The Peace Hero And A Frontal Hero

The Peace Hero And A Frontal Hero
Chapter 4 : Hari dimana semua bermula


__ADS_3

Budi Setiawan masuk ke dalam apartemennya setelah Awatake pergi. Dia begitu lelah dan lesu karena latihan yang dilakukannya selama ini. Benar, dia melatih diri selama 3 hari dan belum pernah pulang selama itu.


Itulah kenapa dia tak masuk ke sekolah 3 hari berturut-turut. Setelah "dibully" dan dihajar oleh Kyoden, hal itu membuat hatinya sangat kesal. Dia bisa saja membuat setidaknya luka tak ringan kepadanya, tetapi dia tak diberi kesempatan dan malah dijadikan "bakpao" oleh Kyoden.


Setelah kejadian itu, dia berkeinginan untuk menjadi kuat dan membalaskan dendamnya sebanyak 1000 kali bila dia bisa melakukannya. Dan sekarang, dia sudah tahu bagaimana untuk menjadi kuat dengan sebuah bayaran yang tidak diketahui.


***


3 hari yang lalu, di malam hari.


Seorang pemuda berseragam kotor sedang terseok-seok berjalan ke arah apartemennya. Dia adalah Budi yang sudah dihajar oleh Kyoden. Sekujur tubuhnya memar dan sakit semua lantaran pukulan dari Kyoden dan teman-temannya tidak bisa dianggap remeh bagi orang biasa seperti dia.


Memang dia belajar Arcana yang bisa melakukan apa saja, menjadikannya berbeda dengan manusia normal. Tetapi tetap saja dia bukan orang militer yang menggunakan arcana untuk menyerang. Dia hanya seorang sipil yang belajar arcana untuk kepentingan umum, contohnya memperbaiki sesuatu menggunakan arcana rekonstruksi atau melakukan penelitian.


Dia bukanlah siswa dari kelas bangsawan yang diajari pelajaran khusus untuk menjadi kesatria militer atau semacamnya dengan menggunakan Arcana untuk senjata menyerang dan bertahan. Kelas bangsawan adalah kelas khusus untuk orang-orang berbakat dan karena itu mereka diajari sesuatu hal berbeda dari kelas bangsawan agar menjadi tonggak manusia di masa depan.


Di kelas umum hanya diajarkan tentang menggunakan Arcana untuk kepentingan umum, seperti penelitian, ahli perbaikan, atau lain-lainnya yang nantinya bisa dilanjutkan 3 tahun tambahan di akademi lanjutan Rakuen.


"Ehm..."


Budi menyadari bahwa dia diikuti oleh seseorang. Dia berpura-pura tidak tahu dan melanjutkan perjalanannya. Dia berjalan memutar ke rumahnya lalu menghilangkan jejak dan bersembunyi di halaman tetangganya untuk menyergap siapa yang mengikutinya.


Seorang wanita muncul dari tempat ia berjalan tadi. Si wanita menengok ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu. Dilihat dari tingkahnya sepertinya dia yang mengikutiku, batin Budi memastikan.


Dan memang wanita itu mengikuti Budi sejak dari Budi dikeroyok oleh Kyoden dan teman-temannya, lalu baru Budi sadari ketika beberapa menit yang lalu. Budi tak tinggal diam, dia berniat untuk bertemu dengan siapa yang mengikutinya dan mendekatinya dari belakang.


"Ah!!" Ketika Budi menepuk pundak, wanita itu tersentak kaget. Lalu secara reflek, dia mengunci pergelangan tangan Budi yang untuk menepuk bahu tadi dan menjatuhkan Budi. Hal itu membuat semua luka di tubuh Budi menjadi kambuh lagi.


"Ah, sakit-sakit!!!" Teriaknya.


Wanita itu merasa familiar dengan suara yang dikeluarkan Budi dan langsung melepaskannya. Dia kemudian melihat wajah Budi dan mengetahui bahwa dia orang yang dia ikuti.


"Maafkan aku, Budi..."


"Ah!" Budi terkejut ketika namanya dipanggil oleh wanita itu. Dia pun mulai heran mengapa dia mengetahui namanya dan melihat wajah wanita itu.


"Mi-Mizushima Saya-san!" Budi begitu terkejut melihat wanita itu. Dia adalah teman kelasnya yang diduga Jorogumo oleh Awatake karena dia introvert dan hampir tak bersosialisasi dengan teman sekelasnya.


"Kau tak apa-apa?" Tanya Mizushima dengan nada khawatir.


"Aku sudah lupa dengan sakit memar ini, tapi bantingan tadi sudah membuatku ingat tentang itu." Budi mengaduh kesakitan untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


"Ada urusan apa kau di sini, Mizushima-san? Aku yakin ini bukan daerah tempat tinggalmu." Tanyanya.


"Aku ada urusan dengan temanku yang kebetulan ada di daerah ini." Jawab Mizushima.


"Ehm..." Budi merasa Mizushima berbohong. Tak mungkin dia bersembunyi-sembunyi dari Budi jika dia ingin bertemu dengan temannya. Dia bisa melewati Budi yang berjalan lambat karena lukanya.


"Tak perlu berbohong, katakan sejujurnya. Mengapa kau mengikutiku?" Budi bertanya dengan nada serius.


Raut wajah Mizushima berubah datar. Budi memakluminya lantaran inilah wajah yang biasa menghiasinya ketika berada di kelas dan tak perlu kaget dengan perubahan wajahnya.


"Aku melihat kau dipalak oleh Kyoden dan dipukuli olehnya."


"Ehm, begitu. Apa hanya itu saja? Apa kau ingin melaporkannya ke polisi?"


"Apakah menarik jika langsung dilaporkan?"


Budi langsung kebingungan dengan pertanyaan Mizushima. Dia tak menemukan bagian hal yang menarik tidaknya dilaporkan ke polisi.


"Sudah lupakan saja pertanyaanku tadi."


Mizushima mengayunkan tangannya agar melupakan pertanyaan tadi.


"Tapi aku tetap ingin bertanya. Apakah kau ingin kekuatan?"


"Yah, kekuatan untuk membalaskan dendam. Kau pasti membutuhkannya, kan? Untuk membalas perbuatan mereka yang mengusikmu."


Budi akhirnya mengerti sebagian. Mizushima pasti ingin menawarkan sesuatu yang membuatnya kuat hingga Budi bisa membalaskan perbuatan Kyoden beserta komplotannya. Budi tertarik, tetapi dia belum percaya secara penuh Mizushima yang misterius bahkan dituduh Jorogumo oleh Awatake.


"Aku memang tertarik. Tapi apa yang membuatku percaya dengan perkataanmu?"


Mizushima menghela nafas. Dia sedikit terkejut bahwa teman sekelasnya tidak mempercayainya. Dia memang pendiam dan introvert karena sesuatu hal, tapi tak menyangka bahwa sikapnya itu membuat dirinya menjadi lebih parah.


"Baiklah, jika kau butuh bukti akan kulakukan." Mizushima menimbang-nimbang keputusan yang harus dibuat dan dia mulai memutuskan untuk memberi bukti kepada Budi.


Secara tiba-tiba, Budi langsung melotot dan tersentak karena sesuatu hal. Matanya terasa buram, padahal tidak terjadi apa-apa dengannya. Dia semakin terduduk di tanah dan akhirnya berlutut di depan Mizushima. Kemudian dia melihat Mizushima dan terkejut lantaran di sekitar tubuhnya ada semacam aura hitam yang membuat tubuh Budi kaku dan bergidik.


"K...kau.."


"Inilah kekuatanku. Dan ya, aku yang membuatmu seperti ini."


Kemudian Mizushima menarik aura hitam itu terhadap Budi. Budi langsung terbatuk-batuk dan tubuhnya tak kaku lagi walaupun dia masih berlutut setelah Mizushima menarik aura itu.

__ADS_1


"Apa itu tadi? Apa maksudmu tadi?"


"Kau tuli, ya. Aku sudah bilang ini adalah kekuatanku. Dan aku menunjukkan itu karena untuk sebagai pembuktian bahwa aku bukan orang yang bohong."


Kemudian Budi berdiri dari posisinya dan melirik atas bawah Mizushima. Budi beranggapan bahwa Mizushima adalah orang lumayan berbahaya dan tak boleh dia singgung untuk sementara ini. Keluarnya sesuatu yang kata dia sendiri adalah kekuatannya menambah kesan misteriusnya lagi. Siapa sebenarnya dia? Apa tujuannya dia bertemu denganku?


Itulah pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak Budi.


"Apa maumu? Apakah kau hanya menunjukkan kekuatanmu saja? Sepertinya tidak sesederhana itu..."


Mizushima tersenyum dan membuat Budi semakin waspada dengannya.


"Tenang saja, aku tidak akan melukaimu lagi dan melakukan hal itu lagi. Aku hanya ingin membuat kesepakatan denganmu."


"Kesepakatan?"


"Benar. Tapi sebelum aku memberitahu isi kesepakatan itu, aku ingin bertanya. Apakah kau butuh kekuatan?"


"Pertanyaan yang sama seperti sebelumnya. Aku tak tahu kekuatan apa yang kau tawarkan itu."


"Aku tak menawarkan kekuatan atau semacamnya. Aku hanya bertanya apakah kau membutuhkan kekuatan atau tidak. Dan tentu saja untuk membalaskan dendam, kan?"


Budi terlihat berpikir. Beberapa saat yang lalu, dia dipukuli oleh Kyoden beserta kelompoknya dan membuat harinya menjadi tak tenang. Budi seperti angsa yang indah dan menjalankan kehidupan dengan damai tanpa mengganggu mahkluk lain. Namun jika ada mengganggunya dan membuat dia sengsara, dia tak segan untuk menyerang dan melakukan hal berlebihan agar pengganggu tidak melupakan akibat dari perbuatannya.


Dia saat ini sangat butuh kekuatan besar untuk membalas kedamaiannya yang terganggu dan berniat untuk mencari kekuatan itu yang sekarang ada orang menawarkan kekuatan. Kekuatan yang katanya berguna untuk membalaskan dendam. Jadi, Budi tak akan ragu lagi dan memantapkan hati untuk berkata, "ya, aku sangat butuh kekuatan itu."


Mizushima tersenyum lebar karena kondisi dan kriteria untuk kesepakatan bersama sudah tercapai. Dia kemudian memberitahu isi kesepakatannya kepada Budi.


"Aku akan melatihmu hingga kau matang dan bisa mencapai kekuatan yang kau inginkan. Kau boleh berhenti dan kembali lagi untuk berlatih..."


"Hanya itu saja.."


"Yah, hanya itu saja. Aku akan memberikan latihan eksklusif dari sang ahlinya dan tentu saja kekuatan itu dari dirimu sendiri."


"Aku tak yakin bahwa isi kesepakatan sesederhana itu."


"Benar, kau cukup pintar. Aku belum menyebutkan syaratnya. Tanpa syarat, aku akan merugi kalau begitu."


Budi kembali menegang, dia berharap bahwa syaratnya tidak berat.


"Syaratnya adalah kau harus memenuhi satu permintaanku..."

__ADS_1


"Permintaan? Permintaan apa?"


"Yah, aku akan menyebutkan kalau permintaan ini adalah melindungi seseorang. Tapi, aku tidak akan memberitahunya siapa orang itu. Kalau begitu apakah kau akan menerimanya?"


__ADS_2