatas kepala. Dari mobil turun petugas dengan pakaian berbeda dari polisi yang berjaga. Mereka mengenakan kaos polo biru bertuliskan slogan Interpol 'Turn Back Crime'.nya.


Empat orang yang baru datang itu bergegas menuju ruangan tempat ditemukannya jasad. Merekalah yang dinanti-nanti sejak tadi. Keempat petugas ini dalam waktu singkat mengeluarkan pelbagai piranti. Mulai dari kamera, mistar, kantong plastik, hingga pinset. Mereka semua mengenakan sarung tangan khusus, kemudian memasang garis polisi warna kuning yang kesohor itu. Selama bekerja, mereka irit bicara.


Setelah melakukan pengamatan tampak salah satu dari mereka menghampiri Iptu Dany dan kelihatan sedang berbincang dengan serius.


 


Di Sebuah kamar kos


Sejak dari tadi aku berkutat dengan laptopku, berusaha membuka email yang aahh sialnya aku lupa pasword. Duuhh pekerjaan yang sangat membosankan pikirku. Setelah utak-atik sana-sini akhirnya aku sudah bisa menemukan pasword emailku. Segeralah kubuka dan kulihat satu-persatu inbox, berharap mungkin ada email yang dikirim oleh profesor yang belum sempat aku buka. Setelah mengamati sana-sini hanya email-email iklan saja yang tampak sampai ratusan, tapi aku ga mau menyerah, aku pasti menemukan sesuatu. Setelah beberapa saat mencari, rasanya aku pusing dan tenggorokanku tercekat,

__ADS_1


aku menemukan satu email yang baru dan belum terbuka, kulihat dengan seksama tertanggal 24 Juni 2020, pukul 13.05 dini hari, kembali aku dibuat ternganga, bukankah ini adalah malam ketika profesor terbunuh, pasti ada sesuatu sampai profesor harus mengirim email dini hari sebelum dia terbunuh beberapa menit. Segera kubuka email itu dan langsung terpampang tulisan dalam email itu :


**                                                                 "IBU DEWI"**


Aku sangat kaget, hanya ini saja kah yang diketik oleh profesor?, ini bukanlah lelucon, hanya saja aku tidak habis pikir kenapa profesor hanya kirim email dengan kata-kata yang singkat seperti ini. Apakah emailnya belum tuntas, itu tidak mungkin, berbagai macam pemikiran terlintas di dalam otakku yang membuatku semakin pusing.


"Aku harus menemukan teka-teki ini" kataku sendiri.


Segera aku mengemasi baju-baju yang tergeletak ditas ranjang dan memasukkannya ke dalam koper, serta memasukkan beberapa barang yang dirasa penting ke dalam ransel. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menemukan petunjuak apa yang ingin disampaikan oleh profesor.


"....(Ringtone Hp berbunyi)....Hallo jani...besok tunggu aku ya jangan ditinggal loh...jam 5 pagi kita bertemu di stasiun ya" suara Sonia di seberang.


"Iya aku tunggu tapi jangan molor....dan jangan lupa bawa barang yang perlu aja karna kita bukan mau piknik non..." jawabku sambil cekikikan.


"Iya tau ....aku cuma bawa 2 koper, 1 ransel sama 1 tas jinjing....daaaa sampai ketemu besok ya bestfriend ku, aku mau tidur dulu biar besok ga telat" katanya sambil menutup telpon


"Dasar kamu ya...." jawabku sambil setengah jengkel dan mengelus dada.


 


Beberapa jam kemudian


Aku sudah di stasiun kurang lebih 15 menit, tapi Sonia belum juga muncul batang hidungnya. Sedangkan keret sudah datang..


"Duhhh...dimana sih anak ini" gelisahku.


Tapi tiba-tiba kulihat dari kejauhan sesosok wanita berlari-larian menuju ke arahku, setelah kuamati ......


"Hosh...hosh...hosh....jani..maaf neh aku agak telat" katanya sambil menyeringai.


"Yaa..yaaa...tuan putri...bukannya kemarin malam tidurnya lebih dulu ya" kataku.

__ADS_1


"hehehehehe" Sonia hanya meringis malu.


beberapa saat kemudian terdengar pemberitahuan bahwa kereta Mutiara Selatan dengan tujuan Bandung akan segera berangkat. Segeralah aku dan Sonia bergegas naik dan mencari tempat duduk sesuai yang tertera pada tiket. Setelah mendapat tempat duduk kami segera menata barang bawaan di bagasi atas. Tiba-tiba pikiranku kembali melayang dan mengingat isi email tadi malam.


"Jan..Jani..kenapa melamun sih...ntar kesambet loh" kata Sonia sambil menggoyangkan badanku.


"Hehehehe...ga lah Son, aku cuma memikirkan isi email profesor tadi malam" jawabku


"Serius kamu jani???" tanya Sonia setengah kaget.


"Mana coba lihat mana emailnya?" tanya Sonia lagi.


Aku segera membuka email dari ponsel dan menunjukkan kepada Sonia. "Apa kamu tau maksudnya profesor Son?" tanyaku.


"Mana aku tahu Jani...mungkin saja ini berhubungan dengan mitologi, khan pasti petunjuk profesor tidak jauh-jauh dari hal-hal semacam itu" jawab Sonia.


"Yaa aku juga berpikir seperti itu..tapi yang dimaksud "IBU DEWI" oleh profesor ini siapa?...ada banyak dewi di dalam mitologi. Dewi Durga, Mahakali, Laksmi, Saraswati dalam mitologi Hindhu, Dewi Freya dalam mitologi Nordic, dewi fortuna, artemis, aphrodit, athena dalam mitologi Yunani dan romawi, dewi kwam im dalam budaya konfusius, serta dewi isis, bastet dalam mitologi mesir...trus dewi yang mana?" tanyaku dengan putus asa.


"Okey..okey..tenang dulu Jani kita nikmati dulu perjalanan kita" kata Sonia.


"Huufttttt...kamu benar Son, aku juga masih ngantuk karna tadi malam ga bisa tidur" kataku.


Dalam perjalan di dalam kereta pikiranku tidak bisa tenang tapi ku berharap segera sampai ke Bandung dan menemukan jawaban.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2