
Fidelis yang panik karena Andrea tidak ada di kamarnya langsung bertanya kepada dokter dan perawat yang sedang berjaga disana. Namun ketika ditanya, dokter dan suster yang berjaga mengatakan tidak melihat dan ikut kebingungan.
Fidelis lalu mencoba pergi ke daerah lapangan rumah sakit, namun tetap tidak menemukan Andrea. Setelah itu Fidelis mencoba mencari ke daerah teras kamar.
Ternyata Andrea ada di sana. Ia sedang duduk termenung sendirian. Fidelis segera menghampiri Andrea.....
"Dea, lu ngapain disini?"
"Gpp."
"Sekarang masuk kamar ya, udara di sini kurang bagus buat kesehatan lu."
"Ga, gw masih mau disini."
"De, pls. Sekarang masuk ya."
"Engga mau."
"Ya uda, sekarang lu makan dulu ya. Biar sembuhan. Gw suapin."
__ADS_1
Akhirnya Fidelis menyuapi Andrea, namun setelah suapan ke 3, Andrea mulai merasakan mual. Di suapan ke 4, akhirnya Andrea tidak bisa menahan rasa mualnya tersebut, ia langsung menuju ke toilet untuk muntah.
"Emm.."
"De, lu kenapa?"
"Gw mu......... hoek."
"Dea! Biar gw bantu sini...."
Belum sempat jalan ke toilet, Andrea sudah muntah. Fidelis langsung sigap membantu Andrea. Setelah Andrea selesai muntah, Fidelis memberikan minyak angin kepada Andrea untuk dihirup agar rasa mualnya sedikit reda.
Fidelis juga mengusapkan minyak angin tersebut di perut dan punggung Andrea. Andrea tidak pernah menyangka kalau Fidelis ternyata bisa sebaik ini terhadap perempuan.
Pacar pertama Andrea, Vincent, hanya di awal peduli. Namun setelah itu ia hanya sibuk main game. Bahkan waktu itu ketika Andrea sakit seperti sekarang ini, mual-mual, muntah, pusing dan demam tinggi, ia hanya sibuk main game.
Andrea merasa sangat beruntung bisa mempunyai pacar seperti Fidelis. Bahkan Fidelis rela tidak ikut latihan gratis yang dijadwalkan hanya untuk menemaninya. Karena seharusnya sekarang Fidelis sedang latihan, namun ia rela tidak latian untuk menemani dan merawat Andrea.
"Gimana, udah enakan?"
__ADS_1
"Ga."
"Makan 1 suap aja ya, biar perut kamu ga kosong banget."
"Ya, tapi nanti ya."
"Kenapa harus nanti?"
"Sekarang aku lagi mual banget, ini aja masih kerasa pengen muntah."
"Owh, ya udah. Ini aku siapin plastik, kalo emang kerasa mual banget, terus ga sempet ke toilet, muntahnya di plastik aja ya."
"Iya, makasih ya udah perhatian sama aku."
"Iya lah. Kamu kan pacar aku, wajar donk."
"Hehe, iya-iya."
(Setelah kejadian ini, panggilan diantara Fidelis dan Andrea berubah menjadi aku kamu)
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Andrea akhirnya mau makan. Namun di suapan ke-2, Andrea merasa mual. Akhirnya Andrea berhenti makan. Fidelis juga tidak ingin Andrea muntah lagi.
Maaf ya guys kalo kurang bagus, author baru pertama kali buat. Jadi baru pemula. Mohon dimaklumi ya. Semoga kalian suka 😁😁😁❤❤