
Di pagi hari dikediaman keluarga Bagaskara terlihat 3 orang gadis yang sedang rusuh mempersiapkan keberangkatan mereka untuk ke sekolah. Lebih tepatnya hanya 2 gadis saja yang terlihat rusuh, satu gadis lainnya hanya duduk santai sembari memakan sandwich.
3 gadis itu adalah Via, Cia, dan Riri.
Dua gadis yang rusuh adalah Cia dan Riri sedangkan yang duduk dengan santai adalah Via.
"Eh, sandwich itu punya gue jan dimakan Ri'."Ucap Cia kesal karena Riri memakan sandwich terakhir yang ada di piring.
"Ish, Maruk banget Lo, itu ditangan Lo masih ada ."Saut Riri disela sela makannya.
"HEH, BUKAN GUE YANG MARUK YAH,! LO TUH YANG MARUK, LO UDAH MAKAN 3 TAMBAH ITU JADI 4 SEDANGKAN GUE BARU 3 SAMA YANG INI.!!!"Ucap Cia ngegas.
"Aku sudah selesai..."Ucap Via pelan dengan ekspresi datar kemudian berlalu pergi.
"Eh, gue lupa kalo kak Via baru makan satu potong njir..."Lirih Riri menatap punggung kakaknya yang mulai menjauh.
"Lo sih kalo makan suka lupa diri, sandwichnya kak Via lu comot juga. Gimana nih? Gue takut kak Via marah trus berangkat duluan ninggalin kita."
•••••
Didepan rumah...
Cia dan Riri bernafas lega saat melihat Via duduk dengan tenang didalam mobilnya tepat dibangku kemudi.
Riri dan Cia langsung saja masuk kedalam mobil Via dengan Cia yang duduk disamping Via dan Riri duduk dibelakang sendirian. Tanpa satu kata apapun, Via langsung mengemudikan mobilnya menuju sekolah dengan kecepatan sedang. Karna jam juga masih menunjukkan pukul 06.30.
Tak sampai 20 menit, akhirnya merekapun tiba disekolah. Terlihat semua mata yang ada disana tertuju pada mobil sport berwarna ungu gelap milik Via. Kemudian sebagian siswa mulai berbisik bisik membicarakan mobil yang baru sampai yang tak lain adalah mobil Via.
"Widih, mobilnya keren."
"Cewek or cowok nih?."
"Cewek sih keknya soalnya mobilnya warna ungu."
"Cakep gak yah? Jan kayak kemarin anak barunya jelek+cupu."
"Pasti cakep lah, kan punya duit."
"Itu mobil keluaran terbaru yang baru masuk di Indo kan? Pasti dia lebih sultan dari kita."
"Mungkin setaralah sama para famous boy disekolah kita."
•••••
"Woi, kacamata hitam gue mana?"Saut Cia mencari kacamatanya.
"Nih, pake cepetan."
"Kak Via juga harus pake dong biar cool."
"Gak."Ucap Via singkat.
"Yaudah kalo gak mau. Yaudah yuk turun Ri, pasti banyak cogan yang lagi nungguin kita di luar."
"Yuk, gak sabar gue cuci mata liat bule cakep."
Cia dan Riri pun keluar dari dalam mobil dengan gaya slowmotionnya. Kacamata hitam yang mereka kenakan menambah kesan cool dalam diri mereka membuat beberapa siswa menjerit. Kejadian itu juga di saksikan oleh para Famous boy di sekolah tersebut.
"Widih, populasi cecan di sekolah kita nambah lagi dong."Ucap Brian salah satu dari para most wanted tersebut.
"Iya, apalagi yang paling putih sama tinggi udah kek model aja."Timpal Rafa.
"Yang pendek itu juga cantik kok, imut malahan."Ucap Riki.
"Keknya, dia juga ramah, liat aja dari pertama turun dari mobil udah senyum kesemua orang, mana senyumnya manis bet lagi."Tambah Riko kembaran Riki.
•••••
Back 3 bersaudara...
"Widih, liat Ri cogan bertebaran dimana mana."Ucap Cia dengan mata berbinar.
"Ah, bule bule tampanku aku datang."Ucap Riri dengan senyum merekah menatap sekeliling.
"Ayo Ri kita keliling, ini masih pagi banget, baru jam 7. Masih ada 30 menit lagi sebelum pelajaran di mulai."Ucap Cia bersemangat menarik tangan Riri.
__ADS_1
"Ayo, gue gak sabar cuci mata, dah lama gue gak liat kumpulan cogan, disekolah lama rata rata Jamet semua."Saut Riri mengikuti langkah Cia menjauh dari mobil.
Saking semangatnya ingin melihat cogan, sampai sampai mereka melupakan kakak tertua mereka Via yang masih berada didalam mobil.
Via saat ini sedang memperbaiki pakaiannya dan sedikit menurunkan roknya yang kependekan.
Karna tinggi badan Via yang terbilang sangat tinggi dibandingkan anak SMA perempuan pada umumnya membuat seragam sekolah kekecilan ditubuhnya dan seragam yang ia pesan juga belum jadi. Jadi Via terpaksa mengenakan seragam kekecilan tersebut yang membuat bentuk tubuhnya terlihat jelas dan paha putih dan jenjangnya yg terekspos karena roknya yang sangat pendek hampir ketat.
Setelah memperbaiki penampilannya, Via kemudian keluar dari dalam mobil, berbeda dengan Cia dan Riri. Via justru tak memakai kacamata memperlihatkan mata indahnya yang menatap datar sekelilingnya dan dengan ekspresi datarnya Via melangkah memasuki sekolah mengabaikan kehebohan seluruh siswa yang memperhatikannya.
•••••
Disisi lain...
"Eh, pintu mobil didepannya kebuka woi. Masih ada murid baru?"Ucap Rafa menatap ke arah mobil Via.
"Wow gila, bening banget cuy sexy ."Ucap Brian sembari menganga melihat ke arah Via yang baru keluar dari mobil.
"Bodynya kek gitar spanyol."Tambah Riki.
"Tinggi banget cuy, keknya hampir setinggi sama Aldean bocil berkedok kelas 12."Seru Riko sembari matanya tak pernah lepas dari Via.
"Perasaan aku cuman diem deh dari tadi, kok dibawa bawa. Dan aku lebih tua ya dari kalian, aku bukan bocil."Ucap Aldean tak terima dibilang bocil dengan wajah cemberut.
"Emang patut dibilang bocil, baru dibilang kayak gitu dah ngambek, utututu."Ejek Brian sembari mengusap kepala Aldean.
"Ngeselin banget sih, pokoknya aku ngambek yah sama kalian..."Kesal Aldean kemudian berlari pergi.
Namun baru beberapa langkah, Aldean tiba-tiba terjatuh. Aldean tidak sengaja menabrak seorang gadis namun bukannya gadis itu yang terjatuh, malah yang terjatuh adalah dia. Gadis itu adalah Via.
•••••
Back Via...
Via menatap orang yang menabraknya dengan tatapan datar. Memerhatikan setiap inci dari cowok yang menabraknya. Pria itu nampak imut dan menggemaskan, apalagi tubuhnya yang kecil, namun tubuh Via sedikit lebih kecil.
"Hiks hiks, pantatku sakit..."Ringis Aldean sembari mengusap bokongnya.
Tanpa mengatakan apapun, Via mengulurkan tangannya dihadapan Aldean. Aldean kemudian menatap tangan Via kemudian beralih menatap wajah Via yang tidak memiliki ekspresi sama sekali namun Aldean terpanah akan wajah tanpa pori itu. Kemudian Aldean menerima uluran tangan Via lalu Via membantu Aldean berdiri.
"Woi Cil, lu ngapain disitu?"Ucap Rafa menghampiri Aldean dan Via bersama yang lainnya.
"Eh kalian?! aku masih marah ya sama kalian."Ucap Aldean dengan wajah juteknya.
"Hilih sok so an marah, entar minta permen juga kekita."Ejek Riko.
"Eh, maaf udah nabrak kamu tadi, aku benar benar gak sengaja. Sebagai sanksinya aku akan memberikan permenku untuk kamu."Ucap Aldean menjulurkan tangannya yang penuh permen.
"Tidak perlu, aku tidak suka permen."Ucap Via datar.
"Tidak suka permen yah?gimana dong?"Lirih Aldean sendu.
"Ke kelas XI IPS 1."Singkat Via.
"Wah kita sekelas, btw nama kamu siapa?"Girang Aldean.
"Via."Jawab Via singkat.
"Aku Aldean salam kenal."Ucap Aldean tersenyum manis.
"Hm."Singkat Via datar.
"Yaudah ayo kita ke kelas."Ucap Aldean bersemangat memegang tangan Via kemudian menarik Via membawanya pergi.
"Sialan si bocil main ninggalin aja, mana perginya sama cewek cakep lagi."Ucap Brian menatap kepergian Aldean dengan kesal.
"Btw, cewek tadi kalo diliat dari dekat tambah cakep yah? Walaupun wajahnya datar kek tembok."Seru Riko juga dengan menatap punggung Aldean dan Via yang mulai menjauh.
•••••
Cia POV....
Setelah berjalan jalan, Cia kemudian berpisah dengan Riri. Tibalah Cia didepan pintu kelas XI IPS 1. Cia menatap lekat pintu kelas XI IPS 1 yang tertutup dengan suara siswa yang terdengar ribut dari dalam. Cia kemudian dengan enteng menendang pintu kelas hingga terbuka dengan suara keras membuat seluruh penghuni kelas kaget sampai ada yang terjungkal. Lalu mereka semua menatap kearah sumber suara.
Cia yang ditatap oleh seluruh murid hanya memasang senyum manisnya dengan pose dua jari. Seluruh murid awalnya ingin marah, namun melihat senyum manis Cia membuat mereka gemas dan tidak jadi marah.
__ADS_1
"Good pagi All... Sorry yah, watashi sengaja."Ucap Cia tersenyum manis kearah mereka.
"LARI WOI ADA WIBU DIA PAKE BAHASA JEPANG."Teriak salah seorang murid laki laki dengan muka tengilnya yang sayangnya sangat tampan.
"Heh, Emang cuman wibu yang boleh bahasa Jepang? Trus Lo tau wibu itu apa atau gak sih? Kalo ngomong mikir dulu dong."Ucap Cia ketus dihadapan cowok itu yang bernama Fatur.
"Gue sebagai keturunan Jepang merasa bangga padamu nak."Ucap cowok bername tag Akram.
"Eh, Lo mubar kan?"Tanya murid yang bername tag Sarah.
"Iya, kenalin gue Ciara Lexitha B. panggil Cia aja."Ucap Cia memperkenalkan diri dengan senyum manis yang masih melekat.
Skip perkenalan...
Keadaan kelas saat ini sedang hening, semuanya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru lewat online karena guru yang mengajar sedang berhalangan untuk masuk.
Cia duduk sebangku dengan Angga wakil ketua kelas XI IPS 1. Sebenarnya Cia ogah duduk bersama Angga, namun karena sudah tidak ada kursi kosong selain dekat Angga akhirnya terpaksa Cia duduk bersama Angga.
"Huh, bosen...ini soalnya gak ada yang lebih susah? Ini mah gampang banget."Keluh Cia bosan tidak melakukan apapun karena tugasnya sudah selesai.
"Lo udah selesai? Lo pinter juga yah? Gua dari tadi mikir mencoba memahami rumusnya tapi gak bisa bisa anjir."Ucap Angga frustasi.
"Gue mah udah pinter dari ******. Soal kek gini mah gak ada apa-apanya."Ucap Cia dengan muka songongnya.
"Idih, dasar besar kepala. Baru dipuji dikit dah terbang."Ketus Angga.
"Tapi emang kenyataan kok kalo gua pinter." Ucap Cia masih dengan wajah songongnya.
"Yaudah, bagi sini gue nyontek kalo dah selesai."Pinta Angga dengan santainya.
"Nih, Karna gue baik, cantik, imut, dan rajin menabung, jadi gue kasih Lo nyontek."Ucap Cia pd.
"Iyadeh serah Lo, yang penting gua nyontek."Ucap Angga langsung menyalin jawaban Cia.
Tak butuh waktu lama Anggapun selesai menyalin jawaban Cia.
"Angga, Lo bosen gak?"Tanya Cia ke Angga dengan nada lesu.
"Iya, bosen banget gak tau mau ngapain."Jawab Angga juga dengan lesu.
"Gue punya ide, gimana kalo kita treak kiyomasa. Mau gak?"Ucap Cia dengan semangat.
"Oke, yaudah kita mulai sekarang... 1...2...3.."
"OOOOIIII..."
"KIYOMASA..."
"NANDE NANDE..."
"GAMBARE GAMBARE." Ucap Cia dan Angga bersama dengan suara keras.
"BAAAAKAAA."Sambung semua murid XI IPS 1.
"Guys, gimana kalo kita bikin video tik tok?"Tanya Cia pada seluruh teman sekelasnya.
"Yang kek mana Ci?"Tanya Sarah.
"Ituloh yang kedip kedip mata, yang lagi Viral." Jawab Cia antusias.
"Tapi cuman muat beberapa orang Ci. Sedangkan dikelas kita ada 30 orang."Saut Jihoon murid pindahan dari Korea Selatan.
"Yah, buat jadi ada part-nya dong! Sampe part 1000 juga gakpapa."Ucap Cia santai.
"Tapi pake hp siapa nih?"Tanya Fatur.
"Yang hpnya Andro angkat tangan."Ucap Cia menatap seluruh teman kelasnya.
Arsen si cowok blasteran korsel-Indo menatap seluruh teman kelasnya kemudian mengangkat tangan. Karna cuman dia yang memakai Android dikelas yang lainnya memakai iPhone semua.
"Fix hp Lo yang bakal kita pake buat Video tik tok."Final Cia sembari menjulurkan tangannya meminta hp Arsen. Arsen dengan pasrah memberikan hpnya lalu ikut bergabung bersama yang lainnya yang sedang latihan berpose.
Merekapun membuat video tik tok hingga jam istirahat.
Bersambung....
__ADS_1