The Champion

The Champion
Bab 14


__ADS_3

Fidelis sudah sampai di gedung. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kali ini Fidelis hanya berangkat sendirian, tidak ditemani oleh Andrea.


*Tadi pagi*


"Dea, bangun yuk. Udah siang ni."


"Hm."


"Perut lu masih sakit ya?"


"Iya."


"Ya udah. Lu tidur aja ya biar sembuh. Gw berangkat sendiri aja."


"Serius, emang gapapa?"


"Iya gapapa. Nanti makan siang ada yang anter ya."


"Iya, makasih ya Fid." 😊


"Iya, sama-sama. Gw berangkat dulu ya."


"Ok. Menang ya hari ini.!"


"Sip!"

__ADS_1


Akhirnya Fidelis pun berangkat sendiri. Ia tidak tega terhadap Andrea. Walaupun itu wajar, namun tetap saja perutnya sedang sakit.


Fidelis mendapat jadwal bertanding jam 2 siang. Sehingga dari jam 09.00-12.00 Fidelis menemani Andrea di hotel. Bahkan tadi sempat menyuapi Andrea makan siang, karena Andrea tidak mau makan.


Sekarang sudah pukul 13.30, sebentar lagi Fidelis akan bertanding melawan Kenneth dari PB Abdi Jaya. PB Abdi Jaya terletak di Malang, Jawa Timur. Sedangkan PB Raya, club Fidelis terletak di Jakarta Barat.


......


......


......


Tidak lama kemudian, nama Fidelis dipanggil oleh panitia untuk segera bertanding melawan Kenneth.


"Di sebelah kiri saya, Fidelis dari PB Raya. Dan di sebelah kanan saya, Kenneth dari PB Abdi Jaya. Kosong-kosong, Mulai!."


Pertandingan dimulai dengan servis dari Kenneth kepada Fidelis. Interval set 1 diungguli oleh Kenneth dengan skor 8-11. Namun Fidelis melihat ada satu orang yang Janggal.


Andrea, Fidelis melihat Andrea di kursi pelatih. Seharusnya Andrea sedang istirahat di hotel, namun mengapa sekarang ia ada di disini? ( Fidelis bertanya dalam hati )


Fidelis yang penasaran langsung menghampiri Andrea....


"Andrea, lu kok disini? Lu ga istirahat?"


"Udah istirahatnya, gw mau ngeliat lu main. Terus juga gw ga mau lu kalah gara-gara ga gua dampingin. Haha."

__ADS_1


"Haha, ya uda. Makasi ya udah bela-belain dateng kesini. Btw, perut lu masih sakit?"


"Masih, cuma udah mendingan, makanya gw berangkat kesini."


"Oo, ok."


Fidelis sudah dipanggil oleh wasit untuk segera memasuki lapangan, karena pertandingan akan segera dilanjutkan.


Akhirnya Fidelis menang di set 1 dengan skor 21-19 setelah berhasil menikung Kenneth dari 15-19 hingga 21-19. Fidelis berhasil mendapatkan 6 point beruntun tanpa melakukan kesalahan.


Interval set 2 berlangsung ketat, namun Fidelis memimpin 11-10. Setelah interval, permainan Kenneth mulai kembali, Fidelis bahkan sempat tertinggal 12-17.


Namun Fidelis segera membalikkan keadaan dan unggul kembali dengan skor 19-18. Skor lalu 19-19 dan 20-19, match point untuk Fidelis. Namun Kenneth berhasil menyamakan kedudukan.


Kenneth lalu berbalik unggul 20-21. Namun Fidelis mendapat point kembali sehingga skor menjadi 21-21. Pertarungan sengit antar keduanya tersaji, salah satunya adalah adu setting/jus seperti ini.


Tadi di poin 26-27Kenneth hampir saja menang setelah bola lob nya dinyatakan masuk oleh wasit. Namun panitia turnamen langsung menuju ke wasit dan menunjukkan bukti bahwa bola tersebut out, sehingga permainan masih dilanjukan.


Adu setting terus berlanjut hingga kedudukan 29-29. Skor maksimal adalah 30. Sehingga ini adalah poin death match. Dan smash dilancarkan oleh Fidelis mengarah kepada Kenneth.......


Apakah smash yang dilancarkan Fidelis berhasil menembus pertahanan Kenneth??


Next Episode guys........


Maaf ya guys kalo kurang bagus, author baru pertama kali buat. Jadi baru pemula. Mohon dimaklumi ya. Semoga kalian suka 😁😁😁❤❤

__ADS_1


__ADS_2