The Champion

The Champion
Episode 31


__ADS_3

Happy Reading ya guyssss 🤗😁😄


(Pak Pandi)


Kalau marah, ya dulu saya sempat marah. Setelah kamu memaksa pergi dari klub. Banyak pelatih dan pemain yang ikutin jejak kamu...


(Fidelis)


Jadi maksud bapak sekarang klub sepi pak?


(Pak Pandi)


Sabar, saya belum selesai cerita.


(Fidelis)


Ooh, maaf pak


(Pak Pandi)


Oke saya lanjutkan. Ya di kalo dibilang sepi engga sih. Cuman memang berkurang saja muridnya.


(Fidelis)


Dampak terbesarnya??


(Pak Pandi)


Peringkat klub turun drastis.... Kamu ingat ga terakhir kali sebelum kamu pergi kita ada di peringkat berapa?!


(Fidelis)


Seingat saya 10 besar waktu itu. Tepatnya di peringkat 8..


(Pak Pandi)


Yap betul sekali. Namun ga lama setelah kamu pergi, peringkat klub kita turun drastis.


(Fidelis)


Bagaimana bisa pak? Secara kan masih banyak anak-anak berbakat di klub kita.


(Pak Pandi)


Ya, memang banyak. Tetapi seperti yang saya bilang tadi, setelah kamu pergi, banyak pemain bagus yang ikut pergi juga.


(Fidelis)


Apakah sebanyak itu pak?


(Pak Pandi)

__ADS_1


Sebenarnya tidak banyak. Mungkin hanya 30% dari murid bagus kita yang keluar.


(Fidelis)


Lalu mengapa bisa turun drastis begitu pak? Pasti ada penyebab lain kan?


(Pak Pandi)


Dugaan kamu cukup benar juga. Memang setelah itu mungkin musibah yang menimpa klub kita. Banyak pemain bagus yang cedera, seperti stefanus, nathan, calista, dan lain lain.


(Fidelis)


Lalu saya kan masih bertanding membawa nama klub pak walaupun saya sudah tidak berlatih di klub? Masa poin saya tidak membantu?


(Pak Pandi)


Ya walaupun kamu tetap bertanding membawa nama klub, tetap saja poinnya sangat kurang dibandingkan klub-klub lain. Dengan kamu yang hanya sedikit mengikuti turnamen dan juara hanya beberapa kali, itu masih belum mencukupi untuk menutupi peringkat klub kita.


(Fidelis)


Lalu setelah itu?


(Pak Pandi)


Ya lalu perlahan kita bangkit lah! Setelah Stefanus dan Nathan sembuh dari cederanya, mereka kembali ikut turnamen dan mengumpulkan poin lagi. Ya sampai sekarang ini lah..


(Fidelis)


(Pak Pandi)


Kita masih berjuang untuk menembus kembali peringkat 10 besar. Namun memang masih belum berhasil, karena belum ada regenerasi yang cukul bagus. Tetapi sekarang kita berhasil berada di peringkat 12 untuk sementara ini.


(Fidelis)


Maafkan saya pak. Karena saya klub jadi hancur... Sekali lagi maafkan saya.....


(Pak Pandi)


Begini saja. Yang saya butuhkan bukan permintaan maaf kamu, melainkan pemain bagus untuk menaikkan peringkat klub lagi. Kalo kamu benar-benar menyesal, kamu cukup bantu klub untuk masuk 10 besar kembali, bahkan kalau bisa lebih tinggi.


(Fidelis)


Baik pak. Mulai sekarang saya akan mulai kembali ikut latihan di klub dan membantu membangkitkan kembali klub kita, klub Thunder..


(Pak Pandi)


Bagus. Ngomong-ngomong... Siapa pelatih baru kamu?


(Fidelis)


Maksud bapak?

__ADS_1


(Pak Pandi)


Tadi katanya kamu punya pendamping, cuma hari ini dia lagi sakit jadi tidak bisa hadir. Ga mau dikenalin ke bapak?


(Fidelis)


Hmm, gimana ya pak..... Sebenernya sih bukan pelatih ya... Bagaimana kalo saya langsung temukan bapak dengan pendamping saya yang baru?


(Pak Pandi)


Boleh saja, tapi bukan sekarang. Karena sebentar lagi saya masih harus mendampingi Nathan lalu stefanus untuk bertanding.


(Fidelis)


Bagaimana kalo besok saja pak? Sekalian dia mendampingi saya bertanding..


(Pak Pandi)


Boleh, baiklah. Sampai ketemu besok lagi ya..


(Fidelis)


Baik pak. Sekali lagi terima kasih


.......


.......


.......


Setelah itu, Fidelis langsung pulang ke hotel untuk istirahat. Lawannya besok di babak Quarter Final masih belum diketahui karena lawannya baru akan bermain siang ini, kira-kira pukul 14.30


Mungkin jika sempat nanti ia akan kembali ke stadium untuk menonton pertandingannya sebentar. Sekalian untuk menganalis lawannya besok..


Di hotel, kondisi Andrea sudah baikan. Fidelis pun mengajak Andrea makan siang. Walaupun tadi ia sudah makan pada saat bertemu dengan Pak Pandi. Namun ia memang hanya makan sedikit.


Setelah makan siang, Fidelis memutuskan untuk mengantar Andrea pulang ke hotel terlebih dahulu baru ia pergi ke stadium untuk menonton lawannya.


.....


.....


.....


Selesai mengantar, Fidelis pun langsung pergi ke stadium. Fidelis beralasan ke Andrea bahwa ada urusan penting yang perlu ia selesaikan secepatnya.


Ia membohongi Andrea karena jika Andrea tau ia pergi ke stadium untuk menonton lawannya, Andrea pasti akan memaksa ikut dan pastinya akan terjadi debat yang tidak diinginkan.


Sesampainya disana, ternyata Pak Pandi juga menonton pertandingan lawannya itu.....


Semoga kalian suka yawww.....😁❤

__ADS_1


__ADS_2