The Champion

The Champion
Episode 30


__ADS_3

Hiiiiii.... Happy Reading...🤗


(Fidelis)


Kalo sakit ga usah dilanjutin. Bisa bahaya nanti.


(Oliv)


Gapapa kok Fid. Cuma kekilir dikit aja


Sudah daritadi Fidelis dan Oliv berdebat untuk melanjutkan pertandingan atau tidak. Akhirnya Fidelis pun mengalah dan tetap melanjutkan pertandingan sesuai keinginan Oliv. Tetapi Fidelis berpesan kepada Oliv bahwa ia tidak perlu banyak bergerak, nanti Fidelis lah yang akan meng-cover oliv.


Walaupun kaki Oliv terkilir, namun hal ini tidak mengurangi keganasan mereka dalam bertanding. Oliv dapat bermain di depan net dengan cukup baik. Sedangkan Fidelis dapat meng-cover Oliv dengan sangat baik.


Fidelis bisa meng-cover Oliv dengan sangat baik karena memang Fidelis adalah pemain tunggal, sehingga dalam hal menguasai 1 lapangan penuh sudah biasa bagi Fidelis.


Apalagi sekarang ia hanya perlu fokus meng-cover di belakang karena Oliv sudah meng-cover bagian depan lapangan.


Set ke-1 pun berhasil dimenangkan oleh Fidelis/Oliv dengan skor 21-15. Di set 2, Fidelis/Oliv mulai kewalahan dalam menghadapi permainan Antony/Aurel karena permainan mereka sudah berhasil di tebak oleh Antony/Aurel. Akhirnya set ke-2 pun dimenangkan oleh Antony/Aurel dengan skor 21-17.


Set ke-3 pun dimulai. Kali ini Fidelis/Oliv mengubah ritme dan taktik permainan mereka. Taktik mereka pun berhasil dan akhirnya berhasil memenangkan set ke-3 dengan skor 21-16.


Fidelis/Oliv akhirnya berhasil melaju ke babak ke-2 setelah berhasil mengalahkan unggulan ke-4 Antony/Aurel dengan permainan 3 set sengit 21-15 | 17-21 | 21-16.


.......


.......


.......


Setelah selesai bertanding, Fidelis pun langsung pulang ke hotel bersama Andrea. Sebelum pulang ke hotel, Fidelis dan Andrea sempat pergi untuk makan malam.


Selesai makan malam, mereka pun langsung pulang karena besok pagi Fidelis akan kembali bertanding lagi.


Sesampainya di hotel, Fidelis langsung bersih-bersih dan istirahat.


........


........


........


*bertanding bukan hanya dengan semangat. Tetapi juga dengan hati*


Fidelis sudah sampai di stadium. Sebentar lagi ia akan bertanding melawan William dari PB Cendana.


Walaupun Fidelis sangat optimis dapat mengalahkan William, tetapi Fidelis tetap berhati-hati dan waspada dengan William.


(Panitia)

__ADS_1


Jadi, siapa pendamping anda ketika bertanding nanti?


(Fidelis)


Pendamping saya tidak bisa datang hari ini. Jadi saya tidak akan didampingi siapapun hari ini.


(Panitia)


Kalau begitu kami mohon maaf, anda tidak dapat bertanding hari ini dan akan dinyatakan kalah WO.


(Fidelis)


Hah? Bagaimana bisa?


(Panitia)


Itu sudah menjadi peraturan kami. Jika anda memang ingin bertanding tolong bawa pendamping anda.


(Fidelis)


Iya saya tau! Saya ada pendamping. Tapi hari ini dia tidak bisa hadir karena sakit. Apakah tidak ada kompensasi sama sekali?


(Panitia)


Maaf, itu sudah menjadi peraturan kami. Jika anda masih ingin bertanding, tolong bawa pendamping anda. Dan jika anda tidak suka, anda bisa pergi dan pertandingan akan dimenangkan oleh Wiiliam.


(Fidelis)


(Panitia)


Maaf, tetap tidak bisa. Lagi pula tidak ada yang menjamin bahwa anda akan menang dan besok akan datang ke sini lagi kan?


(Pak Pandi)


Biar saya yang menjadi pendampingnya! Saya yang akan mendampingi Fidelis bertanding hari ini.


(Fidelis)


Tapi pak......


(Pak Pandi)


Sudah, urusan itu nanti saja. Yang penting kamu hari ini bisa bertanding dan memenangkan pertandingan.


(Fidelis)


Baik pak. Terima kasih banyak..


(Pak Pandi)

__ADS_1


Ya sudah. Kamu sekarang masuk ke lapangan dan segera pemanasan. Nama kamu sudah dipanggil daritadi.


(Fidelis)


Iya pak. Sekali lagi terima kasih..


Fidelis pun akhirnya bertanding didampingi oleh Pak Pandi. Seharusnya ia didampingi Andrea, namun pagi tadi Andrea sakit dan tidak bisa menemani Fidelis bertanding.


.........


.........


.........


Pertandingan pun dimulai. Set 1 permainan sepenuhnya dikuasai oleh Fidelis. Fidelis erus mendominasi permainan dan memenangkan set 1 dengan mudah dengan skor 21-8.


Pada set ke-2, permainan masih dikuasai oleh Fidelis hingga interval set ke-2 dengan skor 11-4. Namun setelah interval, William mulai mendapatkan ritme permainan dan mulai mengejar perolehan poin milik Fidelis.


Namun Fidelis tidak mau kalah. Ia pun kembali pada performa apiknya. Kejar-kejaran poin pun terjadi antara Fidelis dan William. Perolehan poin sangat ketat. Namun akhirnya set ke-2 dimenangkan oleh Fidelis dengan skor 21-19.


Fidelis pun berhak untuk melaju ke babak Quarter Final setelah mengalahkan William 21-8 | 21-19. Setelah pertandingan, Fidelis langsung bersih-bersih dan menemui Pak Pandi.


Tadi Fidelis sudah sempat menghubungi Pak Pandi untuk menemuinya di cafe yang terletak di sebelah stadium pukul 12 siang, bertepatan dengan jam makan siang.


......


......


......


(Pak Pandi)


Jadi selama ini setelah kamu memutuskan untuk berlatih di klub lain, biaya ditanggung sponsor? Memangnya kamu punya? Hahaha


(Fidelis)


Jangan meremehkan saya pak! Tentu saja ada. Hanya saja memang jumlahnya tidak besar. Ya hanya cukup pas-pas an saja pak..


(Pak Pandi)


Ooo. Jadi kapan kamu balik dan mampir ke PB Thunder lagi? Kayaknya udah 3 bulan lebih kamu pergi ya. Setelah dikalahkan sama Dylan, kamu malah memutuskan untuk berlatih di klub lain.


(Fidelis)


Mungkin setelah turnamen ini selesai pak. Oh iya, ngomong-ngomong, bapak engga marah sama saya setelah terakhir kali saya kurang ajar di klub?


.......


.......

__ADS_1


Semoga kalian suka yaww.......😁❤️


__ADS_2