The Champion

The Champion
Bab 15


__ADS_3

Andrea yang melihat adanya adu setting/jus terlihat deg-degan. Apalagi setelah ternyata adu setting ini sudah mencapai maks dan harus death match.


Walaupun kalo kalah masih ada set 3, namun lebih baik jika bisa menyelesaikan 2 set langsung.


Smash kencang dari Fidelis masih berhasil ditahan oleh Kenneth, namun Fidelis langsung melancarkan sergapan di depan net. Sergapan itu pun berhasil, bola sergapan tipis di net dari Fidelis tidak dapat dikembalikan dengan baik oleh Kenneth.


Hal itu membuat Fidelis berhasil memenangkan pertandingan dengan straight game, 21-19 | 30-29 dengan waktu permainan hanya 20 menit.


Fidelis yang menang langsung menghampiri Andrea dan memeluknya sebentar, lalu ia kembali ke lapangan untuk bersalaman dengan Kenneth dan wasit.


Andrea yang dipeluk Fidelis kaget, mukanya langsung memerah malu. Jika Fidelis lebih lama memeluknya, maka bisa saja media langsung menyorot mereka.


Hal itu sangat berbahaya untuk karir Fidelis dan kehidupan Andrea sendiri. Karena sampai sekarang, walaupun mereka sudah resmi pacaran, namun hal itu masih dirahasiakan oleh mereka berdua.


Setelah pertandingan usai, Fidelis dan Andrea langsung menuju ke ruang ganti pemain untum Fidelis ganti baju dan segera pulang untuk istirahat.


Namun sebelum pulang, Fidelis mau melihat siapa lawan yang akan dihadapinya di babak semifinal. Tidak terasa Fidelis sudah mencapai babak semifinal di turnamen Bandung ini.

__ADS_1


Lawan Fidelis di babak semifinal adalah Eric dari PB Sukses. Fidelis dan Eric sudah 2× bertemu di turnamen resmi, dan 2× itu pun Fidelis harus menerima kekalahan.


Pertemuan pertama mereka di turnamen Yogyakarta tahun lalu, sedangkan pertemuan kedua mereka di turnamen Medan, yang diadakan 3 bulan yang lalu.


Di turnamen Yogyakarta, Fidelis kalah 2 set langsung dengan skor 17-21 | 15-21 di babak 2. Sedangkan di pertemuan kedua mereka, Fidelis kalah rubber game dengan skor 21-19 | 17-21 | 12-21 di babak semifinal.


Tentu pertandingan kali ini tidak akan mudah. Lebih sulit dibandingkan lawan-lawan yang dikalahkan di babak sebelumnya. Setau Fidelis, Eric adalah pemain ulet yang fokus pada permainan lob, lalu dia dropshot.


Smash dari Eric juga patut diwaspadai. Karena smash dari Eric juga lumayan kencang. Namun Fidelis tidak mau terlalu memikirkannya, Fidelis hanya ingin fokus pada pertandingan.


Selesai makan siang, mereka lalu langsung pulang ke hotel untuk istirahat. Karena match tadi walaupun hanya sebentar, tapi sangat menguras tenaga dan emosi.


Tiba-tiba saja Andrea bertanya kepada Fidelis,


"Fid, lu tadi napa tiba-tiba meluk gw?"


"Oh, gw seneng aja bisa menang. Tadi aja udah hampir kalah."

__ADS_1


"Oo, haha... Lain kali jangan peluk-peluk di tempat umum ya. Bahaya kalo ampe masuk koran."


"Wkwkwk, masuk koran gimana juga."


"Yaa, gitu lah pokoknya."


"Iya-iya. Besok-besok ga kayak gitu lagi. Maaf ya."


"Iya, gapapa. Yang penting jangan diulangin lagi."


"Iyaa."


Setelah pembicaraan singkat antara Fidelis dan Andrea. Fidelis langsung mandi untuk bersih-bersih dan Andrea langsung tidur karena ia perlu untuk beristirahat.


Selesai mandi, Fidelis melihat Andrea tidur di ranjang. Fidelis mencoba memegang dahi dari andrea. PANAS!!. Andrea demam tinggi!!!!!


Maaf ya guys kalo kurang bagus, author baru pertama kali buat. Jadi baru pemula. Mohon dimaklumi ya. Semoga kalian suka 😁😁😁❤❤

__ADS_1


__ADS_2