The Champion

The Champion
Bab 4


__ADS_3

Sesampainya di Bandung, hari sudah malam. Fidelis dan Andrea langsung pergi ke hotel untuk segera beristirahat. Karena perjalanan hampir seharian sudah cukup menguras tenaga mereka, walaupun hanya duduk.


Sampai di hotel, mereka langsung reservasi dan segera memasuki kamar. Andrea langsung bersiap untuk mandi sedangkan Fidelis langsung membuka HP karena sedari tadi di perjalanan tidak ada sinyal sama sekali . Dan tentu banyak chat yang belum terbalas. Fidelis pun mulai membalas chat nya satu persatu.


Sudah 20 menit Andrea di dalam toilet dan belum selesai mandi. Fidelis memberanikan diri untuk masuk ke dalam toilet, karena Fidelis tau antara tempat mandi dan wastafel terpisah oleh sekat tembok.


Namun pada saat membuka pintu kamar mandi, Fidelis melihat Andrea yang hanya menggunakan daleman. Sontak keduanya kaget, Fidelis langsung menutup pintu kamar mandi sedangkan muka Andrea langsung memerah karena menahan rasa malunya.


Tidak lama kemudian, Andrea keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian yang layak. Fidelis pun langsung meminta maaf karena kecerobohannya. Langsung membuka pintu tanpa ketuk terlebih dahulu.


"Andrea. Sorry yang tadi, gw ga sengaja. Harusnya tadi gw ngetok pintu dulu."


"Dasar!"

__ADS_1


"Sorry ya, sekali lagi sorry. Gw bener-bener ga ada niatan buat ngintipin lu."


"Ya udah. Tapi jangan diulangin lagi."


"Iya, makasih ya."


"Iya."


"Kita malem mau makan apa?"


"Ya udah, boleh. Pesenin grab nya ya."


"Iya."

__ADS_1


Tidak lama kemudian, grab mereka sudah datang. Mereka langsung menuju ke arah bubur kaki lima, walaupun di pinggir jalan, namun bubur tersebut adalah bubur yang paling enak di kota Bandung.


Pada saat mereka datang, sepi. Padahal biasa rame. Awalnya Andrea pikir sudah habis buburnya, namun Fidelis memaksa untuk coba mengcek terlebih dahulu. Pemikiran Fidelis tidak salah, ternyata memang karena hari biasa jadi sepi.


Fidelis langsung memesan 2 porsi bubur. Lalu mereka makan dengan lahap karena belum makan lagi setelah makan siang jam 11 tadi. Setelah selesai makan, Fidelis mengajak Andrea untuk jalan-jalan keliling kota Bandung.


Awalnya Andrea menolak dengan alasan udara dingin dan jaketnya ketinggalan, namun Fidelis langsung menawarkan jaket miliknya untuk dipakai Andrea. Akhirnya Andrea tidak bisa menolak lagi.


Mereka akhirnya berhenti di Puncak Ciumbeluit. Dari Puncak Ciumbeluit, terlihat kota Bandung yang memang sedang sepi karena ini hari biasa, bukan hari libur.


Di Puncak Ciumbeluit, ternyata Fidelis menyiapkan kejutan untuk Andrea.......


Apa yaa kejutan dari Fidelis untuk Andrea😁😁. Next episode yaa...

__ADS_1


Maaf ya guys kalo kurang bagus, author baru pertama kali buat. Jadi baru pemula. Mohon dimaklumi ya. Semoga kalian suka 😁😁😁❀❀


__ADS_2